

Halaman 1
«Tugas kelima!» kata Raja Eurystheus dari dalam gentongnya sambil terkekeh. «Bersihkan kandang Raja Augias — dalam satu hari saja!» Ia yakin itu mustahil. Herkules memakai jubah kulit singa emasnya dan berjalan ke kerajaan Elis.

Halaman 2
Raja Augias punya ribuan sapi dan kuda. Tapi kandangnya tidak pernah dibersihkan selama tiga puluh tahun! Kotorannya menumpuk setinggi bukit, dan baunya tercium sampai ke desa-desa. Tidak ada yang sanggup membersihkannya.
Halaman 3
Raja Augias tertawa mendengar tugas Herkules. «Satu hari? Seratus orang pun butuh seratus tahun!» Herkules memandang kandang yang luas itu, lalu memandang dua sungai yang mengalir di dekat lembah: Alpheus dan Peneus.
🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.
Unduh di Google PlayHalaman 4
Herkules tersenyum. Ia punya rencana. «Aku tidak akan membersihkannya dengan sekop,» pikirnya. «Air yang akan bekerja untukku.» Ia mengamati arah aliran sungai, lalu menggulung lengannya yang kuat dan mulai bekerja.
Halaman 5
BRAK! Herkules menjebol dinding kandang di satu sisi, lalu di sisi yang lain, sampai ada jalan masuk dan jalan keluar. Para pelayan istana melongo. «Untuk apa lubang-lubang itu?» bisik mereka. Sebentar lagi mereka akan tahu.
Halaman 6
Lalu Herkules menggali parit yang dalam dari sungai Alpheus dan sungai Peneus, lurus menuju kandang. Ia memindahkan batu-batu besar dan membuka jalan bagi air. Kedua sungai itu berbelok — dan mengalir deras ke arah kandang!
Halaman 7
Air sungai menderu masuk lewat lubang di dinding, mengalir melewati seluruh kandang, dan keluar di sisi yang lain. Kotoran tiga puluh tahun tersapu bersih dalam sekejap! Sapi-sapi melenguh senang di rumput yang bersih.
Halaman 8
Sebelum matahari terbenam, Herkules mengembalikan kedua sungai ke jalurnya semula. Kandang Raja Augias bersih berkilau, dan udara lembah kembali segar. Satu hari saja — dan pekerjaan seratus tahun selesai. Semua orang bersorak.
Halaman 9
Raja Augias terheran-heran memandang kandangnya yang bersih. Dan di Mycenae, Raja Eurystheus mengintip dari gentongnya, hampir tidak percaya. «Selesai? Dalam satu hari?» Herkules mengangguk. «Bukan dengan tanganku saja — tapi dengan akalku.»
Halaman 10
Malam turun di lembah Elis. Sungai Alpheus dan Peneus mengalir tenang kembali, dan sapi-sapi tidur di kandang yang bersih. Herkules beristirahat di tepi sungai. Masih ada tugas lain menanti. Tapi itu cerita untuk malam yang lain. Selamat tidur.
Pekerjaan yang mustahil bisa selesai kalau kita berpikir dengan cara baru.
Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.