Google PlayApp Store
Sampul cerita Chang'e Terbang ke Bulan

Chang'e Terbang ke Bulan

10 halaman3 menit 20 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Pada zaman dahulu di Tiongkok, langit punya sepuluh matahari. Mereka bersaudara dan sangat nakal. Suatu hari mereka naik ke langit bersama-sama. Bumi pun menjadi panas sekali. Sungai mengering, tanaman layu.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Di bumi hiduplah pemanah hebat bernama Houyi dan istrinya, Chang E, yang lembut hatinya. Houyi memandang langit yang menyala-nyala. «Aku harus menolong semua orang,» katanya sambil mengangkat busurnya.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Houyi mendaki gunung tertinggi dan membidik. Wus! Anak panahnya melesat. Satu matahari terkejut dan buru-buru turun, pulang ke rumahnya di timur. Satu per satu, sembilan matahari nakal pulang. Tinggal satu, yang menyinari bumi dengan ramah.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Bumi sejuk kembali. Ratu Langit yang bijak memberi Houyi hadiah: sebutir pil ajaib. «Siapa yang menelannya akan terbang dan tinggal di bulan,» katanya. Houyi menyimpannya baik-baik. Ia tidak mau berpisah dari Chang E.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Chang E menjaga pil itu di kotak kecil. Suatu hari, saat Houyi pergi berburu, seorang tetangga yang serakah menyelinap masuk. «Berikan pil ajaib itu padaku!» katanya. Chang E memeluk kotaknya erat-erat.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Chang E tidak mau pil itu jatuh ke tangan orang serakah. Cepat-cepat ia menelannya. Seketika tubuhnya menjadi ringan seperti bulu. Ia melayang keluar jendela, naik, naik, semakin tinggi ke langit malam.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

«Chang E!» seru Houyi yang baru pulang. Ia berlari mengejar, tapi istrinya sudah melayang jauh. «Aku akan tinggal di bulan, tempat paling dekat denganmu!» seru Chang E. «Lihatlah ke atas setiap malam!»

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Di bulan, Chang E tinggal di istana yang bercahaya lembut. Tak lama, datang sahabat barunya: kelinci putih dari bumi. «Jangan sedih, aku menemanimu,» kata kelinci. Dari sana, Chang E selalu memandang ke bumi, ke rumah kecilnya.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Setiap malam Houyi menaruh kue bulan — kue bundar manis kesukaan Chang E — di halaman rumah. Dan setiap malam bulan bersinar lebih terang, seolah Chang E tersenyum kepadanya dari atas. Mereka bertemu lewat cahaya.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Sejak itu, saat bulan bundar penuh, orang-orang berkumpul makan kue bulan bersama keluarga. Malam pun hening. Cahaya bulan menyelimuti bumi seperti selimut perak. Pejamkan matamu, biarkan cahaya bulan menjagamu sampai pagi. Selamat tidur.

Tentang cerita ini

Chang'e adalah tokoh mitologi Tiongkok yang paling erat dengan bulan. Kisahnya bersama pemanah Houyi tercatat sejak naskah-naskah kuno dan hidup dalam banyak versi. Cerita ini menjadi latar Festival Pertengahan Musim Gugur, saat keluarga menikmati kue bulan di bawah purnama. Nama Chang'e bahkan dipakai untuk program wahana bulan Tiongkok masa kini.

Di Indonesia perayaannya dikenal sebagai Festival Kue Bulan atau Tiong Ciu, dirayakan komunitas Tionghoa pada purnama bulan kedelapan penanggalan Imlek. Kue bulan yang bundar dan padat mudah dicari di toko kue Tionghoa menjelang hari itu. Nikmati sepotong bersama anak di bawah purnama.

Cocok untuk usia 4–7 tahun. Dalam versi lama Houyi memanah jatuh sembilan matahari, dan pil itu kadang dicuri atau diminum Chang'e karena alasan lain; versi kami membuat matahari pulang sendiri dan memberi Chang'e alasan yang mulia. Bahan ngobrol: bagaimana cara merasa dekat dengan orang yang jauh, misalnya kakek nenek di kota lain?

Untuk orang tua

Pesan moral

Kasih sayang tidak hilang karena jarak — ia tetap terasa walau dari jauh.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Kenapa Houyi memanah sembilan matahari?
  2. Kenapa Chang E cepat-cepat menelan pil ajaib itu?
  3. Bagaimana Houyi dan Chang E tetap saling menyapa setiap malam?
  4. Siapa orang yang kamu sayangi tapi tinggal jauh, dan bagaimana kamu menyapanya?

Untuk kelas

pemanahbusurmembidikmelesatserakahmenyelinapmelayang

Cerita lain: Cina & Jepang

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.