Google PlayApp Store
Sampul cerita Thumbelina

Thumbelina

10 halaman3 menit 17 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Ada seorang ibu yang tinggal sendirian. Ia sangat ingin punya anak. Seorang nenek ajaib memberinya sebutir biji bunga. "Tanamlah, dan tunggulah," kata nenek itu. Ibu menanamnya di dalam pot, lalu menunggu dengan sabar.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Biji itu tumbuh menjadi kuncup yang indah. Ketika kuncupnya mekar, di tengahnya duduk gadis mungil sebesar ibu jari. "Kuberi nama Thumbelina," kata ibu sambil tersenyum bahagia.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Suatu malam, seekor katak besar melompat masuk lewat jendela. "Gadis ini cocok jadi teman anakku!" kata katak itu. Ia membawa Thumbelina ke sungai dan menaruhnya di atas daun teratai, jauh dari tepi air.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Thumbelina menangis di atas daun itu. Ikan-ikan kecil merasa kasihan. "Jangan sedih, kami akan menolongmu!" kata mereka, lalu menggigit tangkainya sampai putus. Daun itu hanyut jauh dari katak. Sepanjang musim panas Thumbelina hidup di padang.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Ketika musim dingin datang, angin bertiup dingin sekali. Thumbelina menggigil mencari tempat berteduh. Untunglah ia menemukan rumah kecil Ibu Tikus Ladang di bawah tumpukan jerami. "Masuklah, Nak, hangatkan dirimu," kata tikus itu.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Thumbelina tinggal bersama Ibu Tikus Ladang. Suatu hari, di lorong bawah tanah, mereka menemukan seekor burung walet yang kedinginan. "Burung ini masih hidup," bisik Thumbelina. Diam-diam ia menyelimutinya dengan rumput kering setiap malam.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Berkat rawatan Thumbelina, burung walet menjadi kuat kembali. "Terima kasih, gadis kecil yang baik," kata walet. Ketika musim semi tiba, ia terbang keluar lewat celah tanah. Thumbelina melambai, sedih bercampur senang.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Di lorong sebelah tinggal tetangga kaya bernama Tuan Tikus Tanah. Musim gugur itu ia ingin menikahi Thumbelina. Berarti Thumbelina harus tinggal di bawah tanah selamanya, tanpa matahari. "Selamat tinggal, matahari," bisiknya dengan mata basah.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Tiba-tiba terdengar suara sayap di atas kepalanya. Burung walet itu kembali! "Ikutlah denganku ke negeri bunga yang hangat," ajaknya. Thumbelina tersenyum lebar, lalu naik ke punggungnya yang lembut.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Di negeri itu, setiap bunga adalah rumah peri mungil. Pangeran bunga menyambutnya, "Tinggallah bersama kami!" dan memberinya sayap berkilau. Malam turun, kelopak-kelopak menutup pelan. Seperti Thumbelina, pejamkan matamu. Tidurlah, peri kecilku.

Tentang cerita ini

Thumbelina adalah dongeng karangan Hans Christian Andersen dari Denmark tentang gadis mungil sebesar ibu jari yang lahir dari sekuntum bunga. Andersen begitu dihormati sebagai pencerita sehingga tanggal lahirnya, 2 April, kini diperingati di seluruh dunia sebagai Hari Buku Anak Internasional.

Penolong Thumbelina adalah burung walet — dan walet bukan burung asing bagi anak Indonesia: suaranya mencicit di langit senja, dan di banyak kota berdiri rumah-rumah tinggi yang sengaja dibangun untuk didiami walet. Tunjukkan satu pada anak: burung kecil seperti inilah yang dalam dongeng membawa Thumbelina terbang ke negeri bunga.

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Bahan ngobrol: Thumbelina kecil, tetapi kebaikannya besar — ia diam-diam merawat walet yang kedinginan, dan kebaikan itu kembali padanya tepat saat ia paling membutuhkan. Tanyakan: kebaikan kecil apa yang pernah kembali kepada kita?

Untuk orang tua

Pesan moral

Kebaikan hati sekecil apa pun akan kembali kepada kita. Thumbelina merawat burung walet tanpa pamrih, dan walet itulah yang membawanya menuju kebahagiaan.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Siapa saja yang menolong Thumbelina dalam cerita ini?
  2. Kenapa Thumbelina merawat burung walet diam-diam?
  3. Menurutmu, kenapa burung walet kembali menjemput Thumbelina?
  4. Kalau kamu sekecil ibu jari, kamu ingin tinggal di bunga apa?
kebaikan hatitolong-menolongkeberanian

Untuk kelas

kuncupmungilwaletterataihanyutjeramimenggigil

Cerita lain: Andersen

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.