Google PlayApp Store
Sampul cerita Pelaut dan Pulau Ular Ajaib

Pelaut dan Pulau Ular Ajaib

10 halaman3 menit 12 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Ada seorang pelaut Mesir yang riang. Ia berlayar dengan kapal besar bersama banyak pendayung. Mereka mengangkut rempah dan kain, menyusuri laut yang biru.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Suatu hari langit menghitam. Badai datang! Ombak setinggi bukit mengangkat kapal. Pelaut kita terlempar ke laut. Untung ada papan kayu! Ia berpegangan erat-erat, sampai ombak mendorongnya ke sebuah pantai.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Pelaut itu terbangun di pulau yang aneh dan indah. Pohon ara penuh buah, kurma manis bergelantungan, burung-burung bernyanyi. «Pulau apa ini?» bisiknya. «Kenapa semuanya tumbuh begitu subur?»

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Tiba-tiba tanah bergetar. Dum. Dum. Dari balik pepohonan muncul ular raksasa! Panjangnya seperti tiga puluh perahu, sisiknya keemasan berkilau. «Siapa yang datang ke pulauku?» tanyanya dengan suara menggelegar.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Pelaut itu gemetar, tapi ia membungkuk sopan. «Aku pelaut yang terdampar, Tuan Ular. Badai memisahkanku dari kapalku.» Ular itu menatapnya lama, lalu tersenyum lembut. «Jangan takut. Di pulauku tidak ada yang perlu ditakuti.»

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Ular emas itu ternyata baik dan sangat kesepian. «Dulu keluargaku tinggal di sini,» katanya. «Kini mereka pindah ke pulau yang jauh, dan aku menjaga pulau ini sendirian. Aku rindu mendengar cerita.»

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Maka setiap sore pelaut itu bercerita: tentang Nil, tentang pasar yang ramai, tentang anak-anaknya di rumah. Ular raksasa mendengarkan sambil memejamkan mata. «Ceritamu seperti madu,» katanya. «Manis dan menghangatkan.»

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Empat bulan kemudian, sebuah layar muncul di cakrawala. Kapal! «Itu kapalmu. Teman-temanmu selamat dan mencarimu,» kata sang ular. Ia memberi hadiah: rempah harum, kayu manis, dan batu permata yang berkilau.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

«Satu pesan terakhir,» kata ular itu. «Setelah kau pergi, pulau ini akan menghilang menjadi ombak. Jangan mencarinya lagi. Tapi ceritakan aku kepada anak-anakmu, maka aku tidak pernah hilang.» Pelaut memeluk sahabat raksasanya.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Pelaut pulang dan berkumpul lagi dengan keluarganya. Malam-malam ia bercerita tentang ular emas yang baik hati. Sekarang matamu mulai berat, ya? Biarkan ombak yang pelan mengantar mimpimu. Nyenyak, ya.

Tentang cerita ini

"Pelaut yang Karam" adalah salah satu cerita petualangan tertua yang pernah ditulis manusia. Ia tersimpan pada satu papirus dari zaman Kerajaan Pertengahan Mesir, sekitar empat ribu tahun lalu, yang kini ada di Museum Hermitage, St. Petersburg; bahkan nama juru tulis penyalinnya tercatat di akhir naskah.

Pulau ular memang ajaib, tetapi muatannya nyata: orang Mesir kuno berlayar lewat Laut Merah untuk membawa pulang kemenyan, mur, dan rempah. Kayu manis dalam hadiah sang ular punya mata rantai ke Indonesia — kayu manis dari Kerinci, Sumatra, sampai kini dijual ke seluruh dunia. Dan sanca kembang Indonesia adalah ular terpanjang di dunia.

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Dalam papirus aslinya keluarga sang ular musnah terkena bintang jatuh; versi kami membiarkan mereka sekadar pindah, menyisakan kesepian yang bisa diobati cerita. Bahan ngobrol: kenapa ular itu berkata "ceritakan aku, maka aku tidak pernah hilang"? Cerita siapa di keluarga kita yang ingin kamu ingat?

Untuk orang tua

Pesan moral

Oleh-oleh paling berharga dari sebuah perjalanan bukan harta, melainkan cerita dan persahabatan.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Bagaimana pelaut itu bisa sampai di pulau ular?
  2. Kenapa ular raksasa itu merasa kesepian?
  3. Apa pesan terakhir sang ular sebelum pelaut pulang?
  4. Cerita apa yang paling ingin kamu dengar sebelum tidur?

Untuk kelas

pendayungrempahterdamparsisikmenggelegarcakrawala

Cerita lain: Mesir

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.