

Halaman 1
Dahulu ada seorang kaisar. Ia sangat suka baju baru. Setiap jam ia berganti pakaian. Uang kerajaan habis untuk kain dan benang emas. "Baju adalah hal terpenting di dunia," kata kaisar dengan bangga.

Halaman 2
Suatu hari datanglah dua penjahit licik. "Kami menenun kain paling ajaib," kata mereka. "Kain ini tidak terlihat oleh orang bodoh. Hanya orang pintar yang bisa melihatnya." Kaisar langsung memesan baju dari kain itu.
Halaman 3
Kedua penjahit duduk di depan alat tenun yang kosong. Tangan mereka bergerak-gerak seolah menenun, padahal tidak ada benang sama sekali. Benang emas dari kaisar mereka sembunyikan diam-diam di dalam tas.
🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.
Unduh di Google PlayUnduh di App StoreHalaman 4
Kaisar mengutus menteri tua untuk melihat kain itu. Menteri menatap alat tenun. Kosong! "Aduh, apakah aku bodoh?" pikirnya ketakutan. Maka ia berkata keras-keras, "Kainnya indah sekali! Warnanya luar biasa!"
Halaman 5
Akhirnya kaisar datang sendiri. Ia memandang alat tenun yang kosong itu. Ia tidak melihat apa-apa! Jantungnya berdebar. "Kalau kubilang tak terlihat, semua akan menganggapku bodoh," pikirnya. Ia pun mengangguk, "Bagus! Sungguh bagus!"
Halaman 6
Tibalah hari pawai besar. Kedua penjahit berpura-pura memakaikan baju baru itu. "Ringan seperti sarang laba-laba, Paduka," kata mereka sambil tersenyum. Kaisar berputar di depan cermin, memuji baju yang tidak ada.
Halaman 7
Kaisar berjalan di tengah kota dengan gagahnya. Orang-orang di pinggir jalan takut disebut bodoh. "Bajunya indah sekali!" seru mereka. "Lihat jubahnya yang berkilau!" Padahal tidak ada seorang pun yang melihat baju itu.
Halaman 8
Tiba-tiba seorang anak kecil berseru, "Tapi kaisar tidak pakai baju!" Orang-orang terdiam, lalu mulai berbisik-bisik. Bisikan itu menjalar ke seluruh kota. Kaisar merasa malu sekali, karena ia tahu anak itu berkata jujur.
Halaman 9
Malam itu kaisar duduk memandang bintang. "Anak kecil itu berani jujur. Aku harus belajar darinya," katanya pelan. Sejak itu ia memakai baju sederhana dan mendengarkan kata hati. Sekarang, tutup matamu pelan-pelan. Selamat malam, anak jujurku.
Baju Baru Kaisar dikarang Hans Christian Andersen dari Denmark hampir dua abad lalu dan menjadi salah satu dongeng paling terkenal di dunia. Kalimat "kaisar tidak pakai baju" kini dipakai orang dewasa di banyak bahasa sebagai sindiran: semua melihat kebohongan, tetapi tidak ada yang berani mengatakannya.
Yang menyelamatkan keadaan justru seorang anak kecil — dan itulah inti dongeng ini: mata anak melihat apa adanya. Di rumah, ceritanya mudah dijadikan permainan: sebutkan bergantian hal-hal yang jelas benar dan jelas keliru, lalu berlomba siapa paling cepat berseru seperti anak di pinggir jalan itu.
Cocok untuk usia 4–8 tahun. Dalam buku aslinya kaisar tetap melanjutkan pawai sambil berpura-pura; versi kami menambahkan malam perenungan: kaisar berterima kasih pada si anak jujur dan belajar mendengarkan kata hati. Bahan ngobrol: berkata jujur kadang butuh berani — kenapa orang dewasa di kisah ini takut, sedangkan si kecil tidak?
Berkata jujur itu berani, walau semua orang diam. Jangan ikut-ikutan memuji sesuatu hanya karena takut dianggap berbeda.
Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.