Google PlayApp Store
Sampul cerita Ibu Salju

Ibu Salju

11 halaman3 menit 53 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Seorang janda punya dua anak gadis. Yang satu bernama Marta, rajin dan ramah. Yang satu lagi bernama Lisa, suka bermalas-malasan. Setiap hari Marta memintal benang di tepi sumur tua di halaman.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Suatu sore, tangan Marta lelah sekali. Gelendong pintalnya terpeleset, byur, jatuh ke dalam sumur! "Aku harus mengambilnya," bisik Marta. Ia memberanikan diri turun ke sumur. Tahu-tahu, ia mendarat di padang bunga yang cerah dan hangat.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Marta berjalan melewati sebuah tungku roti. "Tolong! Keluarkan kami, kami sudah matang!" seru roti-roti di dalamnya. Marta mengambil sekop kayu dan mengeluarkan roti satu per satu. "Nah, kalian tidak akan gosong," katanya sambil tersenyum.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Lalu ia tiba di bawah pohon apel. "Goyangkan aku! Apelku sudah masak semua!" seru pohon itu. Marta menggoyang batangnya. Bruk, bruk! Apel merah berjatuhan. Ia menyusunnya rapi dalam tumpukan, lalu melanjutkan perjalanan.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Di rumah kecil, seorang nenek menunggu. Giginya besar, tapi senyumnya hangat. "Aku Ibu Salju," katanya. "Tinggallah di sini. Tugasmu mengebas kasur buluku setiap pagi. Bila bulunya beterbangan, turunlah salju di dunia manusia."

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Marta bekerja dengan gembira. Setiap pagi ia mengebas kasur kuat-kuat. Bulu-bulu putih beterbangan, dan di bumi, salju turun lembut. Namun lama-lama Marta rindu rumah. "Ibu Salju, bolehkah aku pulang?" tanyanya pelan.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Ibu Salju mengantarnya ke gerbang besar. Saat Marta melangkah, hujan emas turun menyelimutinya! "Ini upah untuk tanganmu yang rajin," kata Ibu Salju. Di rumah, ayam jantan berkokok, "Kukuruyuk! Gadis emas kita pulang!"

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Lisa jadi ingin emas juga. Ia melompat ke sumur dan tiba di padang yang sama. "Tolong, keluarkan kami!" seru roti-roti dari dalam tungku. "Malas ah, nanti tanganku kotor," jawab Lisa, lalu berjalan terus tanpa menoleh.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

"Goyangkan aku! Apelku sudah masak semua!" pinta pohon apel. "Tidak mau, aku buru-buru," kata Lisa sambil lewat. Tak lama, ia sampai di rumah Ibu Salju. "Aku mau bekerja di sini," katanya, "asal upahnya emas."

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Hari pertama Lisa mengebas kasur dengan rajin. Sesudah itu, kasur bulu tak pernah disentuh lagi. Di gerbang, bukan emas yang turun, melainkan getah hitam yang lengket! Ayam berkokok, "Kukuruyuk! Gadis lengket pulang!" Lisa malu sekali.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 11

Sejak Lisa ikut bekerja, getah itu pelan-pelan luntur, dan rumah mereka jadi hangat. Malam ini, bila salju atau hujan turun lembut, itu Ibu Salju sedang mengebas kasurnya. Tarik selimutmu sampai ke dagu, dan tidurlah setenang padang bunga itu.

Tentang cerita ini

Ibu Salju — Frau Holle dalam bahasa Jerman — adalah salah satu dongeng paling disayangi di negerinya. Tokoh nenek pembuat salju ini berakar pada kepercayaan rakyat Eropa kuno tentang penjaga cuaca, jauh sebelum kisahnya dicatat dalam kumpulan Grimm.

Sampai sekarang, saat salju turun, orang Jerman suka berkata: "Ibu Salju sedang mengebas kasurnya". Anak Indonesia jarang melihat salju — dongeng ini kesempatan bagus menjelaskannya: butiran es selembut bulu yang turun pelan-pelan dari langit dingin, seperti bulu kasur yang beterbangan dalam cerita.

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Di versi lama gadis pemalas pulang berlumur getah hitam yang tak pernah hilang; di versi kami getah itu pelan-pelan luntur begitu Lisa mulai ikut bekerja — setiap anak boleh memperbaiki diri. Bahan ngobrol: pekerjaan kecil yang dikerjakan sepenuh hati selalu kelihatan hasilnya.

Untuk orang tua

Pesan moral

Tangan yang rajin dan suka menolong membawa berkah; kemalasan hanya membawa malu.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Apa saja yang ditolong Marta dalam perjalanannya?
  2. Mengapa Marta mendapat hujan emas, sedangkan Lisa mendapat getah lengket?
  3. Apa tugas Marta di rumah Ibu Salju?
  4. Pekerjaan kecil apa di rumah yang bisa kamu bantu seperti Marta?
kerajinansuka menolongtanggung jawab

Untuk kelas

gelendongtungkumengebassekopupahgetahlengket

Cerita lain: Grimm

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.