

Halaman 1
Di sebuah desa di tepi Nil, tinggal gadis kecil bernama Nefer. Desa itu punya lumbung besar berisi gandum untuk sepanjang tahun. Gandum itu harta paling berharga bagi seluruh desa.

Halaman 2
Suatu sore, seekor kucing datang ke desa. Bulunya kusam kena debu gurun, jalannya pelan karena haus. Anak-anak lain mengusirnya. «Hus! Pergi sana!» Hanya Nefer yang berjongkok. «Kamu haus, ya?»
Halaman 3
Nefer membawakan semangkuk susu dan sepotong ikan. Ia membuatkan tempat tidur dari kain lembut di dekat pintu. «Tidurlah di sini, Kucing Manis,» katanya. Kucing itu mendengkur halus, seperti mengucap terima kasih.
🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.
Unduh di Google PlayUnduh di App StoreHalaman 4
Malam itu terdengar suara mencurigakan. Cit, cit, cit. Ratusan tikus berbaris dari gurun menuju lumbung desa! Mereka mau menghabiskan gandum simpanan warga. Semua orang tertidur pulas, tidak ada yang tahu.
Halaman 5
Kucing itu membuka matanya — sepasang mata yang menyala seperti dua lentera emas! Ia berdiri, bulunya berkilau keemasan, dan tubuhnya tumbuh besar... besar sekali. Itu bukan kucing biasa. Itu Bastet, sang kucing pelindung!
Halaman 6
Bastet tidak menerkam. Ia berjalan tenang, mengeong panjang, lalu menggiring pasukan tikus keluar desa — seperti gembala menggiring domba. «Di padang sana ada biji rumput melimpah,» katanya. «Itu makananmu. Lumbung ini bukan.»
Halaman 7
Tikus-tikus menurut dan berlari ke padang rumput. Bastet kembali, mengecil lagi menjadi kucing biasa, lalu meringkuk di kaki tempat tidur Nefer. «Tidur yang tenang, Nefer kecil,» dengkurnya halus. Ia menjaga mimpi gadis kecil itu sampai pagi.
Halaman 8
Paginya, warga melihat jejak ratusan tikus berbelok menjauhi lumbung. «Siapa yang menyelamatkan gandum kita?» Nefer memandang kucingnya. Di leher kucing itu kini berkilau kalung emas kecil. «Terima kasih, Bastet,» bisiknya.
Halaman 9
Sejak itu, setiap rumah di Mesir menyayangi kucing. Kucing diberi susu dan tidur di kaki anak-anak, menjaga mimpi mereka. Dengarkan dengkur halusnya, pelan dan hangat... Kelopak matamu mulai turun. Selamat tidur, Nefer kecil menitip salam.
"Bastet Sang Kucing Pelindung" bukan satu dongeng kuno tertentu; ia disusun dari apa yang diketahui tentang Bastet, tokoh mitologi Mesir berwujud kucing, pelindung rumah dan anak-anak. Pusatnya di kota Bubastis di delta Nil; sejarawan Yunani Herodotus menyaksikan sendiri perayaannya, dan ribuan mumi kucing ditemukan di pemakaman Mesir.
Kucing memang penjaga lumbung; begitulah persahabatan manusia dan kucing bermula ribuan tahun lalu — kucing liar datang ke ladang gandum karena tikus, lalu tinggal. Kucing kampung di teras rumah Indonesia mengerjakan hal yang sama: cukup bau dan langkahnya, tikus sudah menjauh.
Cocok untuk usia 3–6 tahun. Bastet dalam mitos punya sisi garang — kadang digambarkan sebagai singa betina — dan kucing sungguhan tentu menerkam tikus; versi kami memilih Bastet yang menggiring, bukan memangsa. Bahan ngobrol: hanya Nefer yang berjongkok untuk kucing kusam itu — kenapa? Siapa yang menjaga tidurmu setiap malam?
Kebaikan kecil kepada makhluk yang lemah akan kembali sebagai perlindungan yang besar.
Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.