Identitas
- Kelompok usia: 4–6 tahun (TK A/B)
- Topik: Hari dan kalender · Subtopik: Masalah sulit diselesaikan dengan akal
- Alokasi waktu: 60 menit (satu blok dalam hari belajar; bisa dibagi dua hari)
- Cerita: Thoth dan Lima Hari Tambahan (mitos Mesir kuno, 9 halaman, 3 menit)
- Dimensi profil lulusan: Penalaran Kritis, Kreativitas, Kolaborasi
Tujuan pembelajaran
- Anak menceritakan kenapa Nut bersedih di awal cerita.
- Anak menyebutkan permainan yang dimainkan Thoth dan Bulan.
- Anak menceritakan bagaimana lima hari baru itu dibuat.
- Anak menyebutkan satu permainan yang disukainya bersama teman.
Alat dan bahan
- Cerita Thoth dan Lima Hari Tambahan: pemutar «Putar di kelas» di laptop/proyektor, atau dibacakan guru.
- Kartu diskusi & kosakata (cetak 1 lembar untuk guru).
- Lembar mewarnai halaman 2 atau 6 (cetak sesuai jumlah anak).
- Delapan kotak kertas untuk papan permainan dan lima kertas putih.
Pembukaan (10 menit)
- Salam, doa pembuka sesuai kebiasaan sekolah, absen.
- Pertanyaan pemantik: «Berapa hari kalian sekolah dalam seminggu? Hari apa yang paling ditunggu?»
- Tunjukkan gambar halaman 1: «Semua hari dicatat di buku besar ini, dan Ra bilang bukunya sudah penuh. Penuh itu artinya apa, ya?»
- Perkenalkan 3 kata: gerimis, paruh, secercah.
Inti (40 menit)
- Memahami: Putar atau bacakan halaman 1 sampai 5. Berhenti sesudah halaman 5, saat cahaya perak Thoth makin banyak. Tanya: «Menurut kalian, untuk apa Thoth mengumpulkan cahaya sebanyak itu?»
- Memahami: Lanjutkan halaman 6 sampai 9. Jeda, lalu tanya: «Bagaimana lima hari baru itu dibuat?»
- Mengaplikasi: «Papan Thoth dan Bulan»: delapan kotak kertas ditata berjajar. Anak bergiliran melangkah maju sebanyak tepukan guru, sampai kotak terakhir. Setiap anak yang sampai mengambil satu kertas putih «cahaya». Tidak ada yang kalah: kelima cahaya dikumpulkan bersama. Tanya: «Permainan apa yang dimainkan Thoth dan Bulan?»
- Mengaplikasi: Mewarnai halaman 2 (Nut menangis pelan, gerimis turun ke bumi). Tanya: «Kenapa Nut bersedih di awal cerita?»
- Merefleksi: Duduk melingkar. Bahas: «Kenapa Nut bersedih di awal cerita?», «Permainan apa yang dimainkan Thoth dan Bulan?», «Permainan apa yang paling suka kamu mainkan bersama temanmu?»
Penutup (10 menit)
- Recalling: Anak bergiliran menyebut satu permainan yang disukainya bersama teman.
- Ulangi kata baru: gerimis, paruh, secercah, bijak, menenun, berbinar.
- Pesan untuk di rumah: dengarkan cerita lagi bersama orang tua (kode PR dari guru), lalu mainkan satu permainan bersama keluarga.
- Doa penutup dan salam.
Asesmen (observasi)
- Sedih Nut: anak menceritakan tidak ada hari kosong di buku Ra.
- Nama permainan: anak menyebut Thoth dan Bulan bermain senet.
- Lima hari baru: anak menceritakan hari itu ditenun dari cahaya perak.
- Permainan favorit: anak menyebut satu permainan bersama teman.
- Dokumentasi: hasil karya (lembar mewarnai), catatan anekdot saat ragam main.
Catatan untuk guru
- Untuk kelompok A (4 tahun): berhenti di halaman 8, saat Ra tertawa dan setahun menjadi 365 hari; lalu ceritakan: «Bulan tidak menyesal: kini ia punya teman bermain selamanya.» Cukup satu ragam main («Papan Thoth dan Bulan»); ganti mewarnai dengan menunjuk halaman 2: «Kenapa Nut bersedih di awal cerita?»
- Ra, Thoth dan Nut tokoh cerita orang Mesir kuno; ini kisah lama, bukan pelajaran agama. Begitulah cerita itu menjelaskan setahun 365 hari.
- Kalau anak sedih melihat Nut menangis, katakan: «Nut sedih hanya di awal; Thoth menolongnya dan akhirnya semua tertawa.»