Google PlayApp Store
Sampul cerita Penggembala Sapi dan Gadis Penenun

Penggembala Sapi dan Gadis Penenun

10 halaman3 menit 12 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Dahulu kala di Tiongkok, hiduplah pemuda miskin bernama Niulang. Ia menggembalakan seekor sapi tua. Sapi itu istimewa: ia bisa berbicara! Tapi itu rahasia mereka berdua.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Di langit, tinggallah Zhinu, gadis penenun. Tenunannya menjadi awan senja yang berwarna-warni. Suatu hari Zhinu memandang ke bawah. «Indahnya sawah dan sungai di bumi. Aku ingin berjalan-jalan ke sana.»

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Zhinu turun ke bumi lewat jembatan pelangi. Di tepi sungai ia bertemu Niulang dan sapinya. Mereka bercakap-cakap sampai sore. «Kau baik hati dan lucu,» kata Zhinu sambil tertawa. Sejak hari itu, mereka bersahabat.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Niulang dan Zhinu kemudian menikah dan hidup bahagia di desa. Zhinu menenun kain terindah, Niulang bertani. Mereka punya dua anak yang lucu. Setiap malam mereka duduk berempat memandang bintang-bintang.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Tapi di langit, Ratu Langit mencari-cari. «Ke mana penenun awanku? Senja jadi pucat tanpa tenunannya!» Ia menemukan Zhinu di bumi. «Zhinu, langit membutuhkanmu. Kau harus pulang.»

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Zhinu sedih sekali. Ia memeluk Niulang dan anak-anaknya. «Aku harus menenun awan untuk semua orang di bumi juga,» bisiknya. Lalu Ratu Langit membawanya naik. Niulang berlari mengejar sambil menggendong kedua anaknya.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

«Naiklah ke punggungku!» kata sapi tua. «Aku sebenarnya sapi langit. Inilah lari terakhirku, yang paling hebat!» Sapi itu melompat ke angkasa, membawa Niulang dan anak-anak terbang di antara bintang-bintang.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Hampir sampai! Tapi Ratu Langit mengibaskan lengan bajunya, dan sungai bintang mengalir memisahkan mereka — orang menyebutnya Bimasakti. Niulang di satu tepi, Zhinu di tepi lain. Mereka saling melambai dari jauh.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Ribuan burung murai terharu. Setahun sekali mereka terbang berbaris membentuk jembatan sayap di atas sungai bintang. Niulang dan Zhinu berlari di atasnya dan berpelukan. «Baiklah, setiap tahun kalian boleh bertemu,» kata Ratu Langit lembut.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Di malam-malam lain, mereka saling menyapa lewat kelip bintang. Dua bintang terang di dua tepi Bimasakti — itulah mereka. Pandanglah bintang sebentar, lalu pejamkan mata. Biar bintang-bintang saling menjaga, dan kamu tidur nyenyak.

Tentang cerita ini

Kisah Niulang dan Zhinu termasuk empat legenda cinta terbesar Tiongkok. Ia dikenal sejak zaman kuno dan menjadi dasar Festival Qixi pada hari ketujuh bulan ketujuh Imlek; di Jepang cerita yang sama dirayakan sebagai Tanabata. Dua tokohnya adalah bintang sungguhan: Altair sebagai si penggembala dan Vega sebagai si penenun, di dua tepi Bimasakti.

Bimasakti dan kedua bintang itu bisa dilihat dari Indonesia dengan mata telanjang: cari malam tanpa bulan di musim kemarau, jauh dari lampu kota, dan tunggu sampai mata terbiasa gelap. Bagian menenun juga dekat dengan rumah: tenun ikat dan songket masih dibuat dengan alat tenun seperti dalam cerita.

Cocok untuk usia 5–9 tahun. Dalam banyak versi sapi tua mati dan kulitnya dipakai Niulang untuk terbang, dan Ratu Langit memisahkan mereka dengan tusuk konde; versi kami membiarkan sapi terbang dengan tenaganya sendiri dan membuat Ratu Langit lebih lembut. Bahan ngobrol: apa yang membuat orang tetap saling sayang meski jarang bertemu?

Untuk orang tua

Pesan moral

Sahabat sejati membantu sampai akhir, seperti sapi tua yang setia.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Kenapa Ratu Langit memanggil Zhinu pulang ke langit?
  2. Siapa yang membawa Niulang dan anak-anaknya terbang mengejar ke langit?
  3. Jembatan apa yang muncul setahun sekali di atas sungai bintang?
  4. Siapa di keluargamu yang selalu membantumu, seperti sapi tua membantu Niulang?

Untuk kelas

menggembalakanpenenunsenjapucatangkasamengibaskanBimasakti

Cerita lain: Cina & Jepang

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.