Google PlayApp Store
Sampul cerita Asal Usul Nama Jakarta

Asal Usul Nama Jakarta

9 halaman2 menit 53 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Tahukah kamu? Kota Jakarta pernah punya banyak nama. Dahulu sekali, ia hanyalah pelabuhan kecil di muara sungai. Namanya Sunda Kelapa. Perahu-perahu datang dan pergi. Angin lautnya berbau garam dan rempah-rempah.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Pelabuhan itu ramai sekali. Ada pedagang membawa lada dan pala. Ada kelapa bertumpuk seperti gunung kecil. "Kelapa segar! Kelapa manis!" seru para pedagang. Anak-anak nelayan berlarian di antara perahu.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Suatu hari, datanglah kapal-kapal asing yang besar. Mereka ingin merebut pelabuhan itu. Rakyat menjadi cemas. "Kalau pelabuhan direbut, ke mana kami akan berdagang?" bisik mereka dengan takut.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Lalu datanglah pemimpin muda yang gagah bernama Fatahillah bersama pasukannya. Dengan cerdik dan berani, mereka berhasil menjaga pelabuhan itu. Kapal-kapal asing pun pergi menjauh. Rakyat bersorak gembira di tepi laut.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Untuk mengenang hari bahagia itu, pelabuhan diberi nama baru: Jayakarta. Artinya, kota kemenangan. "Jaya! Jaya!" seru rakyat. "Kota kita menang dan jaya!" Nama itu terdengar sampai ke negeri-negeri seberang.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Bertahun-tahun kemudian, orang Belanda datang dan lama menetap di sana. Mereka mengganti nama kota menjadi Batavia. Dibangunlah kanal-kanal seperti di negeri mereka. Gedung-gedung berdiri, dan delman berlalu-lalang di jalan batu.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Namun rakyat tetap menyimpan nama kebanggaan itu di dalam hati. Lama-kelamaan zaman berganti, dan nama lama dipakai kembali. Jayakarta disingkat menjadi Jakarta. "Jakarta!" Semua orang menyebutnya dengan bangga.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Kini Jakarta menjadi kota yang besar. Ondel-ondel menari di pesta-pestanya. Kerak telor, telur dadar beras yang gurih, dijual di keramaian. Dan di pelabuhan tua Sunda Kelapa, perahu-perahu kayu masih berlabuh seperti dahulu kala.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Malam pun turun di kota Jakarta. Lampu-lampu menyala seperti ribuan kunang-kunang. Kapal-kapal tertidur di pelabuhan, ditimang ombak kecil. Kamu juga, ya. Berbaringlah yang nyaman, dan biarkan mimpi membawamu berlayar pelan-pelan.

Tentang cerita ini

Ini bukan legenda ajaib, melainkan sejarah kota yang didongengkan: Jakarta memang berganti-ganti nama. Mula-mula pelabuhan kecil bernama Sunda Kelapa, lalu dinamai Jayakarta — "kota kemenangan" — setelah Fatahillah berhasil mempertahankannya, kemudian lama disebut Batavia pada zaman Belanda, sampai akhirnya kembali menjadi Jakarta.

Jejak setiap nama masih bisa dikunjungi: pelabuhan tua Sunda Kelapa masih dipakai kapal-kapal kayu sampai sekarang, dan kawasan Kota Tua menyimpan gedung-gedung zaman Batavia. Ulang tahun Jakarta dirayakan setiap tanggal 22 Juni, mengenang hari kemenangan itu.

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Sejarahnya kami sederhanakan: tidak ada adegan perang, hanya kapal asing yang "pergi menjauh". Bahan ngobrol: nama punya arti dan cerita — tanyakan pada anak apa arti namanya sendiri, lalu coba hitung bersama: satu kota, empat nama.

Untuk orang tua

Pesan moral

Nama sebuah kota menyimpan cerita perjuangan; mengenal asal-usulnya membuat kita semakin mencintainya.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Coba sebutkan, apa saja nama kota Jakarta dari dahulu sampai sekarang?
  2. Apa arti nama Jayakarta?
  3. Mengapa rakyat bersorak gembira di tepi laut?
  4. Tahukah kamu asal-usul nama kota atau kampung tempat tinggalmu?

Untuk kelas

muararempahpalakanalberlabuhdisingkat

Cerita lain: Betawi

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.