

Halaman 1
Di negeri Mesir tinggal Isis, penyihir muda yang baik hati. Sihirnya lembut seperti angin sungai. Ia menyembuhkan anak yang demam dan menumbuhkan gandum di ladang kering. Semua orang sayang pada Isis.

Halaman 2
Tapi ada satu ilmu yang belum dimiliki Isis: ilmu penyembuhan yang paling dalam. Ilmu itu hanya terbuka bagi yang mengetahui nama rahasia Ra, sang kakek matahari. Dan nama itu belum pernah dibisikkan kepada siapa pun.
Halaman 3
Suatu hari, seorang kakek tua berjalan tertatih di tepi Nil. Jubahnya berdebu, bibirnya kering. Isis tidak tahu siapa dia. «Duduklah, Kek,» katanya. «Di sini ada bayangan pohon yang sejuk.»
🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.
Unduh di Google PlayUnduh di App StoreHalaman 4
Isis mengambilkan air jernih dan roti hangat, lalu mengipasi kakek itu dengan daun palem. «Kenapa kau menolongku? Aku bukan siapa-siapa,» tanya si kakek. «Semua orang adalah siapa-siapa,» jawab Isis sambil tersenyum.
Halaman 5
Malam turun. Kakek itu menggigil tertiup angin sungai. Isis menyelimutinya dengan kainnya sendiri. «Tidurlah, Kek,» bisiknya sambil bernyanyi pelan. Sepanjang malam Isis menjaga api kecil agar kakek itu tetap hangat.
Halaman 6
Pagi harinya, kakek itu berdiri. Tubuhnya mulai bersinar keemasan, makin lama makin terang. Ternyata ia Ra! «Kau merawat kakek tua tanpa tahu ia raja matahari,» kata Ra. «Hatimu benar-benar tulus, Isis.»
Halaman 7
Ra menunduk dan berbisik di telinga Isis — pelan sekali, seperti angin pagi. Itulah nama rahasianya. «Gunakan hanya untuk menolong,» pesan Ra. «Jangan pernah untuk pamer.» Isis mengangguk. «Aku berjanji.»
Halaman 8
Sejak hari itu, sihir Isis menjadi yang paling kuat di seluruh Mesir. Ia menyembuhkan yang sakit dan menenangkan yang menangis. Dan nama rahasia itu? Ia menyimpannya rapat-rapat, bahkan sampai hari ini.
Halaman 9
Anak-anak Mesir percaya: kalau malam sunyi, Isis lewat sambil bersenandung, memeriksa siapa yang belum tidur. Sst, dengarkan senandungnya yang halus... Tidurlah yang nyenyak, sampai bertemu di mimpi.
Kisah nama rahasia Ra tercatat pada papirus Mesir dari zaman Kerajaan Baru, sekitar tiga ribu tahun lalu, yang kini tersimpan di Museum Mesir di Turin. Aslinya bukan dongeng, melainkan mantra penyembuh: orang Mesir percaya nama sejati menyimpan kekuatan pemiliknya, dan teks ini dibacakan untuk mengobati gigitan ular.
Kepercayaan bahwa nama itu berharga mudah ditunjukkan. Nama firaun selalu ditulis dalam bingkai lonjong bernama cartouche — cari fotonya bersama anak di buku hieroglif. Lalu tanyakan arti namanya sendiri dan siapa yang memilihnya. Kurma dalam cerita pun akrab dari meja keluarga setiap bulan puasa.
Cocok untuk usia 4–7 tahun. Dalam mitos aslinya Isis justru membuat ular dari air liur Ra, membiarkan Ra tergigit, lalu menawarkan obat sebagai tukar nama rahasianya. Versi kami membaliknya: nama menjadi balasan atas kebaikan yang tulus. Bahan ngobrol: Isis menolong kakek tanpa tahu ia Ra — apa bedanya menolong karena ingin hadiah dan karena peduli?
Kekuatan sejati dipercayakan kepada orang yang tulus menolong tanpa mengharap balasan.
Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.