

Halaman 1
Thor adalah dewa petir. Rambutnya merah, tawanya keras, dan hatinya baik. Ia punya palu ajaib bernama Mjolnir, palu petir. Suatu pagi Thor bangun dan berteriak: «Paluku! Paluku hilang!»

Halaman 2
Seisi Asgard geger. Tanpa Mjolnir, siapa yang akan melindungi kota para dewa? Loki si cerdik meminjam jubah bulu elang milik Freya. «Tenang, Thor. Aku akan mencarinya.» Ia pun terbang ke negeri para raksasa.
Halaman 3
Di sana, raja raksasa bernama Thrym sedang duduk santai mengelus janggutnya. «Ya, palu itu ada padaku,» katanya bangga. «Kusembunyikan jauh di dalam bumi. Akan kukembalikan kalau Freya yang cantik mau jadi pengantinku!»
🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.
Unduh di Google PlayUnduh di App StoreHalaman 4
Loki pulang membawa kabar itu. Freya marah sekali sampai kedua kucing besarnya mendesis. «Tidak! Aku tidak mau menikah dengan raksasa!» Semua dewa berpikir keras. Lalu Heimdall punya ide jenaka. «Bagaimana kalau Thor yang memakai gaun pengantin?»
Halaman 5
«Apa?! Tidak mau!» seru Thor. Tapi demi Mjolnir, akhirnya ia mengalah. Para dewi memakaikannya gaun panjang, kerudung tebal, dan kalung berkilau. Loki menyamar jadi pelayan pengantin. «Ayo, Nona Freya,» katanya sambil menahan tawa.
Halaman 6
Di istana Thrym, pesta besar digelar. Sang «pengantin» makan delapan ekor ikan salmon dan sekeranjang roti, lalu minum semangkuk susu. Thrym terbelalak. «Wah, lahap sekali!» Loki cepat menjawab: «Ia tidak makan delapan hari, terlalu rindu padamu.»
Halaman 7
Thrym mengintip ke balik kerudung. Sepasang mata menyala menatapnya. Ia mundur kaget. «Ma-matanya galak sekali!» Loki menjawab lagi: «Ia tidak tidur delapan malam, terlalu ingin cepat menikah.» Thrym pun percaya.
Halaman 8
«Bawakan palu Mjolnir!» perintah Thrym. «Letakkan di pangkuan pengantinku sebagai hadiah.» Para raksasa mengangkat palu itu dan meletakkannya di pangkuan sang «pengantin». Jari-jari besar langsung menggenggam gagangnya erat-erat.
Halaman 9
Thor berdiri, melempar kerudungnya. «Terima kasih, Thrym. Paluku kembali!» Ia mengangkat Mjolnir tinggi-tinggi. GLEGAR! Petir menyambar-nyambar di langit istana. Para raksasa lari bersembunyi di balik meja. Thor dan Loki tertawa sampai sakit perut.
Halaman 10
Mereka pulang membawa Mjolnir. Sif, istri Thor, menyambut sambil tersenyum geli melihat suaminya masih memakai gaun. Asgard aman kembali. Petir kecil berkelip jauh di langit, seperti berkata selamat malam. Tidurlah nyenyak, pahlawan kecil.
Cerita Thor yang menyamar sebagai pengantin ini berasal dari Thrymskvida, salah satu puisi paling jenaka dalam Edda Islandia, dicatat sekitar abad ke-13 dari tradisi lisan yang jauh lebih tua. Sampai sekarang ia mitos Nordik yang paling sering diceritakan ulang untuk anak, karena hampir seluruhnya tawa.
Petir Thor bisa diamati langsung. Saat hujan badai, ajak anak menghitung detik antara kilat dan gemuruhnya: tiga detik berarti kira-kira satu kilometer. Indonesia termasuk negeri paling banyak petirnya di dunia — Bogor pernah tercatat sebagai kota dengan hari badai petir terbanyak dalam setahun. Thursday, hari Kamis dalam bahasa Inggris, berarti hari Thor.
Cocok untuk usia 4–8 tahun. Dalam puisi aslinya, begitu palu kembali ke tangannya, Thor memukul roboh Thrym dan seluruh keluarganya; versi kami mengakhirinya dengan petir di langit dan para raksasa yang bersembunyi di kolong meja. Bahan ngobrol: kapan kita boleh menertawakan diri sendiri demi tujuan yang penting?
Kekuatan menjadi makin hebat kalau ditemani akal yang cerdik — dan sedikit rasa humor.
Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.