

Halaman 1
Dahulu kala di Tiongkok, ada gunung tinggi bernama Gunung Bunga dan Buah. Di puncaknya ada batu besar yang sudah ada sejak dunia masih muda. Ribuan tahun batu itu menyerap sinar matahari dan cahaya bulan.

Halaman 2
Suatu pagi — krak! Batu itu terbelah. Dari dalamnya melompat seekor monyet batu! Matanya bersinar seperti kilat kecil. Ia menggeliat, bersin, lalu tertawa. «Wah, dunia luas sekali!»
Halaman 3
Monyet batu bergabung dengan kawanan monyet gunung. Ia paling lincah, paling berani, dan paling banyak akal. Ia memanjat paling tinggi dan menemukan buah paling manis. Monyet-monyet lain senang berteman dengannya.
🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.
Unduh di Google PlayUnduh di App StoreHalaman 4
Suatu hari yang panas, para monyet mandi di sungai. «Dari mana asal air ini?» tanya seekor monyet tua. Mereka menyusuri sungai sampai ke air terjun besar yang bergemuruh. Airnya jatuh seperti tirai perak.
Halaman 5
«Siapa berani melompat menembus air terjun ini,» seru monyet tua, «dia kita angkat menjadi raja!» Semua monyet mundur. Airnya deras sekali, dan tak ada yang tahu apa di baliknya. Tiba-tiba monyet batu maju. «Aku berani!»
Halaman 6
Hup! Monyet batu melompat menembus tirai air. Di baliknya ia menemukan... gua yang luas dan kering! Ada meja batu, kursi batu, mangkuk batu. Ada jembatan kecil dan taman. «Rumah yang sempurna untuk kita semua!» serunya.
Halaman 7
Ia melompat keluar. «Ayo ikut aku, di dalam ada rumah!» Satu per satu monyet menembus air terjun sambil menjerit senang. Mereka takjub. «Rumah baru! Rumah baru!» Mereka menari di atas meja batu dan minum dari mangkuk batu.
Halaman 8
Sesuai janji, monyet-monyet mengangkatnya menjadi raja. «Hidup Raja Monyet!» Ia diberi nama Sun Wukong, Raja Monyet dari Gunung Bunga dan Buah. Kelak ia akan mengalami banyak petualangan hebat. Tapi itu cerita untuk lain hari.
Halaman 9
Malam itu, di gua di balik air terjun, para monyet tidur berdempetan, hangat dan aman. Suara air terjun berdengung lembut seperti lagu nina bobo. Dengarkan... syuuh... syuuh... Biarkan suara air itu mengantarmu tidur. Sampai jumpa besok pagi.
Sun Wukong, si Raja Monyet, adalah tokoh utama "Perjalanan ke Barat", novel klasik Tiongkok abad ke-16 yang biasanya dikaitkan dengan Wu Cheng'en. Cerita ini diambil dari bab pertamanya: monyet yang lahir dari batu dan menemukan gua di balik air terjun. Petualangannya menemani biksu Tang Sanzang ke India kemudian menjadi salah satu kisah paling dicintai di Asia Timur.
Di Indonesia tokohnya sangat dikenal sebagai Sun Go Kong dari serial "Kera Sakti" yang lama diputar di televisi, dan patungnya ada di sejumlah kelenteng. Monyet yang lincah dan banyak akal mudah diamati langsung: monyet ekor panjang di Ubud, Uluwatu, atau di tepi hutan. Air terjun dengan gua kecil di baliknya pun ada di banyak tempat wisata.
Cocok untuk usia 4–7 tahun. Bab awal novelnya memang ringan dan versi kami mengikutinya, hanya tanpa sepak terjang Wukong yang liar di bab-bab berikutnya. Bahan ngobrol: kenapa monyet batu berani melompat padahal yang lain mundur? Apa bedanya berani dan nekat?
Keberanian mencoba lebih dulu membuka jalan untuk semua orang.
Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.