

Halaman 1
Di tengah padang rumput Rusia berdiri sebuah rumah kayu kecil. Namanya teremok. Tidak ada yang tinggal di sana. Suatu hari, seekor tikus kecil lewat. "Tok, tok! Siapa yang tinggal di rumah kecil ini?" Tidak ada jawaban. Maka tikus pun masuk.

Halaman 2
Datanglah seekor katak hijau. "Tok, tok! Siapa yang tinggal di teremok?" "Aku, Tikus Kecil. Kamu siapa?" "Aku Katak Hijau. Boleh aku ikut tinggal?" "Boleh, masuklah!" Sejak itu mereka tinggal berdua, memasak sup dan bernyanyi bersama.
Halaman 3
Esoknya seekor kelinci berlari datang. "Tok, tok! Siapa di dalam?" "Aku Tikus Kecil!" "Aku Katak Hijau! Kamu siapa?" "Aku Kelinci Loncat. Aku sedang mencari rumah." "Ayo masuk, masih ada tempat!" Rumah kecil itu pun menjadi makin ramai.
🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.
Unduh di Google PlayUnduh di App StoreHalaman 4
Lalu lewatlah seekor rubah dengan ekor lebat. "Rumah yang manis! Tok, tok! Boleh aku ikut tinggal?" Para penghuni menjawab bersama, "Boleh! Masuklah, Rubah!" Rubah membawa kue madu. Sore itu mereka minum teh sambil bercerita.
Halaman 5
Malamnya, serigala abu-abu mengetuk pelan. "Di luar dingin sekali. Bolehkah aku menumpang?" Semua saling pandang, lalu mengangguk. "Masuklah, tapi jangan mendengkur keras-keras, ya!" Serigala tersenyum malu. Berlima mereka tinggal dengan rukun.
Halaman 6
Suatu pagi, tanah bergetar. Bum! Bum! Seekor beruang besar datang. "Tok, tok! Aku juga mau tinggal di teremok!" "Aduh, Beruang, badanmu terlalu besar!" "Tidak apa-apa," kata beruang. "Aku naik ke atap saja!"
Halaman 7
Beruang memanjat pelan-pelan. Kriet... kraak! Atap melengkung, dinding bergoyang, dan rumah kecil itu roboh! Untung semua sempat melompat keluar. Beruang menunduk sedih. "Maafkan aku, teman-teman. Aku tidak tahu badanku seberat ini."
Halaman 8
"Jangan sedih," kata Tikus Kecil. "Ayo kita bangun rumah baru — yang lebih besar!" Semua bekerja bersama. Beruang mengangkat balok, serigala memasang dinding, rubah menata pintu, katak dan kelinci mengecat. Menjelang senja, teremok baru pun berdiri.
Halaman 9
Malam turun ke padang. Di teremok baru, enam sahabat berbaring berdekatan, hangat dan kenyang. Katak bersenandung pelan, makin lama makin lirih. Satu per satu mata terpejam. Selamat tidur, penghuni rumah kecil. Selamat tidur juga, kamu.
"Teremok" adalah dongeng berantai Rusia yang dikenal sejak abad ke-19: variannya tercatat dalam kumpulan Alexander Afanasyev, lalu diceritakan ulang banyak penulis dan menjadi lakon boneka favorit di taman kanak-kanak. Kata teremok berarti rumah kecil menjulang, semacam menara mungil dari kayu.
Ketukan "Tok, tok! Siapa yang tinggal di rumah kecil ini?" mudah dimainkan dengan kardus besar: anak menjadi tikus, lalu anggota keluarga bergantian mengetuk dan minta izin masuk. Adegan gotong royong membangun rumah dekat dengan kebiasaan kita: di banyak desa Indonesia rumah tetangga masih didirikan ramai-ramai.
Cocok untuk usia 3–6 tahun. Dalam banyak versi lama cerita berakhir begitu beruang meremukkan rumah; versi kami memilih akhir yang juga umum di Rusia: beruang meminta maaf dan semua membangun teremok baru. Bahan ngobrol: beruang tidak bermaksud jahat, tapi rumah tetap roboh — apa yang bisa ia lakukan sebelum naik ke atap? Siapa mengerjakan apa saat rumah dibangun lagi?
Selalu ada tempat untuk teman baru bila kita mau berbagi — dan kesalahan bisa diperbaiki bersama-sama.
Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.