

Halaman 1
Tahukah kamu? Dahulu satu tahun di Mesir hanya berisi tiga ratus enam puluh hari. Semua hari itu tercatat rapi di buku besar Ra. Tidak lebih, tidak kurang. «Tahunku sudah penuh,» kata Ra. «Tidak ada tempat untuk hari baru.»

Halaman 2
Di langit tinggal Nut, dewi langit yang lembut. Ia ingin sekali punya anak. Tapi anak dewi langit hanya boleh lahir di hari yang kosong — dan tidak ada satu pun hari kosong di buku Ra. Nut menangis pelan. Gerimis pun turun ke bumi.
Halaman 3
Thoth, burung ibis yang bijak, mendengar tangis itu. Ia mengetuk-ngetuk paruhnya, berpikir keras. «Hmm. Kalau tidak ada hari kosong di dalam tahun... aku akan membuat hari baru di luar tahun!» Matanya berbinar-binar.
🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.
Unduh di Google PlayUnduh di App StoreHalaman 4
Malam itu Thoth terbang menemui Bulan, si penyimpan cahaya perak yang berlimpah. «Bulan, mau bermain senet? Itu permainan papan kesukaanku,» ajak Thoth. «Kalau aku menang, bagilah sedikit cahayamu.» Bulan tertawa. «Ayo!»
Halaman 5
Mereka bermain di atas awan. Thoth menang satu kali — dapat secercah cahaya. Menang lagi — dapat lagi. Bulan makin bersemangat walau kalah terus. «Sekali lagi!» serunya. Malam demi malam, cahaya perak Thoth semakin banyak.
Halaman 6
Dari kumpulan cahaya itu, Thoth menenun lima hari baru yang berkilauan. Lima hari itu tidak tercatat di buku Ra — hari-hari di luar tahun! «Ini untukmu, Nut,» kata Thoth. Nut memeluknya sambil menangis bahagia.
Halaman 7
Di hari-hari baru itu lahirlah anak-anak Nut: Osiris yang murah hati, Isis yang bijaksana, Set yang lincah, dan Neftis yang pendiam. Hari kelima menjadi hari pesta ulang tahun bersama, dengan kue madu untuk semua.
Halaman 8
Ra datang memeriksa bukunya sambil mengerutkan dahi. Lalu... ia tertawa terbahak-bahak. «Aku bilang tahunku penuh, dan itu benar! Hari-hari ini di luar tahun. Kau memang cerdik, Thoth!» Sejak itu setahun menjadi tiga ratus enam puluh lima hari.
Halaman 9
Bulan tidak menyesal, sebab kini ia punya teman bermain selamanya. Kalau malam ini bulan tampak tersenyum, mungkin ia baru saja kalah senet lagi. Nah, matamu sudah berat... Selamat tidur, sampai besok pagi.
Cerita lima hari tambahan menjelaskan kalender Mesir kuno yang sungguh ada: dua belas bulan tiga puluh hari, ditambah lima "hari di luar tahun" yang dirayakan sebagai hari lahir para dewa. Versi lengkapnya dituliskan Plutarkhos, penulis Yunani abad pertama Masehi, termasuk permainan papan Thoth melawan Bulan.
Senet benar-benar salah satu permainan papan tertua yang dikenal; papan lengkapnya ditemukan di makam Tutankhamun. Lalu kalender di dinding: hitung berapa hari dalam sebulan dan kenapa Februari kadang lebih panjang. Amati juga bulan — dari sabit ke purnama, seolah cahayanya "dipinjam" lalu dikembalikan.
Cocok untuk usia 5–9 tahun. Dalam catatan Plutarkhos, Ra mengutuk Nut agar tidak bisa melahirkan di hari mana pun, dan anak yang lahir ada lima, termasuk Horus; versi kami mengganti kutukan dengan buku yang penuh dan menjadikan hari kelima pesta. Bahan ngobrol: Thoth tidak melanggar aturan Ra, ia mencari celah di luarnya — apa bedanya cerdik dan curang?
Masalah yang tampak buntu bisa diselesaikan dengan kecerdikan dan cara yang damai.
Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.