Google PlayApp Store
Sampul cerita Perseus dan Medusa

Perseus dan Medusa

10 halaman3 menit 38 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Dahulu kala di Yunani kuno, di pulau Serifos, hiduplah pemuda pemberani bernama Perseus. Jauh di seberang lautan tinggal Medusa — sosok berambut ular yang tatapannya bisa mengubah siapa pun menjadi batu. Para pelaut tidak berani berlayar jauh lagi.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Raja Serifos memanggil Perseus ke istana. «Kalau kau memang pemberani, hentikanlah Medusa!» Perseus menegakkan bahunya. «Baik, Raja. Aku akan pergi.» Malam itu ia menatap laut dan berpikir: bagaimana melawan musuh yang tidak boleh dipandang?

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Para dewa menghargai keberanian. Dewi Athena datang membawa perisai perunggu yang mengkilap seperti cermin. Hermes meminjamkan sandal bersayapnya. «Jangan pernah menatap Medusa langsung,» pesan Athena. «Pandanglah hanya bayangannya di perisai.»

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Dengan sandal bersayap, Perseus terbang melintasi laut yang luas. Angin mendorongnya seperti tangan yang lembut. Di ujung dunia ia melihat pulau kelabu penuh batu karang — sarang Medusa. Perseus mendarat pelan-pelan tanpa suara.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Di antara batu-batu itu ada yang berbentuk aneh: mirip pelaut yang sedang berlayar, mirip prajurit yang sedang berlari. Perseus bergidik. Mereka semua pernah menatap Medusa. «Aku tidak boleh melakukan kesalahan yang sama,» bisiknya.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Perseus berjalan mundur menuju gua, matanya hanya menatap perisai cermin. Dari dalam terdengar desis pelan — ratusan ular kecil di rambut Medusa. Di bayangan perisai ia melihat sosok itu bangkit. Jantung Perseus berdebar, tapi ia tidak lari.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

«Siapa yang berani datang ke pulauku?» seru Medusa. Matanya menyala mencari-cari. Perseus tetap membelakanginya dan mengangkat perisainya tinggi-tinggi, tepat di depan wajah Medusa. «Lihatlah dirimu sendiri!» serunya.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Medusa menatap bayangannya sendiri di perisai yang mengkilap. Tatapan saktinya memantul kembali! Perlahan-lahan, dari ujung kaki sampai ular terakhir di rambutnya, Medusa berubah menjadi batu. Pulau itu menjadi sunyi. Desisnya berhenti selamanya.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Dari pusaran debu yang berkilauan di tempat itu, muncul seekor kuda putih bersayap — Pegasus! Kuda ajaib itu mengibaskan sayapnya, menunduk hormat kepada Perseus, lalu terbang ke langit. Suatu hari nanti, ia akan punya ceritanya sendiri.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Batu-batu pelaut mulai bergerak — sihir Medusa lenyap, mereka hidup kembali! Bersama Perseus mereka berlayar pulang ke Serifos. Malam turun, ombak berbisik pelan, dan Perseus tertidur nyenyak di bawah bintang-bintang. Selamat tidur.

Tentang cerita ini

Perseus adalah salah satu pahlawan tertua mitologi Yunani — kisahnya dituturkan lebih dari dua setengah ribu tahun, dari vas kuno sampai film masa kini. Cara menangnya persis seperti dalam mitos: bukan kekuatan, melainkan perisai cermin pemberian Athena — musuh yang tak boleh dipandang dikalahkan lewat bayangannya sendiri.

Orang Yunani menempatkan para tokohnya di langit: ada rasi bintang Perseus sungguhan, dan di dekatnya rasi Andromeda serta Cassiopeia — satu keluarga cerita di angkasa malam. Kuda bersayap yang lahir di akhir kisah pun punya rasinya sendiri; ceritanya berlanjut di "Pegasus dan Bellerophon" di perpustakaan ini.

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Dalam versi-versi tua Medusa dipenggal; di versi kami ia menatap bayangannya sendiri dan membatu, sedangkan para pelaut yang dulu membatu hidup kembali — akhir yang lebih ramah untuk pengantar tidur. Bahan ngobrol: ketakutan kadang tidak perlu dipandang langsung; cukup dilihat dari sudut yang aman, ditemani ide yang bagus.

Untuk orang tua

Pesan moral

Musuh yang paling menakutkan pun bisa dihadapi dengan akal, keberanian, dan bantuan teman.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Kenapa Perseus tidak boleh menatap Medusa secara langsung?
  2. Hadiah apa yang diberikan Dewi Athena dan Hermes kepada Perseus?
  3. Bagaimana Medusa akhirnya berubah menjadi batu?
  4. Kalau kamu takut pada sesuatu, siapa yang bisa kamu minta bantuannya?

Untuk kelas

perisaisandal bersayapkarangdesisbergidikmemantul

Cerita lain: Yunani

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.