Google PlayApp Store
Sampul cerita Kucing Bersepatu Bot

Kucing Bersepatu Bot

10 halaman3 menit 31 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Dahulu kala, seorang tukang giling tua mewariskan harta kepada tiga anaknya. Anak sulung mendapat penggilingan. Anak kedua mendapat keledai. Si bungsu, Tomas, hanya mendapat seekor kucing. "Hanya kucing?" keluh Tomas.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

"Jangan sedih, Tuan," kata si Kucing tiba-tiba. "Berikan aku sepasang sepatu bot dan sebuah karung. Nanti kamu akan melihat, aku ini kucing yang hebat!" Tomas tertawa, tetapi ia menurut. Si Kucing memakai sepatu botnya dengan gagah.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Si Kucing datang berkali-kali ke istana membawa kelinci gemuk. "Hadiah dari tuanku, Markis Karabas, seorang bangsawan!" katanya sambil membungkuk. Nama itu ia karang sendiri untuk Tomas. Raja tersenyum senang setiap kali si Kucing datang.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Suatu hari, Raja dan Putri naik kereta di tepi sungai. "Cepat, Tuan, masuklah ke sungai, mandilah di sana!" kata si Kucing pada Tomas. Lalu ia berteriak keras, "Tolong! Markis Karabas tenggelam!" Kereta Raja pun berhenti.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Para pengawal menolong Tomas keluar dari air. Raja memberinya jubah yang indah. Tomas terlihat gagah sekali. Putri tersenyum malu-malu padanya. "Naiklah ke kereta kami," ajak Raja ramah. Si Kucing berlari cepat mendahului kereta.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Di ladang gandum, si Kucing berseru pada para petani, "Jika Raja bertanya, katakan ladang ini milik Markis Karabas!" Para petani mengangguk. Ketika Raja lewat dan bertanya, mereka menjawab, "Ini ladang Markis Karabas!" Raja semakin kagum.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Si Kucing tiba di kastil besar milik raksasa penyihir. Ia mengetuk pintu dengan berani. "Tuan Raksasa, kudengar kamu bisa berubah menjadi hewan apa saja. Benarkah?" "Tentu saja!" geram raksasa. "Lihat ini!" Ia berubah menjadi singa besar. Aum!

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Si Kucing menelan ludah, lalu berkata, "Hebat! Tapi menjadi hewan kecil pasti lebih sulit. Bisakah kamu menjadi tikus?" "Mudah!" kata raksasa sombong. Cit-cit! Ia menjadi tikus kecil. Secepat kilat, si Kucing menangkapnya. Hap! Kastil pun bebas.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

"Selamat datang di kastil Markis Karabas!" sambut si Kucing di gerbang. Raja terpesona melihat kastil yang megah itu. "Markis, kamu sungguh hebat," puji Raja. Tomas tersenyum bangga. Si Kucing pun menjadi bangsawan bersepatu bot.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Tak lama kemudian, Tomas menikah dengan Putri. Malam itu kastil menjadi sunyi. Si Kucing meringkuk di bantal sutranya, lelah dan bangga. Ayo, tirulah si Kucing. Rebahkan badanmu, tarik napas dalam-dalam, dan tidurlah dengan nyenyak.

Tentang cerita ini

Kucing Bersepatu Bot adalah dongeng Charles Perrault dari Prancis abad ke-17 — kisah kucing paling cerdik dalam sastra dunia. Nama karangan si kucing, "Markis Karabas", sampai kini dikenang di banyak bahasa sebagai sebutan untuk kemewahan yang dibual-bualkan; begitu melekatnya dongeng ini.

Sepatu bot tinggi adalah gaya penunggang kuda dan pejalan jauh di zaman Perrault — dengan sepatu itulah si kucing berubah dari hewan rumahan menjadi "utusan bangsawan". Kucingnya sendiri tak perlu dicari jauh: ajak anak mengamati kucing di rumah atau di gang. Dari caranya mengintai, mudah percaya ia sanggup menyusun rencana.

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Adegan raksasa penyihir kami buat jenaka, bukan seram: ia kalah karena terpancing pamer kekuatan. Bahan ngobrol: si kucing menang bukan dengan cakar, melainkan dengan rencana dan keberanian bicara. Selipkan juga pertanyaan nakal: bolehkah mengarang-ngarang demi menolong tuannya? Itu awal obrolan yang seru.

Untuk orang tua

Pesan moral

Kecerdikan dan kesetiaan seorang sahabat kecil bisa membawa kebaikan yang besar.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Mengapa Tomas mula-mula kecewa dengan warisannya?
  2. Trik apa saja yang dipakai si Kucing untuk membantu tuannya?
  3. Menurutmu, kenapa raksasa mau berubah menjadi tikus kecil?
  4. Kalau kamu punya kucing ajaib, kamu ingin dia membantu apa?
kecerdikanpersahabatanpercaya diri

Untuk kelas

warisanpenggilingankeledaikarungbangsawanjubah

Cerita lain: Perrault

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.