

Halaman 1
Dahulu kala di Yunani kuno, ada kota bernama Troya yang dikelilingi tembok batu tinggi dan kokoh. Pasukan Yunani sudah sepuluh tahun berkemah di depan tembok itu. Sepuluh tahun! Tapi gerbang Troya tetap tertutup rapat.

Halaman 2
Tembok itu terlalu tinggi untuk dipanjat dan terlalu kuat untuk didobrak. Para prajurit mulai rindu rumah. «Kekuatan kita tidak cukup,» kata Odysseus yang cerdik sambil memandang tembok. «Kalau begitu, kita pakai akal.» Malam itu ia menyusun rencana.
Halaman 3
«Kita buat seekor kuda kayu,» kata Odysseus kepada para panglima. «Kuda yang sangat besar dan indah. Orang Troya menyukai kuda lebih dari segalanya. Sisanya... serahkan padaku.» Para panglima saling pandang, lalu tersenyum.
🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.
Unduh di Google PlayUnduh di App StoreHalaman 4
Berhari-hari para tukang bekerja. Palu berdentang, gergaji berdesing. Jadilah kuda kayu setinggi tembok kota — dengan surai berukir dan mata dari batu berkilau. Di dalam perutnya ada ruang rahasia yang cukup untuk selusin prajurit.
Halaman 5
Malam itu, kuda kayu berdiri sendirian di pantai. Di belakangnya kemah-kemah terbakar, dan kapal-kapal Yunani berlayar pergi — tapi hanya sampai balik pulau terdekat. Di dalam perut kuda, Odysseus dan prajurit-prajurit terpilih sudah bersembunyi.
Halaman 6
Pagi harinya penjaga Troya mengucek mata. Kemah musuh kosong! Kapal-kapal hilang! Perang selesai! Gerbang dibuka dan seluruh kota tumpah keluar sambil bersorak. Di tengah pantai berdiri kuda kayu raksasa yang berkilau ditimpa matahari.
Halaman 7
«Hadiah perpisahan untuk Troya yang tak terkalahkan!» kata orang-orang. «Tarik ke dalam kota!» Beramai-ramai mereka menariknya dengan tali dan roda kayu. Kuda itu bergoyang pelan masuk gerbang. Di dalam perutnya, para prajurit menahan napas.
Halaman 8
Sepanjang hari kota Troya berpesta mengelilingi kuda kayu. Malamnya, semua tertidur lelap. «Sekarang,» bisik Odysseus. «Pelan-pelan, tanpa suara.» Pintu kecil di perut kuda terbuka, dan para prajurit menuruni tali satu per satu menuju gerbang kota.
Halaman 9
Mereka mengangkat palang gerbang yang berat dan membukanya lebar-lebar. Di kejauhan, api unggun kecil menyala di pantai — tanda untuk pasukan di balik pulau. Kapal-kapal kembali, dan pasukan Yunani masuk kota tanpa dihalangi tembok lagi.
Halaman 10
Begitulah perang sepuluh tahun berakhir dalam satu malam — bukan oleh tembok yang runtuh, tapi oleh akal yang cerdik. Kapal-kapal berlayar pulang di bawah langit malam. Laut tenang, bintang-bintang mengedip. Sebentar lagi sampai. Selamat tidur.
Inilah kisah paling terkenal dari perang Troya, dituturkan sejak zaman Homer hampir tiga ribu tahun lalu: perang sepuluh tahun yang selesai bukan oleh kekuatan, melainkan oleh satu ide yang cerdik.
Troya benar-benar ditemukan: para arkeolog menggali reruntuhannya di bukit Hisarlik di Turki, kota kuno yang berlapis-lapis, dan situsnya bisa dikunjungi sampai sekarang. "Kuda troya" pun hidup dalam bahasa sampai ke dunia komputer: program jahat yang menyamar sebagai hadiah disebut "trojan" — persis dari cerita ini.
Cocok untuk usia 4–8 tahun. Dalam versi tua malam itu berakhir dengan kota terbakar; di versi kami perang selesai tanpa adegan itu — "perang usai, semua pulang". Bahan ngobrol: sepuluh tahun mendobrak tembok tidak berhasil, satu ide berhasil dalam semalam — kapan kepala lebih kuat daripada otot? Dan sedikit kewaspadaan yang sehat: hadiah besar dari orang tak dikenal boleh dipikirkan dulu sebelum ditarik masuk.
Masalah yang tidak selesai dengan kekuatan kadang bisa selesai dengan akal.
Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.