Identitas
- Kelompok usia: 4–6 tahun (TK A/B)
- Topik: Kota tempat tinggalku · Subtopik: Nama kota menyimpan cerita
- Alokasi waktu: 60 menit (satu blok dalam hari belajar; bisa dibagi dua hari)
- Cerita: Asal Usul Nama Jakarta (cerita rakyat Betawi, 9 halaman, 3 menit)
- Dimensi profil lulusan: Kewargaan, Penalaran Kritis, Komunikasi
Tujuan pembelajaran
- Anak mengurutkan kartu nama kota dari yang paling dahulu: Sunda Kelapa, Jayakarta, Batavia, Jakarta.
- Anak menyebutkan arti nama Jayakarta, yaitu kota kemenangan.
- Anak menceritakan mengapa rakyat bersorak gembira di tepi laut.
Alat dan bahan
- Cerita Asal Usul Nama Jakarta: pemutar «Putar di kelas» di laptop/proyektor, atau dibacakan guru.
- Kartu diskusi & kosakata (cetak 1 lembar untuk guru).
- Lembar mewarnai halaman 5 (cetak sesuai jumlah anak).
- Empat kartu tulisan guru: Sunda Kelapa, Jayakarta, Batavia, Jakarta.
Pembukaan (10 menit)
- Salam, doa pembuka sesuai kebiasaan sekolah, absen.
- Pertanyaan pemantik: «Siapa yang tahu nama jalan atau kampung tempat rumahnya? Coba sebutkan.»
- Tunjukkan gambar halaman 2: «Pelabuhan ini ramai sekali. Coba sebutkan barang apa saja yang dibawa para pedagang.»
- Perkenalkan 3 kata: muara, rempah-rempah, pala.
Inti (40 menit)
- Memahami: Putar halaman 1 sampai 3. Berhenti sesudah halaman 3, saat rakyat cemas karena kapal asing ingin merebut pelabuhan. Tanya: «Menurut kalian, siapa yang akan datang menjaga pelabuhan itu?»
- Memahami: Lanjutkan halaman 4 sampai 9. Jeda, lalu tanya: «Nama apa yang dipakai orang Belanda untuk kota itu?»
- Mengaplikasi: «Barisan empat nama»: empat anak masing-masing memegang satu kartu nama kota. Teman-teman lain menyusun mereka berdiri berurutan dari nama paling dahulu sampai nama sekarang. Lalu semua membaca barisan itu bersama-sama. Tanya: «Nama mana yang paling dahulu?»
- Mengaplikasi: Mewarnai halaman 5 (rakyat bersorak «Jaya! Jaya!» di tepi laut). Sambil mewarnai, tanya: «Apa arti nama Jayakarta?»
- Merefleksi: Duduk melingkar. Bahas: «Apa arti nama Jayakarta?», «Mengapa rakyat bersorak gembira di tepi laut?», «Tahukah kamu asal-usul nama kota atau kampung tempat tinggalmu?»
Penutup (10 menit)
- Recalling: Bergiliran, anak menceritakan mengapa rakyat bersorak gembira di tepi laut.
- Ulangi kata baru: muara, rempah-rempah, pala, kanal, berlabuh.
- Pesan untuk di rumah: dengarkan cerita lagi bersama orang tua (kode PR dari guru), lalu tanyakan asal nama kampungmu.
- Doa penutup dan salam.
Asesmen (observasi)
- Urutan nama: anak menyusun barisan kartu dari Sunda Kelapa sampai Jakarta, lalu ikut membacanya.
- Arti Jayakarta: anak menyebut kota kemenangan saat mewarnai halaman 5.
- Rakyat bersorak: anak menceritakan pelabuhan berhasil dijaga dan kapal asing pergi, saat recalling.
- Dokumentasi: hasil karya (lembar mewarnai), catatan anekdot saat «Barisan empat nama».
Catatan untuk guru
- Untuk kelompok A (4 tahun): berhenti sesudah halaman 7, saat nama Jakarta dipakai kembali dan semua menyebutnya dengan bangga; ceritakan: «Sampai kini perahu kayu masih berlabuh di pelabuhan tua Sunda Kelapa.» Satu ragam main saja («Barisan empat nama») dengan dua kartu saja: Sunda Kelapa dan Jakarta; ganti mewarnai dengan menunjuk halaman 5: «Apa arti nama Jayakarta?» Dua pertanyaan awal.
- Kalau anak cemas melihat kapal asing datang, katakan: «Pelabuhannya tetap terjaga; kapal-kapal itu pergi menjauh dan rakyat bersorak.»
- Nama Fatahillah kini dipakai untuk museum dan lapangan di Kota Tua Jakarta; mungkin ada anak yang pernah ke sana.