

Halaman 1
Dahulu kala, di tengah segala dunia, tumbuh sebatang pohon raksasa. Namanya Yggdrasil, pohon dunia. Cabangnya menyentuh langit. Akarnya masuk jauh ke dalam bumi. Tidak ada pohon lain yang sebesar itu.

Halaman 2
Di cabang paling atas ada Asgard, kota para dewa yang berkilau emas. Di tengah batang ada Midgard, bumi tempat manusia tinggal. Dan jauh di bawah, di antara akar, tinggal seekor naga kecil bernama Nidhogg.
Halaman 3
Di puncak pohon bertengger seekor elang besar yang bijaksana. Antara elang dan naga berlari seekor tupai lincah bernama Ratatosk. Tugasnya membawa pesan: naik, turun, naik, turun, sepanjang hari.
🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.
Unduh di Google PlayUnduh di App StoreHalaman 4
Tapi Ratatosk suka iseng. Elang berpesan: «Salam untuk Nidhogg.» Ratatosk menyampaikan: «Elang bilang, ekormu jelek!» Naga berpesan: «Salam kembali.» Ratatosk berseru: «Nidhogg bilang, bulumu kusut!»
Halaman 5
Elang dan naga pun bertengkar dari jauh. Kata-kata mereka makin keras dan makin kasar. Yggdrasil ikut sedih. Batangnya bergetar. Daun-daunnya menguning dan berguguran satu per satu.
Halaman 6
Di dekat akar tinggal tiga saudari penjaga sumur. Setiap pagi mereka menyirami Yggdrasil. «Lihat,» kata si sulung, «pohon dunia sakit. Kata-kata kasar membuat daunnya gugur.» Ratatosk mendengar itu dan tertunduk malu.
Halaman 7
«Ini salahku,» bisik Ratatosk. «Elang dan naga tidak pernah berkata kasar. Akulah yang mengubah pesan mereka.» Ia menarik napas dalam-dalam, lalu berlari secepat angin.
Halaman 8
Kepada naga ia berkata: «Maafkan aku. Elang sebenarnya mengirim salam sayang.» Kepada elang ia berkata: «Nidhogg juga. Ia ingin berteman.» Sejak hari itu, Ratatosk hanya membawa kata-kata yang baik.
Halaman 9
Yggdrasil kembali hijau. Daun barunya berkilau ditiup angin malam. Elang tidur di puncak, naga tidur di akar, dan Ratatosk meringkuk di sarangnya yang hangat. Pohon dunia berayun pelan, mengayun semua penghuninya. Selamat tidur.
Yggdrasil, pohon raksasa yang menopang semua dunia, adalah gambaran paling terkenal dari mitologi Nordik. Ia dituturkan dalam Edda — puisi-puisi tua Islandia dan buku Snorri Sturluson dari abad ke-13. Tupai Ratatosk, elang di puncak, naga Nidhogg di akar, dan tiga penjaga sumur yang menyirami pohon: semuanya memang ada di sana.
Pohon yang cabangnya menjadi rumah banyak makhluk ada di alun-alun mana pun: beringin tua memang dihuni burung, tupai, semut, dan kelelawar. Bajing kelapa di pohon nyiur sama gesitnya dengan Ratatosk. Pohon kehidupan pun ada dalam budaya sendiri: gunungan wayang menggambarkan pohon besar dengan hewan-hewan di dahannya.
Cocok untuk usia 3–7 tahun. Dalam Edda, Ratatosk terus membawa kata-kata hasutan dan Nidhogg terus menggerogoti akar tanpa pernah berdamai; versi kami memberi si tupai kesempatan mengaku salah dan memperbaiki pesannya. Bahan ngobrol: apa bedanya menyampaikan pesan dengan menambah-nambahinya?
Kata-kata itu seperti benih: kata yang baik menumbuhkan, kata yang kasar membuat layu.
Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.