Google PlayApp Store
Sampul cerita Kolobok Si Roti Bulat

Kolobok Si Roti Bulat

9 halaman3 menit 17 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Di sebuah desa kecil di Rusia, hiduplah Kakek dan Nenek. Suatu pagi Kakek berkata, "Nek, aku ingin roti yang hangat." Nenek mengumpulkan sisa tepung. Ia mengaduk, menguleni, lalu memanggang sebuah roti bulat kecil. Namanya Kolobok.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Nenek menaruh Kolobok di tepi jendela supaya dingin. Tapi Kolobok bosan diam. Ia bergoyang ke kiri, bergoyang ke kanan, lalu — hup! — melompat ke halaman. "Aku mau jalan-jalan!" serunya riang, dan ia menggelinding menuju jalan hutan.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Di jalan, seekor kelinci melompat keluar. "Kolobok, aku mau memakanmu!" Kolobok bernyanyi, "Aku Kolobok si roti bulat! Aku lolos dari Kakek, aku lolos dari Nenek. Darimu juga aku pasti lolos!" Ia menggelinding cepat, dan kelinci tertinggal.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Makin jauh, seekor serigala abu-abu menghadang. "Roti bulat, berhenti! Aku lapar!" Kolobok bernyanyi lagi, "Aku lolos dari Kakek, dari Nenek, juga dari kelinci. Darimu pun aku akan lolos!" Wusss — ia menggelinding lewat di antara kaki serigala.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Di tengah hutan berdiri seekor beruang besar. "Hmm, harum sekali. Sini, roti kecil!" gerutunya. Kolobok tertawa, "Aku lolos dari Kakek, Nenek, kelinci, dan serigala. Darimu juga, Beruang!" Ia menggelinding menuruni bukit, makin cepat, makin jauh.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Di bawah pohon birch yang kulitnya putih duduk seekor rubah merah. Suaranya manis sekali. "Aduh, roti yang tampan! Kudengar kamu pandai bernyanyi?" Kolobok senang sekali dipuji. Ia pun menyanyikan lagunya keras-keras, dari awal sampai akhir.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

"Merdu sekali," kata rubah, "tapi telingaku sudah tua. Naiklah ke hidungku, bernyanyilah sekali lagi." Kolobok yang bangga melompat ke hidung rubah. Ia baru membuka mulut — hap! Rubah menelannya. Dan Kolobok pun tidak ada lagi.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Di rumah, Nenek memanggang roti yang baru. Roti yang sombong memang mudah tertipu pujian manis. Roti baru ini tenang saja di atas meja, hangat dan wangi. Di sebelahnya mendesis samovar, poci logam tempat air teh selalu panas.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Kakek dan Nenek minum teh, lalu menguap pelan. Lampu dipadamkan. Di luar, hutan pun terlelap: kelinci, serigala, dan beruang tidur di sarangnya masing-masing. Sekarang giliranmu, sayang. Pejamkan matamu, dan biarkan mimpi menggelinding datang.

Tentang cerita ini

"Kolobok" adalah dongeng rakyat Rusia yang paling awal didengar anak-anak di sana, dan orang dewasa pun masih hafal lagunya. Ia tercatat pada abad ke-19 dalam kumpulan dongeng Alexander Afanasyev. Bentuknya berantai: setiap hewan menambah satu baris lagu, dan anak cepat ikut menyanyi.

Kolobok sebenarnya roti bulat kecil dari sisa tepung terakhir di rumah. Yang seru dicoba: buat adonan roti atau bakpao bersama, bulatkan dengan telapak tangan, lalu lihat ia menggelinding di meja. Samovar, poci logam untuk air teh, masih dipakai orang Rusia — mirip kebiasaan minum teh hangat sore hari di rumah kita.

Cocok untuk usia 3–6 tahun. Akhirnya tidak kami ubah: rubah tetap memakan Kolobok seperti dalam dongeng aslinya, hanya tanpa menakut-nakuti, dan Nenek memanggang roti baru supaya malam tetap tenang. Bahan ngobrol: kenapa Kolobok lolos dari kelinci, serigala, dan beruang, tapi tidak dari rubah? Pujian seperti apa yang membuat kita lupa berhati-hati?

Untuk orang tua

Pesan moral

Pujian manis tidak selalu tulus — jangan terbuai sampai lupa berhati-hati.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Dari apa Nenek membuat Kolobok?
  2. Siapa saja yang ditemui Kolobok di jalan? Coba sebutkan urutannya!
  3. Kenapa rubah berhasil menangkap Kolobok, padahal hewan lain tidak?
  4. Menurutmu, apa yang sebaiknya Kolobok lakukan saat rubah memujinya?
  5. Kalau kamu jadi Kolobok, kamu mau menggelinding ke mana?
kehati-hatianrayuan dan pujiandongeng rusia

Untuk kelas

tepungmengulenimemanggangmenggelindingmenghadangpujiansamovar

Cerita lain: Rusia

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.