Google PlayApp Store
Sampul cerita Pemusik Kota Bremen

Pemusik Kota Bremen

10 halaman3 menit 51 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Ada seekor keledai tua. Bertahun-tahun ia memikul karung gandum. Kini tenaganya berkurang. "Kau sudah tidak kuat bekerja," kata pemiliknya. Keledai pun pergi. "Aku akan ke Kota Bremen," pikirnya. "Suaraku bagus. Aku akan menjadi pemusik!"

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Di jalan, keledai bertemu anjing tua yang duduk lesu. "Kenapa kau murung?" tanya keledai. "Aku sudah tua, tak bisa lagi berburu. Tak ada yang mau memeliharaku," jawab anjing. "Ikutlah ke Bremen! Kau bisa menabuh genderang," ajak keledai.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Tak lama, mereka melihat kucing bermuka masam di pagar. "Ada apa, Kucing?" tanya keledai. "Aku sudah tua, tak lincah menangkap tikus. Aku tak dibutuhkan lagi," keluh kucing. "Kau pandai bernyanyi malam-malam. Ayo ikut jadi pemusik!"

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Di sebuah pagar, ayam jantan berkokok keras sekali. "Kukuruyuk! Ini kokokku yang penghabisan, besok aku tak lagi dibutuhkan!" "Jangan sedih," kata keledai. "Suaramu nyaring. Ikutlah, kita bentuk kelompok musik!" Ayam terbang ke punggung keledai.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Malam tiba, dan Bremen masih jauh. Di tengah hutan, ayam melihat cahaya kecil. Mereka mendekat. Itu rumah para perampok! Dari jendela terlihat meja penuh roti, keju, dan buah. Perut keempat sahabat berbunyi, kruyuk-kruyuk.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

"Aku punya rencana," bisik keledai. Ia berdiri di bawah jendela. Anjing naik ke punggungnya. Kucing naik ke punggung anjing. Ayam hinggap di kepala kucing. "Satu... dua... tiga... sekarang bunyikan musik kita!"

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

"Hiiiaaa! Guk guk! Meooong! Kukuruyuuuk!" Prang! Jendela terbuka lebar, dan empat bayangan besar masuk. Para perampok ketakutan. "Ada raksasa bersuara seribu!" teriak mereka, lalu lari tunggang-langgang ke dalam hutan gelap.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Keempat sahabat makan sampai kenyang. "Rumah ini nyaman juga," kata kucing sambil menjilat bibir. Lampu dipadamkan. Keledai tidur di halaman, anjing di balik pintu, kucing di dekat tungku hangat, dan ayam di atas balok atap.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Tengah malam, satu perampok menyelinap kembali. Di kegelapan, mata kucing menyala. "Hisss!" Anjing menggeram, keledai menghentak, bum! Ayam berseru, "Kukuruyuk!" Perampok lari terbirit-birit. "Ada penyihir di sana!" Mereka tak pernah kembali.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Keempat pemusik itu tinggal di rumah hutan yang hangat. Setiap malam mereka bernyanyi pelan, lalu tidur di tempat kesukaan masing-masing. Angin malam ikut bersenandung di atap. Seperti empat sahabat itu, carilah posisi ternyamanmu, dan terlelaplah.

Tentang cerita ini

Pemusik Kota Bremen adalah dongeng Jerman tentang empat hewan tua yang dianggap tak berguna lalu membuktikan sebaliknya. Kisah penuh humor ini termasuk yang paling dicintai dari kumpulan Grimm, dan menjadi lambang kotanya sendiri.

Bremen adalah kota sungguhan di Jerman utara. Di samping balai kotanya berdiri patung perunggu empat pemusik — keledai, anjing, kucing, dan ayam bertumpuk ke atas — dan wisatawan memegang kaki depan keledai sambil membuat harapan. Lucunya, di dongeng keempat sahabat itu tidak pernah sampai ke Bremen: mereka menemukan rumah nyaman di hutan.

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Tidak ada yang terluka di kisah ini: para perampok lari ketakutan oleh "musik" dan tak pernah kembali. Bahan ngobrol: yang tua tetap berharga — tanyakan pada anak apa kehebatan masing-masing hewan, dan bagaimana suara yang berbeda-beda justru menjadi kekuatan bersama.

Untuk orang tua

Pesan moral

Tidak ada yang terlalu tua untuk berguna; bersama sahabat, kita selalu punya tempat.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Hewan apa saja yang pergi ke Kota Bremen?
  2. Mengapa keempat hewan itu meninggalkan rumah lama mereka?
  3. Bagaimana cara mereka mengusir para perampok?
  4. Kalau kamu ikut kelompok musik mereka, suara apa yang akan kamu bunyikan?
persahabatankerja samapercaya diri

Untuk kelas

keledaimemikulgenderanglesumasamperampoktunggang

Cerita lain: Grimm

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.