

Halaman 1
Dahulu sekali, sebelum ada langit dan bumi, belum ada apa-apa. Belum ada gunung. Belum ada laut. Belum ada burung. Hanya ada kabut di tengah, negeri es di utara, dan negeri api yang hangat di selatan.

Halaman 2
Di tempat es dan udara hangat bertemu, tetes demi tetes es mencair. Dari tetesan itu terbentuklah raksasa pertama yang besaaar sekali. Namanya Ymir. Bersamanya muncul sapi raksasa bernama Audhumla, yang susunya mengalir seperti sungai kecil.
Halaman 3
Audhumla menjilati bongkahan es yang asin. Jilat, jilat, jilat... Dari dalam es muncul sosok pertama — kakek para dewa. Dari keluarganya, lahirlah kemudian Odin dan kedua saudaranya.
🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.
Unduh di Google PlayUnduh di App StoreHalaman 4
Dunia waktu itu masih kosong dan sunyi. Ymir sudah sangat tua. Ia menguap lebar sekali — huaaahm — sampai kabut ikut berputar. «Aku mengantuk sekali,» katanya pelan. «Aku ingin tidur yang panjaaaang.»
Halaman 5
Ymir berbaring di tengah kekosongan. «Kalau aku tidur,» gumamnya, «aku ingin bermimpi menjadi dunia. Mimpi yang penuh pohon, sungai, dan anak-anak yang tertawa.» Lalu ia memejamkan mata dan tertidur, nyenyak sekali.
Halaman 6
Dan mimpinya menjadi nyata. Pelan-pelan, tubuh Ymir yang tertidur berubah: punggungnya menjadi pegunungan, rambutnya menjadi hutan yang lebat, dan napasnya yang tenang menjadi angin yang bertiup lembut.
Halaman 7
Odin dan saudara-saudaranya ikut membangun. Mereka mengangkat langit tinggi-tinggi seperti atap biru. «Lihat!» seru Odin. Bunga api dari negeri selatan mereka gantung menjadi bintang-bintang, lalu mereka mengatur jalan bagi matahari dan bulan.
Halaman 8
Di tengah dunia mereka menyiapkan Midgard, rumah untuk manusia. Di atasnya berdiri Asgard, kota para dewa, dan jembatan pelangi Bifrost menghubungkan keduanya. «Selamat datang di dunia,» bisik Odin. Burung bernyanyi, anak-anak tertawa.
Halaman 9
Kata dongeng utara, sampai sekarang Ymir masih tidur dan bermimpi indah. Kalau angin lembut menyentuh pipimu malam ini, itu napasnya yang tenang. Tarik napas pelan... embuskan... dan ikutlah bermimpi indah bersama dunia. Selamat tidur.
Ymir, raksasa pertama yang tubuhnya menjadi dunia, adalah mitos penciptaan Nordik yang tercatat dalam puisi-puisi Edda Islandia — Voluspa, Vafthrudnismal, Grimnismal — dan dijelaskan Snorri Sturluson dalam Gylfaginning. Es di utara, api di selatan, sapi Audhumla yang menjilat es sampai muncul leluhur para dewa: susunan itu asli dari sumbernya.
Negeri es dan api itu nyata: Islandia, tempat mitos ini dituliskan, adalah pulau gunung berapi yang tertutup gletser. Indonesia pun negeri api — ratusan gunung berapi di sepanjang cincin api — dan punya esnya sendiri: salju abadi di Puncak Jaya, Papua, yang kini hampir habis mencair.
Cocok untuk usia 3–7 tahun. Dalam kanon Odin dan kedua saudaranya membunuh Ymir, lalu membangun dunia dari tubuhnya — darahnya menjadi laut, tulangnya gunung, tengkoraknya langit; versi kami mengubahnya menjadi raksasa tua yang tertidur dan bermimpi menjadi dunia. Bahan ngobrol: kalau angin adalah napas Ymir, apa kira-kira hujan dan sungai?
Dunia ini hadiah yang indah — jagalah gunung, hutan, dan sungainya seperti menjaga mimpi yang berharga.
Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.