Google PlayApp Store
Sampul cerita Ra dan Perahu Matahari

Ra dan Perahu Matahari

10 halaman3 menit 25 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Dahulu kala, di negeri Mesir, mengalir sungai besar bernama Nil. Airnya berkilau seperti kaca. Tinggi di langit tinggal Ra, sang kakek matahari. Setiap pagi ia berlayar dengan perahu emas, membawa matahari melintasi langit.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Ra sudah sangat tua. Janggutnya putih keemasan, dan ia suka menguap lebar-lebar. «Aduh, tulangku,» keluhnya sambil tersenyum. Tapi setiap pagi ia tetap bangun, sebab seluruh dunia menunggu cahayanya.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Ra tidak berlayar sendirian. Thoth, burung ibis yang pintar, memegang peta bintang. Bastet, kucing emas, menjaga haluan perahu. «Siap berangkat, Kakek Ra?» tanya Thoth. «Siap!» jawab Ra. «Angkat layar cahaya!»

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Perahu emas meluncur tinggi. Di bawah, anak-anak melambai dari tepi Nil. Petani menjemur gandum, kuda nil berendam malas-malasan. «Selamat pagi, Ra!» seru mereka. Ra melambai balik, dan sinarnya menghangatkan seluruh negeri.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Sore hari, langit berubah jingga. Perahu menukik ke balik bukit pasir, masuk ke sungai malam — sungai rahasia yang penuh bintang. Di sana sepi dan gelap. «Nyalakan lentera,» bisik Ra. «Kita lewat jalan malam.»

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Tiba-tiba jalan di depan tertutup kabut hitam. Kabut itu bergerak seperti ular raksasa. Itulah Apep, si ular kabut yang ingin menelan cahaya matahari. «Ssst... berikan matahari itu padaku,» desisnya.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Bastet melompat ke ujung perahu. Bulunya berdiri, matanya menyala seperti dua lentera emas. «Mundur, Apep! Cahaya ini untuk anak-anak yang mau bangun pagi!» Thoth mengangkat petanya, Ra mengangkat dayungnya tinggi-tinggi.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Cahaya mereka bergabung menjadi terang sekali. Apep silau. Ia menguap lebar, menggulung dirinya, lalu menyelinap pergi ke dasar kegelapan. «Kalau bersama-sama, cahaya kita tak terkalahkan,» kata Ra sambil tertawa.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Di ujung sungai malam, pintu pagi terbuka. Burung Bennu bernyanyi menyambut mereka. Ayam berkokok, embun berkilau, dan dunia perlahan bangun. Perahu emas naik ke langit, membawa pagi yang baru.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Begitulah setiap hari, sampai sekarang. Kalau senja berwarna jingga, itu tandanya perahu Ra sedang berlayar pulang. Ra menguap, kamu ikut menguap. Pejamkan matamu pelan-pelan... Selamat tidur, mimpi indah.

Tentang cerita ini

"Ra dan Perahu Matahari" berakar pada mitologi Mesir kuno, warisan salah satu peradaban tertua di dunia. Orang Mesir membayangkan matahari sebagai perahu yang berlayar di langit siang, lalu menempuh sungai gelap pada malam hari dan dihadang ular raksasa Apep. Gambaran ini terukir di makam para firaun lebih dari tiga ribu tahun lalu.

Perahu matahari bukan sekadar khayalan: di sisi Piramida Agung Giza pernah digali perahu kayu sepanjang 43 meter yang dikubur di samping makam Firaun Khufu, kini dipajang utuh di museum. Yang lebih dekat: ajak anak menonton matahari terbenam. Langit jingga di ujung sore persis "perahu Ra pulang" di halaman terakhir.

Cocok untuk usia 3–6 tahun. Dalam mitos aslinya pertarungan dengan Apep terjadi setiap malam dan ular itu ditombak lalu dicincang; versi kami mengusirnya cukup dengan cahaya yang digabungkan, tanpa ada yang terluka. Bahan ngobrol: tugas apa di rumah yang lebih ringan kalau dikerjakan bersama?

Untuk orang tua

Pesan moral

Tugas besar terasa ringan dan kegelapan tidak menakutkan kalau dihadapi bersama teman.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Siapa saja yang menemani Ra di perahu matahari?
  2. Apa yang diinginkan Apep, si ular kabut?
  3. Bagaimana Ra, Thoth, dan Bastet membuat Apep pergi?
  4. Kalau kamu punya tugas yang berat, siapa teman yang mau membantumu?

Untuk kelas

haluanlenterasilaumenukikmenggulungembun

Cerita lain: Mesir

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.