Google PlayApp Store
Sampul cerita Burung Api

Burung Api

10 halaman3 menit 43 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Di sebuah kerajaan Rusia ada taman istana yang indah. Di tengahnya tumbuh pohon apel emas. Tapi ada yang aneh. Setiap pagi, beberapa apel hilang! Raja bertanya, "Siapa berani menjaga taman?" Pangeran bungsu, Ivan, mengangkat tangan. "Aku, Ayah!"

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Malam itu Ivan bersembunyi di balik pohon. Tengah malam, taman mendadak terang. Seekor burung besar turun, bulunya menyala seperti api! Ivan melompat menangkapnya, tapi burung itu lepas. Di tangan Ivan tertinggal satu bulu yang berpendar.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

"Burung Api!" kata Raja takjub melihat bulu itu. "Anakku, bawakan burung itu untukku." Ivan pun berangkat dengan kudanya. Di tengah hutan, seekor serigala abu-abu besar melintas. Kuda Ivan ketakutan dan lari pulang ke istana. Ivan tinggal sendirian.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

"Jangan takut, Pangeran," kata serigala itu. Ia bisa bicara! "Aku Serigala Abu-abu. Aku tahu di mana Burung Api tinggal. Naiklah ke punggungku." Ivan naik, dan wusss! Serigala berlari secepat angin, melewati hutan, sungai, dan gunung.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Mereka tiba di taman raja negeri seberang. Di sana, dalam sangkar emas, Burung Api bercahaya. "Ambil burungnya saja," pesan serigala. "Jangan sentuh sangkar emasnya!" Ivan masuk pelan-pelan. Tapi sangkar itu indah sekali... ia menyentuhnya. Triiing!

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Penjaga datang dan membawa Ivan menghadap raja negeri itu. Ivan menunduk. "Maafkan saya. Burung itu untuk ayah saya." Raja berpikir sebentar, lalu berkata, "Baiklah. Bawakan aku Kuda Surai Emas, maka Burung Api ini milikmu."

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Serigala membawanya ke istana kuda. "Kali ini ingat: jangan ambil kekang emasnya." Ivan mengangguk. Ia menuntun Kuda Surai Emas keluar pelan-pelan — dan kekang emas itu tidak disentuhnya sama sekali. "Nah, kamu sudah belajar," kata serigala bangga.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

"Kalau kuda ini kuserahkan, aku memang dapat Burung Api. Tapi kudanya hilang," kata Ivan. Serigala tersenyum. "Lihat ini!" Ia berputar — dan berubah menjadi kuda emas yang serupa! Ivan menukarnya dengan Burung Api, lalu serigala kembali ke wujudnya.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Ivan pulang membawa Burung Api dan Kuda Surai Emas. Raja memeluknya. "Anakku pemberani!" Burung Api tinggal di taman, diberi apel emas setiap hari, sampai betah dan tak ingin pergi. "Sampai jumpa, sahabatku," kata serigala pada Ivan.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Malam di istana kini terang lembut. Cahaya Burung Api berpendar pelan seperti lampu tidur, menjaga taman sampai pagi. Ivan tertidur, bulu berpendar di sisi ranjangnya. Biarlah cahaya itu menjaga mimpimu juga. Pejamkan matamu, tidurlah dengan tenang.

Tentang cerita ini

Kisah Pangeran Ivan, Burung Api, dan Serigala Abu-abu tercatat dalam kumpulan dongeng rakyat Rusia Alexander Afanasyev (abad ke-19) dan sering digambar pelukis Rusia. Burung Api juga terbang ke luar dongeng: balet "The Firebird" karya Igor Stravinsky (1910) berangkat dari cerita ini dan masih dipentaskan sampai kini.

Burung berbulu api tentu tidak ada, tapi yang tampak seperti api ada di Indonesia: cendrawasih dari Papua, berbulu jingga-emas yang mengembang saat menari, sejak dulu dijuluki burung surga. Pohon apel dari taman raja pun ada sungguhan di kebun apel Batu, Jawa Timur, tempat anak bisa memetik sendiri.

Cocok untuk usia 5–9 tahun. Aslinya lebih keras: kakak-kakak Ivan membunuhnya karena iri, dan serigala menghidupkannya kembali. Versi kami berhenti pada Burung Api dan kuda, tanpa kakak yang jahat; Ivan cukup belajar dari kesalahannya. Bahan ngobrol: kenapa Ivan menyentuh sangkar emas padahal sudah diperingatkan? Kapan kamu baru menurut pada percobaan kedua?

Untuk orang tua

Pesan moral

Dengarkan nasihat orang yang menyayangimu — kesalahan bisa dimaafkan bila kita mau belajar darinya.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Siapa yang mengambil apel emas dari taman raja setiap malam?
  2. Kenapa Ivan tertangkap di taman negeri seberang?
  3. Apa bedanya sikap Ivan saat mengambil burung dan saat mengambil kuda?
  4. Bagaimana cara serigala membantu Ivan pulang membawa keduanya?
  5. Kalau kamu punya sahabat seperti Serigala Abu-abu, kamu mau berpetualang ke mana?
mendengarkan nasihatpersahabatanbelajar dari kesalahan

Untuk kelas

bungsutakjubberpendarsangkarpenjagasuraikekang

Cerita lain: Rusia

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.