Google PlayApp Store
Sampul cerita Kura-kura dan Kelinci

Kura-kura dan Kelinci

10 halaman3 menit 6 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Di sebuah padang rumput yang hijau, tinggallah seekor kelinci. Larinya cepat sekali. Ia suka membanggakan kakinya. Di padang itu tinggal juga seekor kura-kura. Jalannya pelan, tetapi hatinya tenang.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Suatu pagi, kelinci melompat-lompat di depan kura-kura. “Hai, Kura-kura! Jalanmu lambat sekali,” katanya sambil tertawa. “Aku sudah sampai di sungai, kamu masih di sini!”

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Kura-kura mengangkat kepalanya pelan-pelan. “Benar, aku memang lambat,” jawabnya. “Tapi maukah kamu berlomba denganku sampai pohon besar di ujung padang?” Kelinci tertawa keras. “Berlomba denganmu? Tentu aku mau!”

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Burung hantu tua dipilih menjadi juri. “Satu... dua... tiga!” serunya. Kelinci melesat seperti angin. Rumput-rumput bergoyang dilewatinya. Kura-kura melangkah pelan, satu demi satu, tanpa berhenti.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Di tengah jalan, kelinci menoleh ke belakang. Kura-kura masih jauh sekali, kecil seperti batu di kejauhan. “Ah, aku masih sempat tidur dulu,” kata kelinci. Ia berbaring di bawah pohon yang rindang.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Angin siang bertiup lembut. Kelinci menguap lebar, lalu tertidur pulas. Sementara itu, kura-kura terus berjalan. Langkahnya pelan, napasnya tenang. “Sedikit demi sedikit,” bisiknya, “aku pasti sampai.”

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Kura-kura melewati kelinci yang sedang tidur. Ia tidak berhenti, tidak juga mengejek. Semut-semut di tepi jalan bersorak pelan, “Ayo, Kura-kura! Sedikit lagi!” Pohon besar sudah terlihat di depan.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Kelinci terbangun. Matahari sudah rendah. Ia menoleh ke garis akhir — dan matanya terbelalak. “Tidak mungkin!” serunya. Kura-kura hampir sampai! Kelinci berlari sekencang-kencangnya, tetapi sudah terlambat.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Kura-kura menyentuh pohon besar lebih dulu. “Hore untuk Kura-kura!” seru burung hantu dan semut-semut. Kelinci datang dengan napas terengah-engah. “Kamu menang, Kura-kura,” katanya pelan. “Aku terlalu sombong dan lengah.”

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Malam turun di padang rumput. Kelinci dan kura-kura duduk bersama memandang bintang, kini sebagai sahabat. Langkah pelan yang tekun ternyata sampai juga di tujuan. Seperti mereka, mari kita beristirahat. Selamat tidur, mimpi indah.

Tentang cerita ini

Lomba lari kura-kura melawan kelinci adalah fabel Aesop yang paling terkenal di dunia. Menurut tradisi, Aesop adalah pencerita ulung dari Yunani kuno yang hidup lebih dari dua ribu lima ratus tahun silam; fabel-fabel binatangnya menyebar dari mulut ke mulut dan sampai kini masih dibacakan untuk anak-anak dalam hampir semua bahasa.

Nusantara punya saudara kisah ini: di perpustakaan kami ada "Kancil dan Perlombaan dengan Siput" — hewan lambat yang mengalahkan pelari sombong ternyata digemari banyak bangsa. Dan bisikan kura-kura di cerita ini hidup sebagai peribahasa Indonesia: sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Bahan obrolan: kura-kura menang bukan karena cepat, melainkan karena terus melangkah tanpa berhenti — persis seperti belajar membaca atau naik sepeda. Perhatikan juga kelinci: ia mengakui kalah dengan jujur, lalu keduanya bersahabat. Tanyakan pada anak: hal apa yang ingin kamu latih sedikit demi sedikit?

Untuk orang tua

Pesan moral

Ketekunan yang pelan tetapi terus-menerus mengalahkan kecepatan yang sombong dan lengah.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Mengapa kelinci berhenti dan tidur di tengah lomba?
  2. Apa yang dilakukan kura-kura ketika melewati kelinci yang tertidur?
  3. Bagaimana sikap kelinci setelah ia kalah?
  4. Pernahkah kamu menyelesaikan sesuatu yang sulit dengan pelan-pelan? Bagaimana rasanya?

Untuk kelas

padang rumputmembanggakanjuririndanglengahterengah

Cerita lain: Aesop

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.