Google PlayApp Store
Sampul cerita Putri Katak

Putri Katak

11 halaman4 menit 21 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Seorang raja punya tiga putra. "Sudah waktunya kalian menikah," kata raja. "Panahlah anak panah. Ke mana jatuhnya, di sana jodohmu." Panah kakak pertama jatuh di rumah bangsawan. Panah kakak kedua di rumah saudagar. Panah Ivan... jatuh di rawa.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Di tepi rawa, anak panah Ivan dipegang seekor katak hijau. "Jadilah istriku, Pangeran Ivan," kata katak itu. Ivan terkejut, tapi ia menepati aturan ayahnya. Katak itu sebenarnya Vasilisa yang Bijak, putri yang disihir. Ivan belum tahu.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Raja menguji para menantu. "Buatkan aku roti!" Malamnya, katak melepas kulitnya dan menjadi Vasilisa. Ia memanggang roti harum berhias gambar kota indah. Roti menantu lain keras dan gosong. "Roti dari rumah Ivan yang terbaik!" puji raja.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

"Sekarang, tenunlah permadani!" kata raja. Semalam saja, Vasilisa menenun permadani bergambar bintang dan sungai yang seolah mengalir. "Indah sekali!" seru raja. "Besok, datanglah semua ke pesta istana bersama istri kalian." Ivan pulang cemas.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Di pesta, semua berbisik-bisik menunggu. Lalu masuklah Vasilisa yang Bijak dalam gaun berwarna langit. "Itulah istriku," kata Ivan bangga. Vasilisa menari, dan dari lengan bajunya muncul danau kecil dengan angsa-angsa putih. Semua tamu terpukau.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Ivan berlari pulang. Ditemukannya kulit katak dan dilemparnya ke tungku. "Sekarang ia takkan jadi katak lagi!" Tapi Vasilisa pulang dan menjadi pucat. "Oh, Ivan. Sedikit lagi sihirku habis. Kini aku harus pergi ke negeri Koschei, penyihir tua itu."

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Vasilisa pun lenyap. Ivan mencarinya sampai sepatunya aus. Akhirnya ia tiba di rumah berkaki ayam milik Baba Yaga, nenek penyihir tua. "Tunjukkan jalan ke negeri Koschei." "Hmm, berani juga kamu," katanya. "Kekuatan Koschei ada di ujung jarum ajaib."

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

"Jarum itu di dalam telur, telur di dalam bebek, bebek di dalam kelinci, dan kelinci di dalam peti di atas pohon ek tua," kata Baba Yaga. "Pergilah, Ivan!" Ivan berterima kasih, lalu berangkat mencari pohon ek itu.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Di jalan, Ivan menolong beruang, kelinci, dan seekor ikan yang terdampar. "Kami akan menolongmu juga," janji mereka. Benar saja: beruang merobohkan pohon ek, peti pun pecah. Kelinci mengejar bebek, dan ikan mengambil telur dari sungai.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Di istananya, Koschei berteriak, "Kembalikan jarumku!" Ivan mematahkan ujung jarum itu — tik! Seketika sihir Koschei lenyap seperti asap tertiup angin. Ia menjadi kakek kurus yang tak berdaya, lalu lari entah ke mana. Vasilisa berlari memeluk Ivan.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 11

Ivan dan Vasilisa pulang, disambut pesta yang hangat. Tidak ada lagi kulit katak, tidak ada Koschei. Malam di istana tenang dan aman. Lilin-lilin dipadamkan satu per satu. Seperti itu juga matamu: redup... redup... lalu terpejam. Selamat tidur.

Tentang cerita ini

"Putri Katak" (Tsarevna-lyagushka) adalah salah satu dongeng Rusia paling dicintai, tercatat dalam kumpulan Alexander Afanasyev abad ke-19. Di sini berkumpul tokoh besar dongeng Rusia: Vasilisa yang Bijak, Baba Yaga, dan Koschei yang nyawanya tersembunyi di ujung jarum. Susunan telur dalam bebek, bebek dalam kelinci itu sudah menjadi teka-teki rakyat di Rusia.

Katak hijau di rawa Rusia punya banyak saudara di sini: katak sawah yang bernyanyi ramai setelah hujan, atau katak pohon hijau di daun; ajak anak mendengarkan suaranya di malam hari. Cara Koschei menyimpan nyawa, kotak dalam kotak, mirip boneka matryoshka — mudah ditiru dengan beberapa kotak yang ukurannya bertingkat.

Cocok untuk usia 5–9 tahun. Aslinya Koschei mati begitu jarumnya patah; versi kami hanya menghilangkan sihirnya sehingga ia jadi kakek kurus yang kabur. Bahan ngobrol: kenapa membakar kulit katak tanpa bertanya dulu justru membuat Vasilisa pergi? Kenapa beruang, kelinci, dan ikan mau menolong Ivan?

Untuk orang tua

Pesan moral

Bersabarlah dan jangan memaksakan sesuatu sebelum waktunya — dan kebaikan yang kita tanam akan kembali menolong kita.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Ke mana anak panah Ivan jatuh?
  2. Ujian apa saja yang diberikan raja kepada para menantu?
  3. Kenapa Vasilisa harus pergi setelah kulit kataknya dibakar?
  4. Siapa saja yang membantu Ivan menemukan jarum ajaib?
  5. Pernahkah kamu tidak sabar menunggu sesuatu? Bagaimana rasanya?
kesabarankebaikan berbalaskeluarga

Untuk kelas

rawapermadanimenenunmenantujarumpohon ekterpukau

Cerita lain: Rusia

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.