

Halaman 1
Di Asgard, kota para dewa, tinggal Baldur, putra Odin dan Ratu Frigg. Wajahnya selalu cerah, hatinya lembut. Ke mana pun ia berjalan, bunga-bunga mekar dan semua orang ikut tersenyum. Karena itu ia dijuluki Baldur yang Bercahaya.

Halaman 2
Suatu malam Baldur bermimpi buruk: gelap, dingin, dan sunyi. Ibunya, Ratu Frigg, menjadi cemas sekali. «Aku akan menjaga anakku,» katanya. «Akan kuminta seluruh dunia berjanji.»
Halaman 3
Frigg berkeliling dunia. «Api, berjanjilah tidak menyakiti Baldur.» «Aku berjanji.» «Air? Batu? Besi? Pohon ek? Bunga?» «Kami berjanji!» Semua benda di dunia berjanji dengan senang hati. Siapa yang tidak sayang pada Baldur?
🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.
Unduh di Google PlayUnduh di App StoreHalaman 4
Sejak itu para dewa punya permainan lucu: apa pun yang dilempar ke arah Baldur memantul sendiri! Bola kayu — memantul. Kerikil — berbelok. Baldur tertawa geli, dan seluruh Asgard tertawa bersamanya.
Halaman 5
Tapi Loki penasaran: benarkah semua sudah berjanji? Ia menyamar jadi nenek tua dan bertanya pada Frigg. «Semua sudah berjanji,» jawab Frigg, «kecuali satu. Benalu, tanaman mungil di dahan pohon ek. Ia terlalu kecil untuk dimintai janji.»
Halaman 6
Loki memetik ranting benalu itu. Ia menghampiri Hod, saudara Baldur yang buta. «Kau belum ikut bermain, Hod? Sini, kubantu melempar.» Hod tersenyum senang — ia memang ingin sekali ikut. Loki mengarahkan tangannya.
Halaman 7
Ranting kecil itu melayang... dan menyentuh dada Baldur. Dalam dongeng utara, benalu adalah tanaman tidur. Baldur rebah dan tertidur — tidur yang dalam sekali, tak bisa dibangunkan. Cahaya Asgard meredup. Hod menangis: «Aku tidak sengaja!»
Halaman 8
Frigg memeluk anaknya. «Ada satu cara,» katanya. «Kalau semua makhluk di dunia memintanya kembali, Baldur akan bangun.» Para dewa berpencar ke seluruh dunia. «Baldur, kembalilah!» seru manusia, serigala, batu, sungai, bahkan awan.
Halaman 9
Loki bersembunyi di gua, dadanya sesak. Isengnya kali ini keterlaluan. Akhirnya ia keluar dan berbisik pelan sekali: «Baldur... kembalilah. Maafkan aku.» Dan tepat saat fajar, Baldur membuka matanya! Cahaya hangat mengalir lagi ke seluruh Asgard.
Halaman 10
Baldur memeluk Hod: «Ini bukan salahmu, saudaraku.» Lalu ia menoleh pada Loki yang menunduk dalam-dalam... dan memaafkannya juga. Malam itu Asgard berkilau lembut seperti pelukan. Tidurlah dalam pelukan hangat selimutmu, sampai pagi yang cerah.
Kematian Baldur adalah kisah paling sedih dalam mitologi Nordik: ia diramalkan dalam Voluspa, puisi tertua Edda, dan diceritakan lengkap oleh Snorri Sturluson pada abad ke-13. Janji dari segala benda, permainan melempar ke arah Baldur, benalu yang terlupa, dan Hod si buta yang dipandu Loki — semuanya ada dalam sumber aslinya.
Benalu bisa ditunjukkan langsung: tanaman kecil yang menumpang di dahan pohon mangga, rambutan, atau jambu di halaman, dengan daun yang berbeda dari pohon induknya. Di Eropa utara benalu tumbuh di pohon ek, dan sampai sekarang orang menggantungnya di rumah saat musim dingin. Seperti Frigg, kita pun mudah melupakan yang kecil.
Cocok untuk usia 5–9 tahun. Di sini versi kami menjauh dari kanon: dalam Edda, Baldur benar-benar meninggal dan tidak kembali karena satu makhluk — Loki yang menyamar — menolak menangisinya. Kami mengubah kematian menjadi tidur panjang dan membiarkan Loki menyesal. Bahan ngobrol: kenapa Baldur berkata itu bukan salah Hod?
Candaan ada batasnya — dan hanya maaf yang tulus serta kasih sayang bersama yang bisa mengembalikan cahaya.
Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.