

Halaman 1
Dari dalam gentong perunggunya, Raja Eurystheus memberi tugas ketiga: «Bawakan aku Rusa Kerinia yang bertanduk emas! Tapi awas — jangan sampai terluka sedikit pun!» Herkules memakai jubah kulit singanya dan berangkat ke pegunungan.

Halaman 2
Rusa Kerinia bukan rusa biasa. Tanduknya dari emas berkilau, kakinya dari perunggu, dan larinya lebih cepat dari anak panah. Rusa itu milik Artemis, dewi perburuan. Tidak ada yang boleh menyakitinya.
Halaman 3
Herkules melihat kilau emas di antara pepohonan — rusa itu! Ia berlari mengejar, tapi rusa itu melesat seperti angin. Sekejap saja sudah jauh di puncak bukit. «Baiklah,» kata Herkules. «Aku tidak akan menyerah.»
🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.
Unduh di Google PlayUnduh di App StoreHalaman 4
Herkules mengejar rusa itu selama satu tahun penuh. Melewati gunung tinggi, menyeberangi sungai deras, menembus hutan dan salju. Musim panas berganti musim dingin. Rusa emas selalu di depan, dan Herkules tidak pernah berhenti.
Halaman 5
Akhirnya rusa itu lelah dan berhenti minum di tepi sungai. Herkules mendekat pelan-pelan, selembut mungkin. Ia melompat dan menangkap rusa itu dengan kedua tangannya — hati-hati sekali, supaya tidak terluka sedikit pun.
Halaman 6
Tiba-tiba cahaya keperakan bersinar di antara pepohonan. Dewi Artemis berdiri di sana dengan busur peraknya. «Siapa yang berani menangkap rusaku?» tanyanya. Suaranya dingin seperti salju gunung.
Halaman 7
Herkules menunduk hormat. «Maafkan aku, Dewi Artemis. Aku tidak ingin menyakiti rusamu. Raja Eurystheus memberiku tugas ini, dan aku harus menyelesaikannya. Setelah itu, aku berjanji akan melepaskannya kembali.»
Halaman 8
Artemis memandang Herkules lama sekali. Ia melihat bahwa pemuda itu berkata jujur dan rusanya tidak terluka. «Baiklah,» kata sang dewi. «Karena kamu jujur dan lembut, bawalah rusaku kepada rajamu. Tapi ingat janjimu.»
Halaman 9
Herkules menggendong rusa emas itu ke istana. Raja Eurystheus terpesona melihat tanduk emasnya dari dalam gentong. «Cukup! Aku sudah melihatnya!» Maka Herkules menepati janjinya: ia membawa rusa itu kembali ke gunung dan melepaskannya.
Halaman 10
Rusa emas berlari pulang ke hutan Artemis, bebas dan gembira. Malam turun di pegunungan Kerinia. Herkules beristirahat di bawah pohon cemara. Masih ada tugas-tugas lain menanti. Tapi itu cerita untuk malam yang lain. Selamat tidur.
Tugas ketiga berbeda dari yang lain: rusa emas Kerinia tidak boleh dilukai, karena ia kesayangan Artemis, dewi pelindung hewan liar. Maka Herkules yang sekuat apa pun harus menyimpan kekuatannya dan memakai kesabaran — menurut mitos, ia mengejar rusa itu selama satu tahun penuh.
Para peneliti mitos menyukai satu detail: rusa betina dalam cerita ini bertanduk, padahal rusa betina biasa tidak bertanduk. Satu-satunya rusa betina bertanduk di dunia nyata adalah rusa kutub. Bisa jadi kisah ini menyimpan kabar dari negeri-negeri jauh di utara yang sampai ke Yunani lewat para pedagang.
Cocok untuk usia 4–8 tahun. Ini kisah yang tenang, tanpa monster — pas untuk malam ketika anak butuh cerita lembut. Bahan ngobrol: kapan kekuatan justru tidak berguna? Dan mengapa Herkules akhirnya melepaskan rusa itu pulang?
Kesabaran dan kejujuran membuka jalan yang tidak bisa dibuka oleh kekuatan.
Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.