Google PlayApp Store
Sampul cerita Odysseus dan Kiklops

Odysseus dan Kiklops

10 halaman3 menit 38 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Dahulu kala, pahlawan Odysseus berlayar pulang dari perang Troya bersama para pelautnya. Perjalanan ke pulau Ithaka masih jauh. Suatu sore mereka melihat pulau hijau dengan domba-domba gemuk di lerengnya, lalu turun untuk mencari bekal.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Di lereng bukit ada gua besar berisi keranjang keju dan kandang domba. Para pelaut ingin cepat pergi, tapi tiba-tiba tanah bergetar. Duk. Duk. DUK! Masuklah raksasa bermata satu — Kiklops bernama Polifemus, menggiring domba-dombanya.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Polifemus menutup mulut gua dengan batu sebesar rumah. Dua puluh kuda pun tidak akan sanggup menggesernya! Lalu mata satunya yang besar menatap para tamu. «Siapa kalian?» gemuruh suaranya. Para pelaut gemetar di balik keranjang keju.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Odysseus maju dengan tenang. «Kami pelaut yang tersesat, tuan raksasa. Namaku... Bukan Siapa-Siapa.» Polifemus tertawa menggelegar. «Bukan Siapa-Siapa? Nama yang aneh! Kalian jadi tawananku. Besok kupikirkan mau kuapakan kalian.»

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Raksasa itu minum susu domba dari gentong besar sampai kenyang, lalu rebahan. Guanya bergetar oleh dengkurnya. Odysseus tidak tidur. Ia memandang batu penutup, domba-domba, dan punggung raksasa itu. Pelan-pelan, sebuah akal tersusun di kepalanya.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

«Dengar,» bisik Odysseus kepada teman-temannya. «Besok pagi ia pasti membuka batu untuk menggembala domba. Ia akan meraba punggung setiap domba supaya kita tidak menunggang keluar. Tapi ia tidak akan meraba... bagian bawahnya.»

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Diam-diam mereka mengikat diri di bawah perut domba-domba yang paling besar, bersembunyi di balik bulunya yang tebal. Odysseus memilih domba jantan terbesar dan berpegangan erat di bawahnya. Fajar menyingsing. Polifemus menggeser batu.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Pagi masih remang-remang, dan di dalam gua gelap sekali. Domba-domba berjalan keluar satu per satu, dan tangan Polifemus meraba punggung setiap domba. «Punggung kosong... kosong juga...» gerutunya. Ia tidak tahu para pelaut bergantung di bawah!

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Di luar, mereka berlari ke kapal dan mendayung cepat. Polifemus berteriak marah: «Aku ditipu! Tolooong!» Kiklops lain berseru dari gunung: «Siapa yang menipumu?» «BUKAN SIAPA-SIAPA!» «Kalau bukan siapa-siapa, ya sudah!» Mereka pun tertawa.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Polifemus menggaruk-garuk kepala di pantai, bingung sendirian, lalu kembali ke domba-dombanya. Malam turun di atas laut. Angin lembut mendorong kapal menuju rumah. Perjalanan masih panjang, tapi malam ini semua selamat. Selamat tidur.

Tentang cerita ini

Ini penggalan dari "Odyssey" karya Homer — puisi berusia hampir tiga ribu tahun dan salah satu cerita yang paling banyak dituturkan ulang di dunia. Episode Kiklops adalah bagiannya yang paling terkenal: manusia kecil melawan raksasa, dan yang menang adalah akal.

Nama Odysseus hidup terus dalam bahasa: di banyak negara, perjalanan panjang yang penuh liku sampai sekarang disebut "odise". Trik nama "Bukan Siapa-Siapa" pun ada persis seperti itu dalam teks Homer — permainan kata berumur ribuan tahun yang masih membuat anak-anak tertawa.

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Versi Homer jauh lebih keras — Odysseus melukai mata sang raksasa untuk bisa lolos; di versi kami Polifemus tertidur kekenyangan dengan sendirinya, dan tidak ada yang terluka. Bahan ngobrol: yang menyelamatkan para pelaut bukan otot, melainkan tenang, sabar menunggu pagi, dan satu ide yang bagus. Kapan "berpikir dulu" pernah menolong kita?

Untuk orang tua

Pesan moral

Ketika tenaga tidak cukup, akal dan ketenangan menunjukkan jalan keluar.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Siapa nama palsu yang dipakai Odysseus di gua Kiklops?
  2. Bagaimana para pelaut keluar dari gua tanpa terlihat?
  3. Kenapa Kiklops lain tertawa ketika Polifemus berteriak?
  4. Kalau pintu tertutup rapat, jalan keluar apa lagi yang bisa dipikirkan?

Untuk kelas

lerenggentongtawananmenggiringmerabaremang

Cerita lain: Yunani

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.