

Halaman 1
Dahulu kala, seorang Raja dan Ratu sangat mendambakan anak. Akhirnya lahirlah seorang putri kecil yang cantik. Namanya Putri Aurora. Seluruh negeri bersuka ria. Raja mengadakan pesta besar di istana.

Halaman 2
Tujuh peri baik diundang ke pesta itu. Satu per satu mereka memberi hadiah ajaib. "Kamu akan tumbuh baik hati," kata peri pertama. "Kamu akan pandai menari dan bernyanyi," kata peri yang lain. Bayi Aurora tersenyum di ayunannya.
Halaman 3
Tiba-tiba datang peri tua yang tidak diundang. Wajahnya masam sekali. "Suatu hari, jari putri ini akan tertusuk jarum pemintal, alat untuk memintal benang, dan ia akan tertidur selamanya!" serunya. Semua tamu terdiam ketakutan.
🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.
Unduh di Google PlayUnduh di App StoreHalaman 4
Untunglah, peri termuda belum memberikan hadiahnya. "Tenanglah," katanya lembut. "Putri tidak akan tidur selamanya. Ia akan tidur seratus tahun, lalu dibangunkan seorang pangeran." Raja memerintahkan agar semua jarum pemintal disimpan jauh-jauh.
Halaman 5
Aurora tumbuh menjadi gadis yang ramah. Suatu hari, ia menemukan tangga menuju kamar kecil di puncak menara. Di sana seorang nenek sedang memintal benang. "Bolehkah aku mencoba?" tanya Aurora penasaran. Ia menyentuh jarum pemintal... dan tertusuk!
Halaman 6
Aurora jatuh tertidur seketika. Peri termuda segera datang. Ia mengayunkan tongkatnya ke seluruh istana. Raja, Ratu, para pelayan, bahkan kuda dan anjing, semua ikut tertidur. "Tidurlah dengan tenang," bisik peri. "Sampai waktunya tiba."
Halaman 7
Tahun demi tahun berlalu. Semak mawar dan pohon-pohon tinggi tumbuh mengelilingi istana. Istana itu tersembunyi seperti dalam mimpi panjang. Orang-orang di desa bercerita, "Di balik hutan itu, ada putri yang sedang tidur."
Halaman 8
Seratus tahun kemudian, seorang pangeran muda mendengar cerita itu. "Aku ingin menemui putri itu," katanya. Ajaib! Semak mawar terbuka memberi jalan. Pangeran berjalan melewati istana yang sunyi, sampai ke kamar kecil di menara.
Halaman 9
Pangeran menatap Aurora yang tertidur damai. "Bangunlah, Putri," katanya lembut. Aurora membuka mata dan tersenyum. "Kamu datang juga akhirnya." Seisi istana ikut terbangun: raja, ratu, para pelayan, bahkan kuda dan anjing.
Halaman 10
Tak lama kemudian, pesta pernikahan digelar dengan meriah. Setelah pesta, istana kembali tenang dan lilin-lilin diredupkan. Aurora kini tidur nyenyak tanpa sihir. Sekarang giliranmu, sayang. Peluk gulingmu dan biarkan mimpi indah datang.
Putri Tidur dicatat Charles Perrault dalam kumpulan dongengnya tahun 1697 — jauh sebelum film-film animasi membuatnya termasyhur. Tujuh peri pemberi hadiah, tusukan jarum pemintal, dan tidur seratus tahun semuanya sudah ada dalam versi Prancis yang tua ini.
Di Lembah Loire, Prancis, berdiri kastil sungguhan bernama Ussé — menara-menara putih berkerucut di tepi hutan, yang sejak lama disebut-sebut sebagai ilham istana Putri Tidur. Tunjukkan fotonya pada anak: kira-kira begitulah rupa istana yang tertidur di balik semak mawar dalam cerita malam ini.
Cocok untuk usia 4–8 tahun. Dongeng Perrault sebenarnya masih berlanjut sesudah pernikahan, dan kelanjutannya jauh lebih kelam — bagian itu tidak kami ambil, seperti kebanyakan buku anak masa kini. Bahan ngobrol: seisi istana ikut ditidurkan supaya Aurora tidak terbangun sendirian di dunia yang asing — cara halus bicara tentang tidak meninggalkan orang yang kita sayangi.
Kesabaran dan harapan membawa akhir yang bahagia; satu kebaikan kecil bisa melunakkan hal yang menakutkan.
Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.