Google PlayApp Store
Sampul cerita Raja Midas dan Sentuhan Emas

Raja Midas dan Sentuhan Emas

10 halaman3 menit 43 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Dahulu kala di Yunani kuno, hiduplah Raja Midas yang kaya raya. Istananya penuh peti emas, tapi ia selalu merasa kurang. Yang paling ia sayangi di dunia hanyalah putrinya, Zoe, yang suka bermain di kebun mawar istana.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Suatu sore, seorang kakek tua tersesat masuk ke kebun mawar. Midas menerimanya dengan baik: memberinya makan, tempat tidur yang hangat, dan bekal untuk pulang. Kakek itu tersenyum aneh. «Kebaikan harus dibalas, Raja. Sebutkan satu permintaan.»

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Ternyata kakek itu seorang dewa yang sedang menyamar! Mata Midas berbinar. «Aku ingin semua yang kusentuh berubah menjadi emas!» Dewa itu menatapnya lama. «Kau yakin?» «Yakin sekali!» «Baiklah. Besok pagi, permintaanmu terkabul.»

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Pagi harinya Midas menyentuh meja — SRING! — meja emas! Kursi jadi emas, tirai jadi emas, mawar-mawar di kebun jadi emas semua. Midas tertawa girang berlari ke sana kemari sambil menyentuh apa saja. «Aku raja terkaya di dunia!»

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Lelah berlari, Midas duduk untuk sarapan. Ia mengambil roti — roti itu jadi emas keras. Ia mengangkat cangkir susu — susu jadi emas beku. Ia menggigit buah anggur — KLETAK! Giginya nyeri. «Wah,» gumamnya, «bagaimana aku bisa makan?»

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

«Ayah!» Zoe berlari masuk sambil membawa mawar emas, hampir menangis. «Kebun kita rusak! Mawar tidak wangi lagi!» Midas lupa diri dan memeluk putrinya untuk menghiburnya. SRING! Pelukannya membeku. Zoe berubah menjadi patung emas.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Midas terduduk di lantai. Istananya penuh emas berkilauan, tapi sunyi sekali. Tidak ada tawa Zoe, tidak ada wangi mawar, tidak ada roti hangat. «Ambillah semua emasku,» bisiknya, «kembalikan putriku.» Air matanya menetes ke lantai emas.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Kakek dewa itu muncul kembali. «Sekarang kau mengerti, Midas?» «Aku mengerti,» jawab raja. «Yang paling berharga tidak bisa dibeli dengan emas.» «Pergilah ke sungai Paktolos. Basuhlah tanganmu, dan bawalah air untuk membasuh semua yang kau sesali.»

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Midas berlari ke sungai dan membasuh tangannya. Kilau emas mengalir dari jari-jarinya ke pasir sungai. Ia membawa air sungai ke istana dan memercikkannya ke mana-mana. Zoe hidup kembali dan tertawa! Mawar kembali merah dan wangi!

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Sejak hari itu pasir sungai Paktolos berkilau keemasan, dan Raja Midas menjadi raja yang murah hati. Malam itu ia mendongeng untuk Zoe sampai putrinya tertidur, di kamar yang sederhana dan hangat. Selamat tidur.

Tentang cerita ini

Midas bukan sekadar tokoh dongeng: raja bernama Midas sungguh pernah memerintah kerajaan Frigia — kini wilayah Turki — hampir tiga ribu tahun lalu, dan kisah sentuhan emasnya kemudian dituliskan Ovidius. Ungkapan "sentuhan Midas" masih dipakai di mana-mana, termasuk dalam bahasa Indonesia, untuk orang yang membuat apa saja berhasil.

Sungai Paktolos di akhir cerita juga nyata, mengalir di Turki sampai sekarang. Pasirnya memang mengandung emas: dari situlah kerajaan Lydia di tepiannya menjadi kaya raya dan termasuk yang paling awal mencetak koin logam di dunia.

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Dalam versi tua pemberi permintaan adalah Dionisos; di versi kami cukup "kakek dewa yang menyamar", dan Zoe yang sempat menjadi patung emas hidup kembali — menegangkan sebentar, lalu hangat. Bahan ngobrol: apa saja yang tidak bisa dibeli dengan emas (pelukan, wangi mawar, roti hangat), dan kapan "cukup" itu benar-benar cukup.

Untuk orang tua

Pesan moral

Hal yang paling berharga bukanlah emas, melainkan orang-orang yang kita sayangi.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Permintaan apa yang diucapkan Raja Midas?
  2. Kenapa sentuhan emas ternyata menyusahkan?
  3. Bagaimana cara Midas menghilangkan sentuhan emasnya?
  4. Menurutmu, apa yang lebih berharga daripada emas?

Untuk kelas

petitiraimenyamarberbinarmembasuhmurah hati

Cerita lain: Yunani

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.