

Halaman 1
Ada kakak beradik bernama Alyonushka dan Ivanushka. Kakaknya sabar, adiknya kecil dan gampang haus. Suatu siang mereka berjalan jauh melintasi padang. Matahari panas sekali. "Kak, aku haus," rengek Ivanushka. "Sabar, ya. Sebentar lagi ada sumur."

Halaman 2
Di jalan ada bekas tapak kaki sapi yang penuh air hujan. "Aku mau minum dari sini!" "Jangan, Dik. Air itu kotor," kata Alyonushka. Lalu ada bekas tapak kuda. "Yang ini boleh?" "Jangan juga. Tahan sedikit lagi, ya." Ivanushka menghela napas panjang.
Halaman 3
Lalu tampak bekas tapak kambing berisi air jernih. Alyonushka sedang memetik bunga, tidak melihat. Ivanushka membungkuk dan minum sampai puas. "Segarnya!" Tapi tiba-tiba... plop! Ivanushka berubah menjadi seekor anak kambing kecil berbulu putih.
🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.
Unduh di Google PlayUnduh di App StoreHalaman 4
"Ivanushka!" seru Alyonushka. Anak kambing itu mengembik pelan, "Mbeee, Kak, ini aku." Alyonushka memeluknya sambil menangis. "Jangan takut. Kita cari cara mengembalikanmu. Aku tidak akan meninggalkanmu." Ia mengikatkan pita sutra di leher adiknya.
Halaman 5
Mereka berjalan sampai ke sebuah desa. Seorang saudagar baik hati menampung mereka. Alyonushka bekerja di rumahnya, dan anak kambing kecil selalu di sampingnya. Tapi seorang perempuan penyihir di desa itu iri melihat mereka hidup tenang.
Halaman 6
Suatu hari penyihir itu memancing Alyonushka ke tepi danau. Byur! Ia mendorongnya ke air yang dalam, lalu berpura-pura menjadi Alyonushka di rumah saudagar. Anak kambing kecil tahu itu bukan kakaknya. Ia berlari ke danau dan memanggil-manggil.
Halaman 7
"Kakak Alyonushka, keluarlah! Aku menunggumu di sini!" Dari dalam air terdengar suara pelan, "Adikku Ivanushka, aku tertahan di dasar danau." Anak kambing itu datang setiap pagi dan setiap sore, tanpa pernah lelah memanggil kakaknya.
Halaman 8
Saudagar itu heran melihat kambing kecil selalu ke danau. Ia mengikutinya dan mendengar suara dari air. "Cepat, bawa jala! Ada orang di dalam danau!" serunya. Orang-orang desa menarik jala sutra perlahan — dan Alyonushka pun terangkat ke tepian.
Halaman 9
Begitu kakaknya membuka mata, sihir itu pun patah. Anak kambing kecil melompat sekali — dan kembali menjadi Ivanushka! "Kak, aku kembali!" serunya. Mereka berpelukan erat. Si penyihir lari terbirit-birit dan tidak pernah kembali lagi.
Halaman 10
Malam itu di rumah saudagar, Ivanushka minum susu hangat dari cangkirnya sendiri. "Lain kali aku akan sabar menunggu, Kak." Alyonushka tersenyum dan mengelus rambutnya. Di luar, padang sudah gelap dan tenang. Ayo, tutup matamu. Selamat tidur, sayang.
"Kakak Alyonushka dan Adik Ivanushka" adalah dongeng rakyat Rusia dari kumpulan Alexander Afanasyev. Ia juga hidup lewat lukisan: "Alyonushka" karya Viktor Vasnetsov (1881), gadis termenung di tepi kolam, salah satu lukisan paling dikenal di Rusia, ada di Galeri Tretyakov, Moskow.
Nasihat Alyonushka nyata: air yang tergenang di bekas tapak hewan tidak boleh diminum karena penuh kuman — karena itu kita membawa botol minum saat berjalan jauh. Anak kambing ada di hampir setiap kampung Indonesia; lihat ia mengikuti induknya ke mana-mana, persis Ivanushka yang tak mau jauh dari kakaknya.
Cocok untuk usia 5–9 tahun. Aslinya lebih kelam: Alyonushka ditenggelamkan dengan batu di leher, penyihir menuntut anak kambing disembelih, lalu dihukum berat. Versi kami menyimpan kesetiaan kakak beradik, tapi membuang penyembelihan dan hukuman; penyihir hanya kabur. Bahan ngobrol: kenapa Ivanushka tetap minum padahal sudah dilarang dua kali? Kalau haus sekali di jalan, sebaiknya bagaimana?
Mendengarkan nasihat orang yang menyayangi kita menjauhkan dari bahaya — dan kasih sayang tidak menyerah menolong.
Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.