Google PlayApp Store
Sampul cerita Orpheus dan Kecapinya

Orpheus dan Kecapinya

11 halaman4 menit 7 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Dahulu kala di Yunani kuno, hiduplah pemusik bernama Orpheus. Kecapinya adalah hadiah dari dewa Apollo. Ketika Orpheus bermain, sungai berhenti mengalir untuk mendengarkan, batu-batu bergeser mendekat, dan singa duduk tenang di samping rusa.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Orpheus menikahi Eurydice yang lembut hati, dan mereka bahagia sekali. Tapi suatu pagi, ketika berjalan di rerumputan, Eurydice tersengat ular kecil. Matanya terpejam, dan rohnya dibawa turun ke dunia bawah, negeri Raja Hades yang sunyi.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Orpheus tidak mau menyerah. Ia memeluk kecapinya dan berjalan ke gua paling dalam, turun dan turun menuju dunia bawah. Di gerbang berdiri Kerberus, anjing berkepala tiga. Orpheus memetik senarnya — dan ketiga kepala itu menguap, lalu tertidur pulas.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Orpheus menyeberangi sungai hitam sambil terus bermain. Kabut perak menyibak memberinya jalan. Penghuni dunia bawah yang sunyi mendekat pelan-pelan, mendengarkan musik yang hangat itu seperti orang-orang yang mendengar kabar dari rumah.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Di takhta batu hitam duduk Raja Hades dan Ratu Persephone. «Manusia hidup? Beraninya masuk kerajaanku!» Orpheus tidak menjawab dengan kata-kata. Ia memainkan lagu tentang Eurydice: tentang tawanya, tentang rerumputan pagi, tentang rindu.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Dunia bawah terdiam. Ratu Persephone meneteskan air mata, dan mata Raja Hades yang dingin menjadi lembut. «Baiklah,» katanya pelan. «Bawalah Eurydice. Berjalanlah di depan, dan jangan menoleh sebelum kalian sampai di cahaya matahari.»

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Orpheus berjalan naik melewati lorong-lorong gelap. Di belakangnya, langkah Eurydice halus sekali — hampir tak terdengar. «Apa ia benar-benar di belakangku?» Keraguan tumbuh di dadanya setiap langkah. Cahaya matahari sudah tampak di mulut gua...

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Tinggal beberapa langkah! Tapi Orpheus tidak tahan. Ia menoleh. Eurydice masih di dalam bayangan gua. Ia tersenyum lembut, melambaikan tangan, lalu kembali ke dunia bawah seperti kabut pagi yang naik ke langit.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

«Belum waktunya, Orpheus,» terdengar suara Hades dari kedalaman, tidak marah, hampir seperti kakek yang menghibur. «Suatu hari nanti kalian bertemu lagi. Persephone akan menjaganya di taman kami.» Orpheus menunduk lama... lalu memeluk kecapinya erat.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Sejak itu, setiap senja Orpheus duduk di bukit dan bermain untuk Eurydice. Musiknya melayang ke seluruh dunia — konon menjadi nenek moyang semua lagu nina bobo. Angin membawanya masuk lewat jendela, menemani anak-anak memejamkan mata.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 11

Ketika Orpheus sudah tua dan lelah, para dewa mengangkat kecapinya ke langit malam. Jadilah rasi bintang Lira, yang berkelip lembut sampai sekarang. Kalau kau menatap bintang-bintang malam ini, mungkin kau mendengarnya: nina... bobo... Selamat tidur.

Tentang cerita ini

Mitos Orpheus adalah kisah Yunani tentang kekuatan musik — dan salah satu cerita yang paling sering digubah menjadi lagu, opera, dan film sepanjang sejarah. Ketika Orpheus bermain, batu pun mendekat untuk mendengarkan.

Akhir ceritanya bisa ditunjukkan di langit sungguhan: rasi bintang Lira benar-benar ada, dan bintang paling terangnya, Vega, termasuk yang paling benderang di langit malam — seru dicari bersama anak sebelum tidur.

Cocok untuk usia 4–8 tahun, tapi ketahuilah: ini kisah paling sedih di perpustakaan kami — sesuai mitos aslinya, Eurydice tidak kembali. Kami menjaga akhirnya tetap hangat: Hades tidak jahat, Persephone berjanji menjaga Eurydice, dan musik Orpheus menjadi "nenek moyang semua nina bobo". Kalau anak bertanya tentang kehilangan, cerita ini pintu yang lembut — rindu itu boleh, dan lagu serta kenangan membantu. Untuk anak yang sangat sensitif, tidak apa-apa menyimpan cerita ini untuk nanti.

Untuk orang tua

Pesan moral

Musik dan kasih sayang bisa melembutkan hati siapa pun, bahkan yang paling keras.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Apa yang terjadi ketika Orpheus memainkan kecapinya?
  2. Syarat apa yang diberikan Raja Hades kepada Orpheus?
  3. Menjadi apa kecapi Orpheus pada akhirnya?
  4. Lagu apa yang membuat hatimu tenang?

Untuk kelas

kecapisenartakhtakabutrasi bintangpulas

Cerita lain: Yunani

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.