Google PlayApp Store
Sampul cerita Morozko Sang Kakek Es

Morozko Sang Kakek Es

10 halaman3 menit 51 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Di sebuah desa bersalju hiduplah gadis rajin bernama Nastya. Ibu tirinya tidak sayang padanya. Yang disayang hanya Marfa, anak kandungnya. Nastya yang menyapu. Nastya yang memasak. Nastya yang menimba air. Tapi Nastya tidak pernah mengeluh.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Suatu hari di musim dingin, ibu tiri memberi perintah yang aneh. "Bawa Nastya ke hutan. Biar dia tinggal di sana!" Ayah Nastya sedih sekali, tapi ia takut pada istrinya. Dengan berat hati, ia mengantar Nastya ke hutan yang putih tertutup salju.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Nastya duduk sendirian di bawah pohon cemara. Dingin sekali. Kriik... kriik... terdengar langkah di atas salju. Itu Morozko, Kakek Es penjaga musim dingin! Janggutnya putih beku, napasnya seperti kabut. "Hangatkah kamu, gadis kecil?" tanyanya.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Padahal Nastya menggigil. Tapi ia menjawab dengan sopan, "Hangat, Kek. Terima kasih sudah bertanya." Morozko turun lebih dekat, dan udara makin dingin. "Sekarang, hangatkah kamu?" "Ha-hangat, Kek," jawab Nastya tetap lembut, walau bibirnya biru.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Hati Morozko tersentuh. "Sungguh anak yang sabar dan santun!" Ia mengibaskan lengan bajunya. Whuush! Tiba-tiba Nastya terbungkus mantel bulu yang hangat. Di sampingnya muncul peti berisi kain indah dan perak. "Ini untukmu, gadis baik," kata Morozko.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Pagi harinya, ayah menjemput Nastya. Betapa kagetnya seisi rumah! Nastya pulang hangat dan sehat, membawa hadiah. Si anjing kecil menyalak, "Guk! Gadis santun pulang membawa perak!" Ibu tiri langsung iri. "Marfa! Kamu juga pergi ke hutan, sana!"

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Marfa duduk di bawah cemara sambil menggerutu. Morozko pun datang. "Hangatkah kamu, gadis kecil?" "Dingin, tahu! Pertanyaan bodoh!" bentak Marfa. "Cepat beri aku mantel dan peti perak. Yang banyak!" Morozko mengerutkan alisnya yang beku.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

"Yang kasar tidak mendapat hadiah," kata Morozko. Ia meniupkan angin dingin — brrr! — sampai Marfa menggigil dan hidungnya merah. Lalu Morozko mengantarnya pulang ke tepi desa. Tanpa mantel, tanpa peti — hanya dengan pelajaran yang dingin.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Marfa pulang kedinginan dan menjadi pendiam. "Maafkan aku, Bu," katanya pelan. "Morozko benar. Aku kasar sekali." Sejak itu Marfa belajar berkata santun, dan ibu tiri pun malu, lalu berbaik hati pada Nastya. Rumah kecil itu akhirnya hangat.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Di luar, salju turun pelan-pelan, selembut selimut yang ditebarkan Morozko ke seluruh desa. Semua rumah tertidur di bawahnya. Nastya tidur, Marfa tidur, si anjing kecil meringkuk. Salju berbisik: tidurlah, tidurlah. Selimutmu juga sudah menunggumu.

Tentang cerita ini

"Morozko" adalah dongeng rakyat Rusia dari kumpulan Alexander Afanasyev. Tokohnya, kakek es berjanggut putih penguasa musim dingin, adalah leluhur Ded Moroz, pembawa hadiah Tahun Baru di Rusia. Ia juga terkenal lewat film Soviet 1964 yang sampai kini diputar tiap musim dingin di beberapa negara Eropa.

"Hangatkah kamu?" terasa jauh dari negeri tropis, tapi embun beku ada di Indonesia: pada musim kemarau, sekitar Juli–Agustus, dataran tinggi Dieng di Jawa Tengah membeku pada pagi hari dan rumputnya berselimut kristal es. Di rumah, tunjukkan lapisan es di dinding lemari pembeku: begitulah embun beku di janggut Morozko.

Cocok untuk usia 5–9 tahun. Aslinya jauh lebih keras: Marfa yang kasar mati membeku di hutan. Versi kami mengantar Marfa pulang kedinginan, memberinya kesempatan minta maaf, dan ibu tiri pun berubah. Bahan ngobrol: kenapa Nastya menjawab "hangat" padahal ia menggigil — bohong atau kesopanan? Kata-kata apa yang membuat orang ingin menolong kita?

Untuk orang tua

Pesan moral

Kata-kata santun menghangatkan seperti mantel bulu — kekasaran hanya membawa dingin.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Kenapa Nastya dibawa ke hutan bersalju?
  2. Apa jawaban Nastya saat Morozko bertanya "hangatkah kamu"?
  3. Kenapa Marfa pulang tanpa hadiah?
  4. Apa yang berubah pada Marfa setelah bertemu Morozko?
  5. Kata santun apa yang paling sering kamu ucapkan setiap hari?
sopan santunkesabaranmusim dingin

Untuk kelas

cemaramenggigilmantelpetimenggerutukasarsantun

Cerita lain: Rusia

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.