Unduh di Google Play
Sampul cerita Herkules dan Burung-Burung Stimfalia

Herkules dan Burung-Burung Stimfalia

10 halaman3 menit 20 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Raja Eurystheus berseru dari dalam gentong perunggunya: «Tugas keenam! Usir burung-burung Stimfalia dari danau!» Herkules merapikan jubah kulit singa emasnya di bahu, mengambil busur dan anak panah, lalu berangkat ke Danau Stimfalos.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Burung-burung Stimfalia bukan burung biasa. Bulu mereka dari perunggu, tajam seperti anak panah, dan paruh mereka sekeras besi. Kawanan itu begitu besar sampai langit menjadi gelap, dan tak ada petani yang berani mendekati danau.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Herkules tiba di tepi danau. Airnya berlumpur dan dalam, kakinya tenggelam di rawa. Burung-burung bersembunyi di hutan yang lebat — ia tidak bisa melihat mereka. «Bagaimana caraku mengusir musuh yang tidak terlihat?» pikirnya.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google Play
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Tiba-tiba cahaya terang muncul. Dewi Athena yang bijaksana berdiri di hadapannya. «Ambillah kerincingan perunggu ini, Herkules,» katanya. «Bunyinya akan membuat burung-burung itu terbang ketakutan.» Herkules mengucap terima kasih.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Herkules mendaki bukit di tepi danau. Ia mengangkat kerincingan perunggu tinggi-tinggi dan mengguncangnya sekuat tenaga. TRANG! TRANG! TRANG! Bunyinya menggema di seluruh lembah, keras sekali, sampai air danau ikut bergetar.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Burung-burung Stimfalia panik! Ribuan burung terbang serentak dari hutan, sayap perunggu mereka berkilau. Bulu-bulu tajam berjatuhan seperti hujan, tapi Herkules berlindung di bawah kulit singa emasnya yang tak tembus senjata.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Sekarang Herkules bisa melihat mereka! Ia membidik dan memanah. Panahnya melesat tepat — satu burung jatuh. Lalu satu lagi, dan satu lagi. Panah Herkules tidak pernah meleset. Burung-burung yang jatuh tidak bangun lagi.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Sisa kawanan itu ketakutan. Mereka terbang tinggi, jauh melewati gunung dan laut, dan tidak pernah kembali lagi. Danau Stimfalos menjadi sunyi dan tenang. Herkules menurunkan busurnya dan tersenyum. Tugas keenam selesai.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Para petani kembali ke ladang di tepi danau, dan anak-anak bermain lagi di rerumputan. Ketika Herkules pulang membawa bulu perunggu sebagai bukti, Raja Eurystheus mengintip dari gentongnya dan cepat-cepat bersembunyi lagi.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Malam turun di Danau Stimfalos. Air tenang memantulkan bintang-bintang, dan burung-burung kecil bernyanyi pelan di sarangnya. Herkules beristirahat di tepi danau. Masih ada tugas lain menanti. Tapi itu cerita untuk malam yang lain. Selamat tidur.

Untuk orang tua

Pesan moral

Ketika masalah terasa mustahil, jangan malu menerima bantuan dan gunakan akalmu.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Kenapa Herkules mula-mula tidak bisa melihat burung-burung itu?
  2. Apa hadiah Dewi Athena, dan bagaimana Herkules memakainya?
  3. Kalau kamu punya masalah yang sangat sulit, siapa yang bisa kamu mintai bantuan?

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.