Google PlayApp Store
Sampul cerita Kebo Iwa Sang Raksasa

Kebo Iwa Sang Raksasa

10 halaman3 menit 8 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Dahulu di Bali lahir seorang bayi bernama Kebo Iwa. Bayi itu tidak biasa. Makannya banyak sekali. Tubuhnya cepat besar. Dalam beberapa tahun saja, ia sudah lebih tinggi dari pohon kelapa.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Orang tuanya kewalahan, dan seluruh desa ikut memasak untuknya. “Nasi sepanci tidak cukup, ia perlu satu lumbung!” kata para ibu sambil geleng-geleng kepala. Namun mereka tetap sayang pada Kebo Iwa, sebab hatinya lembut.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Kebo Iwa tumbuh menjadi raksasa yang rajin. “Biar aku yang angkat,” katanya bila ada batu besar menghalangi jalan. Sekali dorong, batu itu berpindah. Anak-anak bersorak gembira di belakangnya.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Dengan jari-jarinya yang kuat, Kebo Iwa menggali gua di tebing. Ia menyusun batu menjadi pura yang indah dan membendung sungai untuk mengairi sawah. Desa-desa di Bali menjadi hijau dan subur.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Yang paling terkenal, Kebo Iwa memahat gua-gua sejuk di tebing batu. Dinding-dindingnya ia hias dengan ukiran jari-jarinya yang besar, halus dan rapi seperti buatan seribu tukang. Orang-orang berteduh di sana dari panas dan hujan.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Ia juga membuat saluran-saluran air yang panjang berliku, mengalirkan sungai ke petak-petak sawah di lereng bukit. “Terima kasih, Kebo Iwa!” seru para petani. Sang raksasa tersenyum sambil terus bekerja sampai sore.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Suatu tahun, hujan lama tidak turun dan sumur-sumur kering. “Tolonglah kami,” pinta kepala desa. Kebo Iwa menggali dengan kedua tangannya, menimbun tanah menjadi bukit kecil. Byurr! Air jernih menyembur, dan sawah pun basah kembali.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Sebagai ucapan terima kasih, warga memasak besar-besaran. Kebo Iwa duduk di tengah lapangan dan makan dengan lahap. “Terima kasih, semuanya. Kenyangnya sampai ke ujung kaki,” katanya, dan semua orang tertawa.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Sejak itu, kata orang Bali, banyak gua, pura tua, dan sawah bertingkat adalah hasil tangan Kebo Iwa. Bila melihat batu besar tersusun rapi, orang tersenyum. “Ini pasti buatan Kebo Iwa,” bisik mereka.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Malam ini, bayangkan raksasa baik itu berbaring di lereng bukit buatannya sendiri. Angin sawah bertiup pelan. Kebo Iwa menguap lebar, lalu terlelap. Seperti dia, kamu juga boleh beristirahat sekarang.

Tentang cerita ini

Kebo Iwa adalah raksasa legendaris Bali yang dikenang sebagai pembangun: penggali gua, pemahat tebing, dan pembuat saluran air. Ceritanya hidup dalam tradisi lisan Bali dan masih satu keluarga dengan Legenda Danau Batur — raksasa baik hati yang sama muncul di keduanya.

Jejak yang bisa ditunjukkan kepada anak sungguh nyata: orang Bali sampai kini mengairi sawah lewat subak, sistem pengaturan air tradisional yang diakui UNESCO sebagai warisan dunia. Sawah berundak hijau yang "dibuat Kebo Iwa" dalam dongeng adalah pemandangan sehari-hari di Bali, dan ada gua kuno di Gianyar yang oleh cerita rakyat dikaitkan dengan pahatan jari-jarinya.

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Dalam kisah-kisah lama, riwayat Kebo Iwa berlanjut ke masa perang dan berakhir menyedihkan; kami sengaja berhenti di masa ia membangun dan tolong-menolong dengan warga. Bahan ngobrol: tenaga besar bisa dipakai untuk apa saja — mengapa Kebo Iwa memilih menolong?

Untuk orang tua

Pesan moral

Kekuatan besar menjadi indah bila dipakai untuk menolong orang lain.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Kira-kira seberapa besar Kebo Iwa? Coba bandingkan dengan benda di sekitarmu.
  2. Apa saja yang dibuat Kebo Iwa untuk desa-desa di Bali?
  3. Mengapa warga tetap sayang pada Kebo Iwa walau makannya sangat banyak?
  4. Kamu punya kelebihan apa? Bagaimana kelebihan itu bisa membantu orang lain?

Untuk kelas

kewalahanlumbungpuratebingmemahatmenyembur

Cerita lain: Bali, NTB, NTT

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.