Google PlayApp Store
Sampul cerita Putri Salju

Putri Salju

11 halaman3 menit 50 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Di sebuah istana, lahir seorang putri. Kulitnya seputih salju. Rambutnya sehitam kayu eboni. Pipinya semerah apel. Ia dinamai Putri Salju. Semua orang di istana menyayanginya.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Ratu baru datang ke istana itu. Ia punya cermin ajaib. "Cermin, cermin di dinding, siapa yang paling cantik?" tanyanya. Cermin menjawab, "Putri Salju yang paling cantik." Wajah ratu menjadi merah karena iri.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Ratu memanggil seorang pemburu. "Bawa Putri Salju jauh ke hutan. Jangan biarkan ia pulang!" Di tengah hutan, pemburu itu berbisik sedih, "Larilah, Putri. Carilah tempat yang aman." Putri Salju pun berlari di antara pohon-pohon tinggi.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Menjelang senja, ia menemukan pondok mungil. Ada tujuh kursi kecil, tujuh piring kecil, tujuh tempat tidur kecil. "Rumah siapa ini?" bisiknya. Karena lelah sekali, ia berbaring dan tertidur pulas.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Malamnya, tujuh kurcaci pulang dari tambang. "Lihat! Ada gadis tidur di sini!" seru yang paling kecil. Putri Salju menceritakan semuanya. "Tinggallah bersama kami," kata mereka. "Tapi ingat, jangan bukakan pintu untuk orang asing."

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Di istana, cermin berkata Putri Salju masih yang tercantik. Ratu terkejut, lalu menyamar jadi nenek penjual apel. Ia menyihir sebuah apel merah. "Siapa menggigitnya akan tertidur panjang," gumamnya, lalu berangkat ke pondok di balik tujuh bukit.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

"Apel merah yang manis, cicipilah, Nak," bujuk nenek itu di jendela. Putri Salju lupa pesan kurcaci. Ia menggigit apel itu. Seketika matanya terpejam, dan ia jatuh tertidur. Nenek itu menghilang di antara pepohonan.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Kurcaci pulang dan menemukan Putri Salju tak mau bangun. Mereka menangis semalaman. Karena tak sanggup berpisah, mereka membaringkannya di dalam peti kaca di tengah padang bunga, lalu menjaganya bergantian.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Suatu pagi, seorang pangeran berkuda melewati padang itu. "Izinkan aku membawanya ke istanaku," pintanya. Saat peti kaca diangkat, seorang pembawa tersandung akar. Potongan apel terlepas dari mulut Putri Salju, dan ia membuka mata!

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Di istana, ratu bertanya lagi kepada cermin ajaibnya. "Putri Salju hidup, dan ia yang paling cantik," jawab cermin. Karena marah, ratu memukul kaca itu. Prakk! Cermin ajaibnya retak. Ratu pergi dari istana, dan tak pernah kembali.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 11

Putri Salju tinggal di istana pangeran, dan tujuh kurcaci sering berkunjung. Malam ini padang bunga tenang. Tujuh lentera kecil padam satu per satu. Tidurlah nyenyak seperti Putri Salju, yang aman di antara sahabat-sahabatnya.

Tentang cerita ini

Putri Salju mungkin dongeng Grimm yang paling dikenal di dunia — kebanyakan anak mengenalnya lewat film kartun. Versi kami justru kembali ke buku tua Jerman: tujuh kurcaci di sini adalah penambang yang pulang dari tambang, dan peti kaca diletakkan di tengah padang bunga.

Kalau anakmu hafal versi kartunnya, ajak ia mencari bedanya: di buku tua — dan di versi kami — Putri Salju terbangun bukan karena ciuman, melainkan karena potongan apel terlepas saat peti kaca terguncang. Bagian akhirnya kami lembutkan: sang ratu tidak dihukum, ia memecahkan cermin ajaibnya sendiri karena marah, lalu pergi dan tak kembali.

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Bahan ngobrol: rasa iri membuat ratu kehilangan segalanya, sedangkan Putri Salju punya tujuh sahabat yang menjaganya. Tanyakan juga: kenapa Putri Salju lupa pesan kurcaci untuk tidak membuka pintu — dan apa yang bisa kita pelajari dari itu?

Untuk orang tua

Pesan moral

Iri hati tidak pernah membuat kita bahagia; kebaikan dan persahabatanlah yang menjaga kita.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Siapa saja yang menolong Putri Salju di hutan?
  2. Pesan apa yang dilupakan Putri Salju saat nenek datang?
  3. Bagaimana Putri Salju akhirnya terbangun?
  4. Kalau temanmu berpesan sesuatu untuk menjagamu, apakah kamu akan mengingatnya? Coba ceritakan.
persahabatanmendengarkan nasihatiri hati

Untuk kelas

eboniiripemburukurcacitambangmenyamartersandung

Cerita lain: Grimm

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.