Google PlayApp Store
Sampul cerita Si Tudung Merah

Si Tudung Merah

9 halaman3 menit 1 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Dahulu kala, ada gadis kecil yang selalu memakai tudung merah. Semua orang memanggilnya Tudung Merah. Suatu pagi, ibunya berkata, "Nenek sedang sakit. Antarkan kue dan mentega ini, ya. Jangan mampir-mampir di jalan."

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Tudung Merah berjalan melewati hutan. Bunga-bunga bermekaran di tepi jalan. Tiba-tiba, seekor serigala besar muncul. "Selamat pagi, gadis kecil. Mau ke mana?" tanyanya dengan suara manis. "Ke rumah Nenek, di seberang hutan," jawab Tudung Merah.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

"Aku juga ingin menjenguk Nenek," kata Serigala licik. "Begini saja: kamu lewat jalan ini, aku lewat jalan itu." Serigala memilih jalan pintas dan berlari kencang. Tudung Merah berjalan pelan sambil memetik bunga untuk Nenek.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Serigala tiba lebih dulu dan mengetuk pintu. Tok, tok! "Ini aku, Tudung Merah," katanya dengan suara dibuat halus. Begitu pintu terbuka, Serigala melompat masuk. Ia mengunci Nenek di dalam lemari besar. "Diamlah dulu di situ, Nek!"

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Serigala memakai topi tidur Nenek. Ia menarik selimut sampai ke hidungnya. "Hihihi, Tudung Merah pasti tertipu," pikirnya. Dari dalam lemari, Nenek berseru, "Keluarkan aku!" Tapi suaranya teredam oleh pintu lemari.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Tudung Merah tiba dan masuk ke kamar. "Nenek, kenapa telingamu besar sekali?" "Supaya bisa mendengarmu, cucuku." "Kenapa matamu besar sekali?" "Supaya bisa melihatmu jelas." "Dan... kenapa gigimu besar sekali?" Serigala melompat dari tempat tidur!

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Tudung Merah menjerit, "Tolong! Tolong!" Untunglah, para penebang kayu sedang bekerja di dekat rumah Nenek. Mereka berlari masuk membawa tali dan tongkat. "Berhenti, Serigala!" seru mereka dengan suara menggelegar.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Serigala gemetar ketakutan. Topi tidur Nenek melorot dari kepalanya. Ia melompat lewat jendela dan kabur jauh ke dalam hutan, malu sekali. Tudung Merah membuka lemari. "Nenek! Kamu tidak apa-apa?" Mereka berpelukan erat.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Malam itu, Tudung Merah menginap di rumah Nenek. "Lain kali, jangan bicara dengan serigala, ya," pesan Nenek lembut. Tudung Merah mengangguk mengantuk. Selimut hangat, lampu redup. Tidur yang lelap ya, sayang, seperti Tudung Merah di pelukan Nenek.

Tentang cerita ini

Si Tudung Merah punya versi tertulis tertua pada Charles Perrault: ia memuatnya dalam kumpulan 1697 sebagai peringatan bagi anak-anak agar tidak mudah percaya pada orang asing yang bermulut manis. Tudung bertali penutup kepala — chaperon — memang bagian pakaian yang dikenal di Prancis zaman itu.

Bagian yang paling disukai anak-anak justru paling enak dimainkan: tanya-jawab "Nenek, kenapa telingamu besar sekali?" seru diperankan bergantian dengan suara dibuat-buat — sekali anak menjadi Tudung Merah, sekali menjadi serigala bertopi tidur.

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Perrault mengakhiri kisahnya tanpa pertolongan — sengaja menakutkan sebagai pelajaran. Versi kami memilih jalan yang aman dibawa tidur: nenek hanya dikunci di lemari, para penebang kayu datang membawa tali dan tongkat, dan serigala lari ketakutan tanpa ada yang terluka. Bahan ngobrolnya tetap sama dengan tiga abad silam: tidak semua suara manis berniat baik.

Untuk orang tua

Pesan moral

Dengarkan pesan orang tua dan berhati-hatilah pada orang asing yang bermulut manis.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Pesan apa yang diberikan Ibu sebelum Tudung Merah berangkat?
  2. Bagaimana Tudung Merah mulai curiga bahwa itu bukan Nenek?
  3. Menurutmu, kenapa Serigala jadi malu lalu kabur?
  4. Kalau orang yang tidak kamu kenal mengajakmu bicara, apa yang kamu lakukan?
kehati-hatianmendengarkan nasihatkeluarga

Untuk kelas

tudungmentegalicikjalan pintaslemaripenebang kayumenggelegar

Cerita lain: Perrault

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.