

Halaman 1
Dahulu kala di Yunani kuno, hiduplah Demeter, dewi tanaman, bersama putrinya Persephone. Ke mana pun Persephone berjalan, bunga-bunga bermekaran mengikuti jejak kakinya. Ladang gandum melambai, pohon-pohon berbuah lebat. Dunia selalu hangat.

Halaman 2
Suatu hari Persephone memetik bunga di padang rumput. Ada satu bunga narsis yang bersinar keemasan, lebih indah dari semua bunga. Baru saja ia menyentuhnya — tanah terbuka pelan, dan muncullah kereta hitam berkilau ditarik kuda-kuda sehitam malam.
Halaman 3
Itu kereta Raja Hades, penguasa dunia bawah yang sunyi. Sudah lama ia kesepian di istananya yang gelap, dan ia ingin Persephone menjadi ratunya. Sebelum Persephone sempat memanggil ibunya, kereta itu membawanya turun, dan tanah menutup kembali.
🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.
Unduh di Google PlayUnduh di App StoreHalaman 4
Demeter mencari putrinya ke mana-mana. Sembilan hari sembilan malam ia berjalan membawa obor, bertanya pada gunung, sungai, dan burung-burung. Akhirnya matahari yang melihat segalanya berkata: «Putrimu di dunia bawah, menjadi tamu Raja Hades.»
Halaman 5
Demeter duduk bersedih, dan bersama hatinya, dunia ikut layu. Daun-daun berguguran. Ladang gandum mengering. Angin dingin bertiup di kebun-kebun yang kosong. Untuk pertama kalinya, dunia mengenal musim dingin. Semua menunggu Demeter tersenyum lagi.
Halaman 6
Zeus melihat bumi kedinginan dan mengutus Hermes bersandal sayap. «Turunlah ke dunia bawah,» katanya. «Mintalah Hades mengantar Persephone pulang.» Hermes melesat seperti bintang jatuh, masuk lewat celah gua menuju istana batu hitam.
Halaman 7
Di dunia bawah, Persephone duduk di taman perak yang sunyi. Hades memperlakukannya seperti ratu, tapi matanya selalu menatap ke atas, rindu pada ibunya dan matahari. Hari itu, karena lapar, ia baru saja makan enam biji buah delima merah.
Halaman 8
«Zeus meminta Persephone pulang,» kata Hermes. Hades menghela napas panjang, lalu mengangguk. «Tapi ia sudah makan enam biji delima dunia bawah,» katanya. «Siapa yang makan di sini akan selalu kembali. Enam biji — enam bulan setiap tahunnya.»
Halaman 9
Begitulah perjanjiannya. Di padang rumput berbunga, Persephone memeluk ibunya erat-erat; di belakang mereka, jalan setapak menurun ke dunia bawah. Enam bulan di atas — musim semi dan musim panas. Enam bulan di bawah — musim gugur dan musim dingin.
Halaman 10
«Selamat datang pulang, putriku!» seru Demeter setiap kali Persephone kembali ke atas, dan bunga-bunga bermekaran serentak. Malam ini, di bawah tanah, biji-biji tidur nyenyak menunggu musim semi. Seperti kamu di bawah selimut hangatmu. Selamat tidur.
Beginilah orang Yunani kuno menjelaskan pergantian musim: salah satu "cerita mengapa" tertua di dunia, dari lingkaran mitos dewi Demeter — enam bulan bumi berbunga, enam bulan beristirahat.
Buah delima dari cerita ini mudah ditunjukkan: delima merah ada di pasar dan supermarket kita — belah satu, dan biji-biji merahnya persis seperti yang dimakan Persephone. Ada juga perbandingan yang asyik: Yunani punya empat musim, Indonesia dua — musim hujan dan kemarau. Anak bisa mengarang "perjanjian" versinya sendiri untuk menjelaskan musim kita.
Cocok untuk usia 4–8 tahun. Dalam versi tua Persephone diculik dengan kasar dan duka Demeter jauh lebih kelam; versi kami memperhalusnya — Hades yang kesepian memperlakukan Persephone seperti ratu, dan semuanya berakhir sebagai perjanjian yang ditepati semua pihak. Bahan ngobrol: rasa rindu saat berjauhan, dan serunya menyambut orang yang kita sayang pulang ke rumah.
Rindu dan sayang seorang ibu sekuat pergantian musim di dunia.
Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.