Google PlayApp Store
Sampul cerita Cilinaya

Cilinaya

10 halaman3 menit 6 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Dahulu di Lombok ada dua kerajaan bertetangga. Di istana Raja Daha baru saja lahir bayi perempuan yang cantik. Namun suatu malam, badai besar datang. Sungai meluap sampai ke taman istana.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Ayunan kecil sang bayi terbawa arus sungai. Ia hanyut jauh, jauh sekali, sampai tersangkut di sebuah kebun buah yang lebat. Untunglah ayunan itu kuat, dan bayi itu tetap tertidur nyenyak.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Paginya, sepasang penjaga kebun menemukannya. “Lihat, bayi secantik bulan!” seru Inaq, si ibu kebun. Mereka merawatnya penuh sayang dan menamainya Cilinaya. Di pergelangan bayi itu ada gelang emas kecil.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Cilinaya tumbuh menjadi gadis yang rajin dan ramah. Ia pandai menenun kain dengan benang warna-warni. Kainnya indah seperti pelangi pagi. Burung-burung senang bertengger di dekatnya bila ia menenun.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Suatu hari, seekor kijang berlari masuk ke kebun. Di belakangnya, seorang pangeran muda mengejar sambil tertawa. Pangeran itu berhenti mendadak. Bukan kijang yang ia pandang, melainkan kain tenun yang berkibar indah.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

“Siapa yang menenun kain seindah ini?” tanya sang pangeran. “Saya, Tuan. Nama saya Cilinaya,” jawab gadis itu sambil tersenyum malu. Sejak hari itu, pangeran sering berkunjung ke kebun buah.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Hari bahagia pun tiba: pangeran menikahi Cilinaya di istana. Raja dan ratu dari kerajaan tetangga, Daha, ikut diundang. Ketika ratu Daha melihat pengantin perempuan, langkahnya terhenti.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Mata sang ratu menatap gelang emas kecil di pergelangan Cilinaya. “Gelang itu... milik bayiku yang hanyut,” bisiknya gemetar. “Anakku? Kaukah ini, Nak?” Ratu memeluk Cilinaya dengan air mata bahagia.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Cilinaya kini punya dua keluarga: ayah ibu kebun yang membesarkannya, dan raja ratu yang melahirkannya. “Kalian semua orang tuaku,” katanya. Dua kerajaan dan satu kebun buah menjadi satu keluarga besar.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Malam sesudah pesta, semua tidur dengan hati hangat. Di kebun, angin menggoyang dedaunan pelan-pelan, seperti dulu menggoyang ayunan bayi Cilinaya. Tidurlah seperti bayi dalam ayunan: tenang dan aman.

Tentang cerita ini

Cilinaya adalah cerita rakyat suku Sasak dari Lombok tentang bayi bangsawan yang hanyut, dibesarkan sepasang penjaga kebun, dan dikenali kembali lewat gelang emasnya. Motif "anak hilang yang dikenali dari sebuah benda" termasuk motif tua yang tersebar luas dalam dongeng Nusantara.

Keahlian Cilinaya menenun adalah pintu masuk ke Lombok sungguhan: pulau ini terkenal dengan kain tenunnya, dan di desa-desa penenun Sasak anak-anak perempuan sejak kecil belajar di depan alat tenun. Berkunjung ke desa penenun — atau sekadar mengamati selembar kain tenun dari dekat — membuat adegan "kain seindah pelangi" dalam cerita terasa dekat.

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Bahan ngobrol yang hangat dari akhirnya: Cilinaya tidak memilih di antara dua keluarganya — yang membesarkan dan yang melahirkan sama-sama orang tuanya. Ini pembuka yang lembut untuk bicara tentang terima kasih kepada semua orang yang merawat kita, termasuk kakek-nenek dan pengasuh.

Untuk orang tua

Pesan moral

Kasih sayang membuat keluarga; siapa yang merawat kita juga orang tua kita.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Bagaimana bayi Cilinaya bisa sampai di kebun buah?
  2. Benda apa yang membuat ratu mengenali Cilinaya?
  3. Mengapa Cilinaya berkata bahwa ia punya dua keluarga?
  4. Siapa saja orang yang merawat dan menyayangimu? Sebutkan satu per satu.

Untuk kelas

meluaptersangkutmenenunpergelanganbertenggergemetar

Cerita lain: Bali, NTB, NTT

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.