

Halaman 1
Kai dan Gerda adalah sahabat karib. Rumah mereka bersebelahan. Di antara jendela mereka ada kebun mawar kecil. Setiap sore mereka bermain di sana. "Mawar ini seperti kita," kata Gerda. "Selalu berdampingan."

Halaman 2
Di suatu tempat jauh, cermin ajaib milik penyihir jahat pecah berkeping-keping. Satu serpihan kecil terbang masuk ke mata Kai, satu lagi ke dadanya. Sejak itu Kai berubah dingin. "Mawar ini jelek!" katanya ketus pada Gerda.
Halaman 3
Musim dingin tiba. Kai bermain kereta luncur di alun-alun. Tiba-tiba lewat kereta salju putih besar. Kai mengaitkan keretanya, dan mereka meluncur cepat sekali! Di kereta itu duduk Ratu Salju. "Ikutlah ke istanaku," katanya, dan Kai lupa segalanya.
🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.
Unduh di Google PlayUnduh di App StoreHalaman 4
Kai tidak pulang-pulang sepanjang musim dingin. Ketika musim semi tiba, Gerda menyusuri sungai dengan perahu kecil untuk mencarinya. "Sudahkah kau melihat Kai, sahabatku?" tanyanya pada bunga-bunga di tepi. Tak ada yang tahu.
Halaman 5
Jauh di utara, orang-orang hutan yang galak menghadang Gerda. Untunglah anak perempuan kepala suku, Rana, iba mendengar ceritanya. "Lepaskan dia, Ayah. Biar rusaku yang mengantarnya," pintanya. Orang-orang hutan pun membuka jalan.
Halaman 6
Rusa kutub berlari melewati padang salju luas. Di langit, cahaya utara menari hijau dan ungu. Di gerbang istana es, rusa berhenti. "Sisanya jalanmu sendiri, gadis kecil. Beranikan hatimu," katanya lembut. Gerda mengangguk dan melangkah masuk.
Halaman 7
Di aula es yang sunyi, Kai duduk sendirian. Bibirnya biru, wajahnya pucat. Ia menyusun kepingan-kepingan es tanpa henti, entah untuk apa. Ratu Salju sudah terbang jauh ke negeri bersalju lain, meninggalkannya seorang diri.
Halaman 8
"Kai!" Gerda memeluknya erat. Air matanya yang hangat jatuh ke dada Kai, dan serpihan cermin di sana meleleh. Kai ikut menangis, serpihan di matanya pun hanyut. Hatinya hangat kembali, dan sihir Ratu Salju kehilangan kekuatannya.
Halaman 9
Mereka bergandengan tangan meninggalkan istana es. Rusa kutub sudah menunggu di gerbang. "Dari mana saja aku selama ini, Gerda?" bisik Kai. Gerda tersenyum dan menggenggam tangannya lebih erat. "Ayo kita pulang."
Halaman 10
Di rumah, kebun mawar kecil menyambut mereka dengan mekar yang paling indah. Kai dan Gerda duduk berdampingan sampai malam tiba. Hati yang hangat mengalahkan es yang paling dingin. Sekarang peluk gulingmu yang hangat, dan terlelaplah pelan-pelan.
Ratu Salju adalah dongeng terpanjang yang ditulis Hans Christian Andersen — sebuah perjalanan dari kebun mawar kecil sampai istana es di ujung utara. Dunia masa kini pun berutang padanya: film Frozen yang disayangi anak-anak diakui terinspirasi dari dongeng Denmark ini.
Cahaya utara yang menari hijau dan ungu di atas kepala Gerda itu sungguhan: namanya aurora, dan ia benar-benar terlihat di langit malam negeri-negeri dekat kutub. Tunjukkan fotonya pada anak — langit yang menyala seperti kain sutra itu bukan sihir, melainkan keajaiban alam.
Cocok untuk usia 4–8 tahun. Dalam buku tua perjalanan Gerda lebih panjang dan penghuni hutannya lebih menakutkan; di versi kami mereka hanya menghadang jalan, lalu luluh oleh Rana yang pemberani. Bahan ngobrol: yang mencairkan es bukan pedang, melainkan pelukan dan air mata sahabat — kenapa hati yang hangat bisa lebih kuat daripada sihir?
Kasih sayang yang setia bisa mencairkan hati yang paling dingin. Gerda tidak menyerah mencari sahabatnya, dan kehangatan hatinya mengalahkan sihir es.
Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.