

Halaman 1
Dahulu kala, Kaisar Langit mengadakan lomba besar. «Dua belas binatang tercepat akan menjadi penanda tahun!» serunya. Penanda tahun itu disebut shio. Semua binatang pun gempar. Siapa yang akan menang?

Halaman 2
Kucing dan tikus waktu itu bersahabat. «Lombanya besok pagi-pagi sekali,» kata kucing. «Tikus, bangunkan aku, ya. Aku suka tidur lama.» «Beres!» jawab tikus. Malam itu semua binatang tidur cepat-cepat.
Halaman 3
Pagi-pagi buta, tikus terbangun. Ia begitu bersemangat sampai lupa segalanya — termasuk membangunkan kucing! Ia berlari kecil ke garis mulai. Di sana kerbau sudah siap, kuda meringkik, naga melayang anggun di udara.
🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.
Unduh di Google PlayUnduh di App StoreHalaman 4
Rintangan terbesar adalah sungai yang lebar. «Aduh, aku terlalu kecil untuk berenang,» kata tikus. Ia menatap kerbau yang besar dan baik hati. «Kerbau, bolehkah aku menumpang di punggungmu?» «Naiklah,» jawab kerbau sambil tersenyum.
Halaman 5
Kerbau berenang paling depan, tenang dan kuat. Harimau berenang melawan arus. Kelinci melompat-lompat di atas batu. Dan naga? Naga bisa terbang, tapi ia berhenti dulu — ia melihat ladang kering dan menurunkan hujan. Baik sekali naga itu.
Halaman 6
Tepat sebelum garis akhir, tikus melompat dari kepala kerbau. Hup! Ia mendarat lebih dulu. «Pemenang pertama: tikus!» seru Kaisar Langit sambil tertawa. «Kecil-kecil, banyak akalnya!» Kerbau jadi nomor dua. Ia tidak marah, cuma geleng-geleng kepala.
Halaman 7
Satu per satu tiba: harimau, kelinci, lalu naga yang harum hujan. Ular menyusul, lalu kuda, kambing, monyet, ayam, dan anjing. Terakhir, babi kecil datang sambil menguap. «Aku ketiduran di jalan tadi,» katanya malu-malu. Genap dua belas!
Halaman 8
Tapi di rumah, kucing baru terbangun. Matahari sudah tinggi! Ia berlari ke sungai, tapi lomba sudah selesai. «Tikus! Kau lupa membangunkanku!» serunya. Tikus menutup mulutnya. «Aduh... maafkan aku, Kucing. Aku benar-benar lupa.»
Halaman 9
Kucing cemberut lama sekali. Sampai sekarang, kata orang, kucing masih suka mengejar tikus — menagih janji lama itu. Dan dua belas binatang pemenang bergiliran menjaga tahun: tahun tikus, tahun kerbau, tahun harimau, dan seterusnya.
Halaman 10
Malam ini, penjaga tahun sedang berjaga supaya malam tenang dan aman. Kamu tinggal memejamkan mata saja. Pelan-pelan... seperti kelinci yang meringkuk hangat di sarangnya. Tidur nyenyak, dan biar tahun demi tahun penuh mimpi indah.
Dua belas binatang penanda tahun sudah dipakai di Tiongkok sejak lebih dari dua ribu tahun lalu, sedangkan cerita lomba yang menentukan urutannya hidup sebagai dongeng rakyat tanpa pengarang. Dongeng ini juga menjelaskan mengapa kucing tidak ikut dan memusuhi tikus. Menariknya, di Vietnam tempat kelinci diisi oleh kucing.
Kata "shio" yang dipakai orang Indonesia berasal dari bahasa Hokkien, dan setiap Imlek koran serta pusat belanja ramai membicarakan tahun naga atau tahun kuda. Ajak anak mencari tahu shio tahun kelahirannya dan orang tuanya. Kerbau yang berenang paling depan mudah ditemukan di sawah, dan hampir semua peserta lomba ini ada di kebun binatang.
Cocok untuk usia 4–7 tahun. Dalam sebagian versi tikus sengaja mendorong kucing ke sungai; versi kami membuatnya sekadar lupa, dan ia meminta maaf. Bahan ngobrol: menurutmu tikus menang karena curang atau karena cerdik? Kalau kamu ikut lomba itu, kamu akan minta tolong siapa untuk menyeberang?
Akal dan usaha bisa mengalahkan ukuran dan kecepatan.
Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.