Unduh di Google Play
Sampul cerita Putri Mandalika

Putri Mandalika

10 halaman2 menitUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Di Pulau Lombok berdiri Kerajaan Sekar Kuning. Rajanya mempunyai seorang putri bernama Mandalika yang cantik, cerdas, dan sangat menyayangi rakyatnya.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Putri Mandalika suka berkeliling desa. Ia menyapa para petani, bermain bersama anak-anak, dan menolong siapa pun yang sedang kesulitan.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Ketika ia dewasa, banyak pangeran dari berbagai negeri datang melamar. Masing-masing membawa hadiah mewah dan pasukan yang gagah.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google Play
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Para pangeran itu tidak mau mengalah. Mereka saling membanggakan kekayaan dan mengancam akan berperang jika lamarannya ditolak.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Putri Mandalika sangat sedih. “Jika aku memilih satu orang saja, negeri ini akan berperang dan rakyatku yang akan menderita,” pikirnya.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Ia berdoa dan merenung berhari-hari. Akhirnya ia mengundang semua pangeran dan seluruh rakyat berkumpul di Pantai Seger sebelum fajar.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Pagi itu pantai penuh manusia. Putri Mandalika berdiri di atas batu karang dan berkata, “Aku memilih menjadi milik kalian semua, bukan milik satu orang.”

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

“Aku akan datang setiap tahun sebagai nyale, agar semua orang dapat menikmatinya bersama-sama,” katanya. Lalu ia melompat ke laut yang berombak.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Semua orang berusaha mencarinya, tetapi sang putri tidak ditemukan. Yang muncul kemudian adalah cacing laut warna-warni yang jumlahnya sangat banyak.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Sejak itu setiap tahun masyarakat Sasak berkumpul menangkap nyale. Tradisi itu bernama Bau Nyale dan mengingatkan orang pada pengorbanan Putri Mandalika.

Untuk orang tua

Pesan moral

Pemimpin yang baik mendahulukan keselamatan orang banyak. Perdamaian lebih berharga daripada keinginan diri sendiri.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Mengapa para pangeran hampir berperang?
  2. Apa yang dipikirkan Putri Mandalika tentang rakyatnya?
  3. Apa itu tradisi Bau Nyale, dan mengapa orang melakukannya?
  4. Pernahkah kamu mengalah supaya teman-teman tidak bertengkar? Ceritakan.
perdamaianrela berkorbantradisi daerah

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.