Google PlayApp Store
Sampul cerita Serigala dan Bangau

Serigala dan Bangau

9 halaman3 menit 13 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Seekor serigala makan malam dengan terburu-buru. Ia mengunyah cepat dan menelan besar-besar. Tiba-tiba — uhuk! Sepotong tulang kecil tersangkut di tenggorokannya. Serigala terbatuk-batuk. Sakit sekali.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Serigala berkeliling mencari pertolongan. Suaranya hanya keluar serak, “Tolong... uhuk... tolong...” Kelinci lari menjauh karena takut. Tupai bersembunyi di balik daun. Tidak ada yang berani mendekati serigala.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Di tepi rawa, seekor bangau berdiri tenang dengan satu kaki. Lehernya panjang, paruhnya panjang dan runcing. “Bangau,” kata serigala dengan serak, “tolong aku. Ada tulang di tenggorokanku. Paruhmu pasti bisa mengambilnya.”

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Bangau memandangnya ragu-ragu. Serigala terkenal galak. “Berjanjilah untuk diam dan tidak bergerak,” kata bangau akhirnya. “Aku akan menolongmu.” Serigala mengangguk dan membuka mulutnya lebar-lebar.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Bangau memasukkan paruh panjangnya dalam-dalam, hati-hati sekali. Dijepitnya tulang kecil itu... pelan-pelan... dan — cap! Tulang terangkat keluar! “Lega...” serigala menarik napas panjang. “Akhirnya aku bisa menelan lagi.”

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

“Nah,” kata bangau, “aku sudah menolongmu.” Tetapi serigala hanya mengibaskan ekornya. “Memangnya kenapa? Urusan kita sudah selesai.” Ia pergi begitu saja, tanpa terima kasih sedikit pun. Bangau terdiam sendirian di tepi rawa.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Malamnya, serigala tidak bisa tidur. Tenggorokannya sudah lega, tetapi ada yang mengganjal di dadanya. Ia teringat paruh yang menolongnya dengan hati-hati. “Aku bahkan tidak mengucapkan terima kasih,” gumamnya malu.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Pagi-pagi sekali, serigala datang ke rawa membawa ikan segar. “Bangau,” katanya pelan, “maafkan aku. Kamu menolongku, dan aku pergi begitu saja. Terima kasih. Ini untukmu.” Mata bangau berbinar. “Nah, kata-kata itu yang paling kutunggu.”

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Sejak itu serigala tidak pernah lupa dua hal: makan pelan-pelan, dan berterima kasih kepada yang menolong. Senja di rawa pun tenang; bangau berdiri mengantuk dengan satu kakinya. Ucapkan selamat tidur pada harimu, dan terlelaplah pelan-pelan.

Tentang cerita ini

Serigala dan bangau adalah fabel Aesop tentang terima kasih — dua kata kecil yang ternyata paling sulit diucapkan justru oleh yang baru saja ditolong. Ribuan tahun berlalu, dan pelajaran ini tetap dibutuhkan di meja makan mana pun.

Sosok penolongnya mudah ditemukan di dekat rumah: burung putih berkaki panjang yang berdiri dengan satu kaki di sawah — pemandangan yang akrab di banyak daerah Indonesia. Ajak anak mengamatinya dari jauh: paruh yang panjang dan runcing itulah "alat dokter" di cerita ini.

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Dalam versi lama serigala menolak berterima kasih — katanya bangau harus bersyukur kepalanya keluar dengan selamat. Versi kami memberi serigala satu malam untuk merenung: esoknya ia kembali membawa ikan dan minta maaf. Bahan obrolan: terima kasih yang terlambat tetap berharga; dan satu lagi yang praktis — makan pelan-pelan, ya.

Untuk orang tua

Pesan moral

Jangan lupa berterima kasih kepada orang yang telah menolong kita.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Apa yang membuat tenggorokan serigala sakit?
  2. Mengapa bangau mula-mula ragu untuk menolong?
  3. Apa yang membuat serigala tidak bisa tidur malam itu?
  4. Kepada siapa kamu ingin berterima kasih hari ini?

Untuk kelas

terburutenggorokanrawaruncingragulegamengganjal

Cerita lain: Aesop

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.