

Halaman 1
Di tepi hutan Rusia tinggal seorang gadis kecil bernama Masha. Ia tinggal bersama Kakek dan Nenek. Suatu pagi, teman-teman mengajaknya memetik jamur. "Boleh, tapi jangan jauh-jauh," pesan Nenek. Masha mengangguk, lalu berangkat membawa keranjang.

Halaman 2
Di hutan, jamurnya banyak sekali. Masha memetik satu, lalu satu lagi, makin masuk ke dalam. Ketika ia mengangkat kepala, teman-temannya sudah tidak terlihat. "Halo? Teman-teman?" panggilnya. Hanya pepohonan yang menjawab dengan gemerisik.
Halaman 3
Masha berjalan lama sekali, sampai tiba di sebuah rumah kayu besar. Ia mengetuk pintu. "Permisi, boleh aku masuk? Aku tersesat," katanya pelan. Tidak ada yang menjawab. Masha duduk sebentar di bangku dekat tungku yang hangat... lalu tertidur.
🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.
Unduh di Google PlayUnduh di App StoreHalaman 4
Menjelang malam, pemilik rumah pulang. Seekor beruang besar! "Wah, ada tamu kecil," kata Beruang senang. "Tinggallah di sini. Masak bubur untukku, dan aku akan menjagamu." Masha ingin pulang, tapi Beruang melarang. "Hutan terlalu berbahaya untukmu."
Halaman 5
Masha pun tinggal di rumah Beruang, memasak bubur dan merapikan rumah. Tapi diam-diam ia rindu Kakek dan Nenek. Suatu hari, ia mendapat akal. "Beruang, aku mau membuat pirozhki, roti kecil isi, untuk kakek-nenekku. Maukah kamu mengantarnya ke desa?"
Halaman 6
Beruang setuju. "Tapi jangan makan pirozhki di jalan, ya!" kata Masha. "Aku akan naik ke pohon tinggi dan mengawasimu!" Lalu Beruang sibuk mencari tongkat jalan. Diam-diam Masha masuk ke keranjang besar. Ia menutupi dirinya dengan pirozhki.
Halaman 7
Beruang memanggul keranjang dan berjalan. Di tengah jalan ia lelah. "Duduk dulu, ah. Makan satu pirozhki, ah." Dari dalam keranjang terdengar suara, "Aku melihatmu! Jangan makan pirozhki-ku!" "Wah, tajam mata Masha," gumam Beruang, lalu jalan lagi.
Halaman 8
Dua kali lagi Beruang ingin berhenti, dan dua kali suara itu berseru, "Aku melihatmu!" Akhirnya sampailah ia di rumah Kakek dan Nenek. Anjing-anjing desa menggonggong. Beruang menaruh keranjang di depan pintu, lalu lari ke hutan.
Halaman 9
Kakek dan Nenek membuka keranjang. "Masha!" Mereka memeluknya erat sekali. "Aku pulang! Pirozhki ini buatanku sendiri!" kata Masha bangga. Mereka minum teh dari samovar, teko besar untuk teh, dan Masha bercerita tentang Beruang.
Halaman 10
Di tempat tidurnya sendiri, Masha menarik selimut sampai ke dagu. Betapa enaknya pulang ke rumah. Di hutan sana, Beruang juga meringkuk di rumahnya. Semua sudah berada di tempatnya masing-masing. Kamu juga, ya. Selamat tidur, mimpi yang manis.
"Masha dan Beruang" adalah dongeng rakyat Rusia yang tercatat pada abad ke-19 dan sejak lama menjadi bacaan pertama anak-anak di sana. Namanya kini dikenal di seluruh dunia, termasuk Indonesia, lewat serial animasi berjudul sama — tapi ceritanya berbeda; di sini kami mengikuti dongeng aslinya.
Pirozhki adalah roti kecil berisi kentang, kol, atau selai, dekat dengan pastel dan panada kita — bisa dibuat bersama lalu ditata di keranjang. Beruang cokelat Rusia berbadan besar dan tidur sepanjang musim dingin; beruang madu Sumatra dan Kalimantan adalah beruang terkecil di dunia dan aktif sepanjang tahun. Jamur liar, di hutan mana pun, tidak boleh dipetik sembarangan.
Cocok untuk usia 4–7 tahun. Dongeng aslinya sudah lembut, dan versi kami mengikutinya: beruang bukan tokoh jahat, hanya ingin punya teman, dan ia pulang ke hutan tanpa dilukai. Bahan ngobrol: kenapa Masha tidak langsung minta pulang saja? Bagaimana ia membuat beruang percaya bahwa ia mengawasi dari pohon?
Kecerdikan menolong kita keluar dari kesulitan — dan rumah adalah tempat paling nyaman untuk pulang.
Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.