

Halaman 1
Suatu hari Thor dan Loki pergi berpetualang ke negeri para raksasa. Salju berderit di bawah kaki mereka. Di ujung lembah berdiri kastil yang sangat besar. Namanya Utgard. Gerbangnya lebih tinggi dari pohon cemara.

Halaman 2
Raja Utgard menyambut mereka dari singgasananya yang tinggi. «Tamu boleh masuk,» katanya, «asal punya keahlian hebat. Di sini semua orang jago sesuatu. Ayo, tunjukkan kemampuan kalian!»
Halaman 3
Loki maju duluan. «Aku paling cepat makan!» Juru masak bernama Logi menantangnya. Piring kayu yang panjang penuh makanan dihidangkan. Satu, dua, tiga! Loki makan secepat kilat — tapi Logi melahap makanan bersama piringnya! Loki kalah.
🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.
Unduh di Google PlayUnduh di App StoreHalaman 4
Thor haus. «Aku bisa minum paling banyak!» Raja memberinya tanduk minum yang panjang berisi air. Thor meneguk sekali — airnya hampir tidak berkurang. Dua kali, tiga kali! Napasnya habis, tapi tanduk itu masih penuh. «Aneh sekali,» gumam Thor.
Halaman 5
«Sekarang coba angkat kucingku,» kata Raja sambil tersenyum. Seekor kucing abu-abu besar melengkungkan punggungnya. Thor memeluk perutnya dan mengangkat sekuat tenaga. Kucing itu hanya mengangkat satu kaki! Para raksasa terkikik geli.
Halaman 6
«Terakhir, bergulatlah dengan pengasuhku, Nenek Elli.» Seorang nenek tua kurus melangkah maju. Thor tidak mau kasar, tapi nenek itu kuat sekali! Pelan-pelan, lutut Thor menyentuh lantai. «Cukup,» kata Raja. «Kalian boleh bermalam di sini.»
Halaman 7
Paginya, Raja mengantar mereka ke gerbang. «Kuberi tahu rahasianya. Logi itu api yang melahap segalanya. Ujung tanduk itu tersambung ke laut. Kucing itu ular dunia yang melingkari lautan. Dan Nenek Elli adalah usia tua — tak seorang pun bisa menang.»
Halaman 8
«Jadi kalian hebat,» kata Raja. «Thor, tegukanmu membuat laut surut! Mulai sekarang, laut akan selalu pasang dan surut.» Thor terbelalak, mau marah... lalu malah tertawa. Ketika ia menoleh lagi, kastil Utgard sudah lenyap seperti kabut.
Halaman 9
Sepanjang jalan pulang Thor tersenyum. «Aku dikalahkan api, laut, dan usia tua. Tidak apa-apa. Aku sudah berusaha sekuat tenaga.» Loki mengangguk. «Dan sekarang kita punya cerita paling seru di seluruh Asgard!»
Halaman 10
Malam itu Thor bercerita di aula sambil minum susu hangat. Para dewa tertawa dan bertepuk tangan. Di luar, laut pasang dan surut, pelan dan tenang, seperti napas orang tidur. Ikutlah bernapas pelan seperti ombak... dan tidurlah.
Perjalanan Thor ke kastil Utgard dituturkan Snorri Sturluson dalam Edda Prosa, buku Islandia abad ke-13 yang menjadi sumber utama mitologi Nordik. Ini kisah lomba yang curang dari awal: tiap lawan ternyata bukan makhluk, melainkan kekuatan alam — api, laut, ular dunia, dan usia tua.
Yang paling mudah ditunjukkan adalah pasang surut. Di pantai mana pun garis air bergeser dua kali sehari: pagi perahu nelayan terdampar di pasir, sorenya terapung lagi. Dalam cerita ini, itulah tegukan Thor. Api yang melahap makanan bersama piringnya juga ada di dapur — nyala kompor memang "makan" lebih cepat daripada siapa pun.
Cocok untuk usia 4–8 tahun. Dalam kanon ada satu peserta lagi, pelayan Thor bernama Thjalfi yang kalah lari melawan Pikiran, dan di akhir Thor sempat mengangkat palunya dengan marah sebelum kastil lenyap; versi kami meringkas lombanya dan membiarkan Thor tertawa. Bahan ngobrol: kalau lawanmu adalah laut, apakah kalah itu memalukan?
Kalah dalam lomba bukan berarti lemah — yang penting berani mencoba sekuat tenaga.
Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.