

Halaman 1
Dahulu kala di Yunani kuno, hiduplah Herkules, putra Zeus, pemuda terkuat di seluruh negeri. Para dewa memerintahkannya melayani Raja Eurystheus dan menyelesaikan dua belas tugas besar. Tugas pertama: mengalahkan Singa Nemea.

Halaman 2
Singa Nemea bukan singa biasa. Kulit emasnya tidak bisa ditembus senjata apa pun di dunia. Ia tinggal di gua di bukit dan membuat seluruh desa ketakutan — tidak ada yang berani menggembala domba di lembah lagi.
Halaman 3
Herkules mengambil busur, anak panah, dan gada kayunya yang besar, lalu mendaki bukit Nemea. Di tanah ia melihat jejak kaki singa yang sangat besar. Herkules menarik napas dan mengikutinya tanpa gentar.
🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.
Unduh di Google PlayHalaman 4
Singa muncul dari balik batu! Herkules membidik dan memanah. Panahnya melesat cepat dan tepat mengenai singa — tapi memantul dari kulit emasnya seperti ranting kecil. Sekali, dua kali, tiga kali. Singa itu bahkan tidak terluka.
Halaman 5
Herkules mengayunkan gadanya yang berat, tapi gada itu patah di punggung singa. «Senjata tidak berguna,» pikir Herkules. «Aku harus menggunakan kedua tanganku dan akalku.» Singa itu berlari kembali ke guanya.
Halaman 6
Gua singa punya dua pintu. Herkules mendorong batu besar dan menutup pintu yang satu, supaya singa tidak bisa lari. Lalu ia menarik napas dalam-dalam dan masuk ke gua yang gelap lewat pintu yang lain.
Halaman 7
Di dalam gua, Herkules bergulat dengan singa itu. Ia memeluk leher singa dengan kedua lengannya yang kuat. Singa mengaum dan melawan sekuat tenaga, tapi pelukan Herkules seperti batu karang — tidak bisa dilepaskan.
Halaman 8
Akhirnya singa besar itu roboh dan tidak bangun lagi. Bukit Nemea menjadi sunyi. Herkules duduk sejenak, lelah sekali. Tugas pertama selesai. Para gembala kembali ke lembah bersama domba-domba mereka.
Halaman 9
Kulit emas singa yang tak tembus senjata menjadi jubah pelindung Herkules. Ia memakainya di bahu, dengan kepala singa sebagai tudungnya. Ketika ia kembali, Raja Eurystheus begitu terkejut sampai bersembunyi di dalam gentong perunggu!
Halaman 10
Malam turun di Nemea. Desa tidur tenang tanpa rasa takut, dan Herkules beristirahat di bawah bintang-bintang. Masih ada sebelas tugas menanti. Tapi itu cerita untuk malam yang lain. Selamat tidur.
Kekuatan sejati lahir dari keberanian dan akal, bukan dari senjata.
Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.