Google PlayApp Store
Sampul cerita Cupak dan Grantang

Cupak dan Grantang

10 halaman3 menitUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Di sebuah desa di Bali hidup dua bersaudara. Kakaknya bernama Cupak, adiknya Grantang. Cupak suka makan dan malas bekerja. Grantang rajin dan baik hati. Mereka tinggal bersama ibu mereka.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Setiap pagi Grantang menyapu halaman, menimba air, dan membantu ibu. Cupak duduk saja di bale-bale sambil mengunyah jajan. “Grantang, ambilkan aku pisang,” katanya. Grantang menurut, meskipun ia lelah.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Suatu hari terdengar kabar dari kerajaan. Putri raja hilang, dibawa raksasa Benaru ke dalam gua. “Siapa menemukan sang putri akan menjadi sahabat raja,” bunyi pengumuman itu. Kedua bersaudara pun berangkat.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Mereka menemukan gua yang gelap dan dalam. “Aku takut. Kau saja yang turun,” kata Cupak dengan gemetar. “Baik, Kak. Peganglah tali ini kuat-kuat,” jawab Grantang. Ia pun turun perlahan ke dasar gua.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Di dasar gua, Grantang menemukan sang putri. Raksasa Benaru menggeram keras. Grantang tidak gentar. Ia berlari lincah berputar-putar, membuat raksasa itu pusing dan roboh tertidur. Cepat-cepat Grantang mengikatnya.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Sang putri naik lebih dulu dengan tali. Namun ketika tiba giliran Grantang, Cupak berpikir buruk. “Kalau ia tetap di bawah, akulah pahlawannya.” Ia melepaskan tali itu, lalu membawa putri ke istana.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Grantang tidak marah, tetapi hatinya sedih sekali. Ia memanjat pelan-pelan, mencari celah demi celah, sampai akhirnya keluar dari gua. Seekor burung kecil menemaninya berjalan menuju kota.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Di istana, Cupak duduk dengan gelisah. Saat Grantang masuk, sang putri langsung berdiri. “Dialah yang menolongku di dalam gua,” katanya lembut. Semua mata menatap Cupak. Wajah Cupak memerah.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

“Maafkan aku, Adikku. Aku iri dan takut,” kata Cupak sambil menunduk. Grantang memeluknya. “Aku sudah memaafkanmu, Kak. Ayo kita pulang menemui ibu.” Raja tersenyum melihat kebaikan hati Grantang.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Grantang diangkat menjadi sahabat raja, dan Cupak mulai belajar rajin sedikit demi sedikit. Malam itu keduanya tidur berdampingan di rumah ibu. Lampu minyak diredupkan. Selamat tidur, Cupak. Selamat tidur, Grantang.

Tentang cerita ini

Cupak dan Grantang adalah salah satu cerita rakyat Bali yang paling dikenal: dua bersaudara yang wataknya bertolak belakang. Kisah ini hidup bukan hanya sebagai dongeng, tetapi juga di panggung seni pertunjukan Bali, tempat pasangan tokoh kasar dan halus semacam ini punya tradisi panjang.

Kontras dua saudara ini bisa ditunjukkan lewat seni Bali: dalam topeng dan drama tari, penonton cilik cepat mengenali mana tokoh yang lembut dan mana yang kasar dari gerak serta suaranya. Menonton sepotong pertunjukan semacam itu — langsung maupun lewat video — membuat anak melihat bahwa dongeng bisa hidup di atas panggung.

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Dalam versi lama, pengkhianatan Cupak lebih kejam dan hukumannya pun berat; versi kami memilih penyesalan yang tulus dan maaf seorang adik. Bahan ngobrol: rasa iri kepada saudara — wajar dirasakan, tetapi bisa diakui dan diperbaiki, seperti yang dilakukan Cupak.

Untuk orang tua

Pesan moral

Kejujuran akhirnya terlihat, dan memaafkan membuat hati menjadi ringan.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Apa perbedaan sifat Cupak dan Grantang?
  2. Bagaimana perasaan Grantang saat ditinggal di dalam gua?
  3. Mengapa Grantang mau memaafkan kakaknya?
  4. Pernahkah kamu memaafkan seseorang? Bagaimana rasanya setelah memaafkan?

Untuk kelas

balegentarlincahcelahgelisahroboh

Cerita lain: Bali, NTB, NTT

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.