Google PlayApp Store
Sampul cerita Anak Gembala dan Serigala

Anak Gembala dan Serigala

10 halaman3 menit 12 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Di kaki bukit, tinggallah seorang anak gembala. Setiap pagi ia menggiring domba-dombanya ke padang rumput. Hari-harinya tenang. Terlalu tenang, pikirnya, sampai ia ingin membuat keramaian.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Suatu siang, anak itu berdiri di atas batu besar. “Serigala! Serigala!” teriaknya keras-keras. “Tolong! Serigala datang!” Padahal tidak ada serigala sama sekali. Ia hanya ingin bermain-main.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Orang-orang desa berlarian datang. Ada yang membawa cangkul, ada yang membawa tongkat. “Mana serigalanya?” tanya mereka dengan napas terengah. Anak gembala tertawa terbahak-bahak. “Tidak ada! Kalian lucu sekali kalau panik!”

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Orang-orang desa pulang dengan kesal. Beberapa hari kemudian, anak itu berteriak lagi, “Serigala! Serigala!” Sekali lagi semua berlari datang. Sekali lagi ia tertawa. “Tertipu! Tertipu lagi!”

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

“Kalau kamu berbohong terus, tidak ada yang percaya lagi padamu,” kata seorang nenek sambil menggeleng. Anak gembala hanya mengangkat bahu. Sore itu langit mulai gelap, dan angin dingin turun dari bukit.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Tiba-tiba semak bergoyang. Sepasang mata kuning muncul dari baliknya. Serigala! Serigala sungguhan! Domba-domba berlarian ke segala arah, kabur ketakutan ke balik bukit.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

“Serigala! Serigala sungguhan! Tolong!” teriak anak gembala sekuat tenaga. Di desa, orang-orang mendengar. “Ah, dia pasti bercanda lagi,” kata mereka. “Kita tidak mau tertipu tiga kali.” Tidak ada yang datang.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Anak gembala berdiri sendirian, gemetar memeluk tongkatnya. Serigala mengejar domba, tetapi domba-domba lincah berpencar, dan serigala pergi tanpa mendapat apa-apa. Padang menjadi sepi. Anak itu menangis pelan. Sendirian itu menakutkan.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Menjelang malam, nenek desa datang menengok. Anak itu berlari memeluknya. “Tadi ada serigala sungguhan, Nek. Tidak ada yang percaya... Maafkan aku, aku tidak akan berbohong lagi.” Bersama warga, ia mengumpulkan domba-dombanya satu per satu.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Semua domba ditemukan, tidak satu pun hilang. Sejak itu, kata-kata anak gembala selalu bisa dipercaya. Domba-domba tidur berdesakan hangat di kandang, dan anak gembala pun terlelap. Yuk, kita ikut memejamkan mata, pelan-pelan, sampai tertidur.

Tentang cerita ini

Fabel anak gembala yang berteriak "serigala!" begitu melekat sampai menjadi ungkapan di banyak bahasa dunia untuk orang yang terlalu sering menyebar kabar bohong. Inti ceritanya sederhana tetapi tajam: kepercayaan mudah dihamburkan, dan sulit sekali dikumpulkan kembali.

Dunia si gembala tidak asing bagi anak Indonesia: di banyak desa, anak-anak masih ikut menggembalakan kambing atau domba sepulang sekolah. Kalau lewat padang atau lapangan berumput, ajak anak membayangkan pekerjaan itu — menjaga kawanan sendirian ternyata tanggung jawab yang besar.

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Dalam versi lama, serigala sempat memangsa domba-domba. Versi kami lebih lembut: tak seekor pun hilang, dan warga membantu si anak mengumpulkan kembali kawanannya setelah ia minta maaf. Bahan obrolan: kepercayaan bisa diperbaiki, tetapi butuh waktu — dan candaan paling seru pun tidak boleh memakai kabar bohong.

Untuk orang tua

Pesan moral

Anak yang suka berbohong tidak akan dipercaya, bahkan ketika ia berkata benar.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Bagaimana perasaan orang desa ketika tahu mereka ditipu?
  2. Mengapa tidak ada yang datang saat serigala sungguhan muncul?
  3. Apa yang dijanjikan anak gembala kepada nenek?
  4. Pernahkah kamu bercanda sampai orang lain bingung? Apa yang kamu lakukan setelahnya?

Untuk kelas

gembalamenggiringcangkultertipugemetarkandang

Cerita lain: Aesop

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.